
Keesokan harinya di keluarga Barata saat ini sedang bersiap untuk pergi ke rumah sakit untuk tes DNA,tentu saja ada Aiden.
setelah sampai di rumah sakit yang cukup terkenal di kotanya,merekapun segera menemui sang dokter.
"Apa kalian yakin ?"Ucap sang dokter laki-laki tersebut.
Aiden,Maxi,dan Bara mengangguk."Ya saya yakin dok"Ucap Aiden.
"Baik kalau begitu,sebenarnya saya keberatan tentang ini,apalagi di usia bayinya yang terbilang masih muda yaitu 1 Minggu,tapi apa boleh buat,kalian sudah menyetujui nya..."
...****************...
...****************...
satu Minggu kemudian
Saat ini nyonya Maxi sedang berada di teras Mension nya bersama dengan Alan,ia menimang-nimang Alan dengan penuh kasih sayang,entah mengapa ia sangat yakin bahwa bayi yang di gendongnya ini adalah cucu nya,anak kandung dari Aiden.
"Alan minum susunya yang banyak ya..."Ucap Maxi sambil menepuk-nepuk pantat Alan.
__ADS_1
Alan yang mendapat perlakuan seperti itu pun tersenyum senang, seakan-akan ia tahu apa yang di ucapkan oleh Oma nya.
Maxi pun tersenyum kembali"Entah mengapa aku sangat yakin bahwa Alan adalah anak Aiden,lihat saja matanya yang berwarna abu-abu,hidungnya yang mancung, alisnya yang tebal,semuanya sangat mirip dengan Aiden waktu kecil"Ucap Maxi sambil menoel-noel hidung Alan.
DRETT !! DRETT !
tiba-tiba saja hp Maxi berbunyi,lalu Maxi pun segera mengangkat panggin tersebut "Ya halo...selamat pagi"
"Selamat pagi nyonya Maxi,saya dokter Zidan ingin menginformasikan bahwa hasil tes DNA sudah keluar sekarang,bisa si abil seorang juga,atau nyonya mau saya bacakan saja?"Tanya dokter Zidan.
Nyonya Maxi tersenyum senang" apakan bisa di bacakan sekarang saja dok? sungguh saya sudah tidak sabar mendengar hasilnya".
"Baik kalau begitu....menurut hasil penelitian menunjukkan bahwa 99,99% hasilnya cocok,itu artinya Alan adalah anak kandung dari tuan Aiden..."Ucap dokter Zidan dari seberang telepon tersebut.
Lalu Maxi mencium seluruh wajah Alan,serta memeluk nya dengan gembira."Sudah Oma duga kamu adalah cucu kandung Oma sayang... muachh.."Maxi tak henti-hentinya menciumi wajah Alan.
"Aku harus memberitahu kan kabar genbira ini pada suamiku.."Maxi segera masuk ke dalam Mension nya.
"Sayang....suamiku kau di mana?"karna Maxi tidak menemukan suaminya ia pun segera pergi ke kamar nya.
__ADS_1
Ceklek
"Sayang kau sedang apa di kamar?"Tanya Maxi.
Bara pun berbalik"Sayang ...aku tidak sedang apa-apa,hanya sedang menelepon teman ku saja yang berada di luar kota"Ucap Bara tersenyum.
lalu Maxi pun segera mendekat ke arah suaminya"Aku ada kabar baik sayang,benar dugaanku selama ini bahwa Alan adalah cucu kita,anak kandung Aiden sayang...."Ucap Maxi dengan bahagia.
"Benarkah sayang? berarti aku sudah menjadi kakek ? "Ucap Bara dengan antusius.
Maxi mengangguk
Bara tersenyum senang"oh ya ampun,cucu Opa,kemarikan Alan biar aku yang menggendongnya sayang..."Maxi pun segera memberikan Alan kepada suaminya.
Bara meneteskan air matanya"Aku sudah menjadi kakek,sayang kita sudah menjadi Oma dan Opa sekarang"Ucap Bara sembari memandang wajah Alan.
"Iya suamiku aku juga tidak menyangka"
...****************...
__ADS_1
...****************...
...****************...