Love Night Woman

Love Night Woman
BAB 25 ~ SETELAH 5 BULAN


__ADS_3

Selama lima bulan ini Alexa belum juga bangun dari koma nya,tetapi Aiden dan Alan tak pernah melewatkan satu haripun untuk tidak menjenguk Alexa.


Hari ini di kantor Aiden sedang mengadakan meeting bulanan dengan anggota cabang diberbagai negara,mereka membahas fisi misi agar penjualan semakin meningkat,dan mereka juga membahas tentang keuntungan dan kerugian bulan lalu.


perusahaan Aiden bergerak dibidang teknologi komputer dan laptop,awal mula Aiden belajar tentang komputer adalah karena ia yakin akan laris dipasaran nanti,anak muda jaman sekarang banyak menggunakan komputer dan laptop untuk kebutuhan sehari-hari seperti sekolah,kuliah dan para pekerja.


dulu perusahaan ini adalah perusahaan dibidang kertas ,tapi pernah bangkrut akibat populasi anak muda yang lebih sering menggunakan teknologi modern yaitu laptop dan komputer jadi bisa dibandingkan bahwa jarang sekali dinegaranya menggunakan kertas.


bahkan para pelajar pun dari mulai SMP lebih memprioritaskan menggunakan laptop,dan beruntungnya perusahaan


PT Bara.gr sukses besar besaran,tentu saja untuk mencapai dititik ini butuh waktu yang cukup lama,hingga produk ini berhasil dipasarkan dan mencapai target.


Dan semakin banyaklah peminat,sehingga terlahirlah anak-anak cabang hingga diberbagai negara,bahkan perusahaannya sudah diakui oleh pemerintah setempat.


Rapat dimulai sepuluh menit yang lalu,Aiden duduk dikursi kebesarannya,sembari berfokus mendengarkan presentasi yang dibacakan mengenai keuntungan dan kerugian, selanjutnya akan ada presentasi mengenai Misi agar penjualan semakin meningkat lagi,mereka saling bergantian berbagi pendapat.


Sedangkan Ken juga sama seperti Aiden ,sesekali Ken mengeluarkan pendapatnya tentang misi ini, tiba-tiba saja di HP Ken ada yang menelponnya,Ken melihat sejenak ternyata dari pihak rumah sakit,Ken ingin mengangkatnya tapi sekarang sedang meeting penting,jadi Ken memutuskan untuk tidak mengangkat telepon itu,dan kembali fokus.


Dua jam kemudian meeting pun selsai dan semua sudah pergi termasuk Aiden.


Aiden berjalan keruangannya dengan wajah yang arrogant sembari mengantongi tangannya kedalam celana.

__ADS_1


Saat memasuki ruanagn,ia kembali duduk dikursi kebesarannya,lalu Aiden mengambil handphone dimeja.


alis Aiden berkerut"dari pihak rumah sakit ?"Gumam Aiden pelan.


Aiden buru-buru menelfon balik pihak rumah sakit tersebut.


Tut...


panggilan tersambung_


"Halo selamat siang,saya Aiden Barata"


"Selamat siang pak,kami dari pihak rumah sakit ingin memberitahukan bahwa ibu Alexa saat ini sudah siuman saat dua setengah jam yang lalu,kami sudah terus menerus menelfon bapak dan juga pak Ken tetapi tidak diangkat"Ucap seorang suster dari seberang telepon.


"Ken !"


"M-maaf Tuan"Ken segera mundur."Saya ingin memberitahukan bahwa tadi pihak ru-"


"Telat ! "Aiden segera berjalan melewati Ken.


"Astaga..."Ken mengelus dadanya yang dag-dig-dug ser

__ADS_1


"mungkin aku akan masuk surga akibat terlalu sabar "


Aiden menjalankan mobilnya dengan sedikit kencang,ia tidak menggunakan sopir,karena Aiden lebih suka menyetir mobil sendiri dibandingkan disetirkan.


Untung jalanan tidak macet,Saat sampai digedung rumah sakit,Aiden segera buru-buru kelur dari mobil dan berlari menuju ruangan Alexa.


"Kenapa lift ini sangat lamban sekali"


Setelah sekian detik akhirnya sampai didepan runagan Alexa,terlihat dokter baru saja keluar dari runagn itu.


"Bagaimana dok ?"


Dokter perempuan tersebut tersenyum"Ibu Alexa sudah siuman,baru saja dia meminum air putih,kalau bapak ingin melihatnya silahkan.."


Aiden mengangguk"Baiklah dok terimakasih.


Alexa mendengar suara yang begitu familiar ditelinganya"Dia itu ,aku harus berpura-pura tidur saja ,malas sekali jika harus bertemu dengannya"Alexa pun buru-buru menutup matanya.


Ceklek !


Aiden masuk secara perlahan,ia mendekat keranjang,alis Aiden berkerut"Kata dokter tadi sudah sadar,tapi kenapa dia masih menutup matanya"Gumam Aiden pelan.

__ADS_1


Ia kemudian mengamati wajah Alexa dengan teliti"hmm...Hanya pura-pura rupanya ...."


Aiden pun memajukan kepalanya,sehingga wajahnya semakin dekat dengan wajah Alexa,bahkan hembusan nafas Aiden dapat dirasakan oleh Alexa.


__ADS_2