
" 38 ? "
Alexa mengangguk.
"Serius 38 ? "
"Iya monyet,apa aku harus menggunakan mic agar kau dengar !!"
Aiden menggeleng"T-tidak U-usah,aku akan menyuruh pelayan untuk membelikannya untuk mu..."Ucap Aiden dengan sedikit gugup.
Tok ! Tok ! Tok !
"Tuan Aiden, saya Ken !"
Alexa dan Aiden menatap kearah pintu,Alexa kemudian berdiri "Biar aku yang buka"
Aiden menatap tajam seketika ekspresi nya yang tadi gugup berubah menjadi sangat menyeramkan.
Alexa duduk kembali "Eh itu tadi yang dipanggil kan anda, silahkan...."
"Tunggu disini sampai aku kembali ! "Aiden berjalan menuju pintu dan membukanya,kemudian ia tutup kembali.
"Selamat malam Tuan Aiden..."Ucap Ken dengan sedikit membungkuk"Anda sedang apa sekarang ?"
"38 ! " Aiden kemudian berjalan menuju ruang kerjanya.
__ADS_1
Ken kebingungan ada apa,dia menanyakan sedang apa malah dijawab 38,sudahlah jangan mencari masalah lebih baik Ken mengikuti saja.
Alexa yang melihat Aiden sudah keluar kemudian ia pun berlari menuju pintu dan mencoba ingin membukanya.
"Sial malah dikunci ! " Ucap Alexa dengan sedikit kencang,kemudian ia menendang pintu itu.
Alexa kembali berjalan mendekati kasur king size itu,ia mengamati isi kamar milik Aiden "Rapi juga,ya iyalah rapi kan kamarnya seorang bos..."
Alexa mengamati setiap benda yang ia lewati,dari mulai bunga pajangan, foto-foto Aiden,Alexa berhenti salah satu foto Aiden "Culun sekali pakainnya,aku rasa ini waktu dia SMA ... Seperti mengingatkan ku pada kakak kelas yang selalu ku buly dulu..."Alexa kembali berjalan mengelilingi kamar yang luas ini.
Diruang kerja Aiden kini terlihat dua orang dewasa sedang berbicara dengan serius.
"Sudah saya temukan pelakunya tuan,sekarang dia masih berada di Singapura....."
Aiden sedikit kaget saat tahu siapa pelaku yang sudah membuat Alexa sampai kerumah sakit "Aku tidak menyangka ternyata dia seperti iblis !"
Ken pun mendekat,kemudian Aiden membisikkan sesuatu yang sepertinya author tidak bisa mendengar.
"Baik Tuan akan saya laksanakan"
"Ingat harus yang romantis,kau tahu kan ini adalah untuk yang pertama kalinya !"
Ken mengangguk"Baik tuan kalau begitu saya izin pamit "
Aiden mengangguk.
__ADS_1
Alexa masih saja memutari isi kamar,setiap jengkal ia selalu meneliti "Tidak ada satupun barang miliknya...."Gumam Alexa pelan.
tiba-tiba ia ingin buang air kecil,Alexa kemudian berlari menuju kamar mandi.
"Ah leganya "Tiba-tiba pandangan mata Alexa berfokus pada sabun batang yang berada diatas bathtup,Alexa perlahan berjalan menuju bathtup.
"Apa ini ? sabun bolong ditengah ? dan kenapa banyak sekali"Bukan hanya satu sabun yang bolong tapi ada beberapa juga.
Alexa menahan tawanya "Hari gini masih menggunakan sabun ?pfftt...."
Aiden memasuki kamarnya,tapi saat masuk ia tidak menemukan dimana Alexa,ia mencari Alexa hingga ia mendengar suara perempuan yang sedang tertawa dikamar mandi, perlahan Aiden mendekat dan membuka kamar mandi itu.
Alexa berbalik,ia masih tetap setia memegang sabun bolong itu "Tuan ini saya menemukan harta karunmu ! ahahha..."Alexa tertawa sampai terpingkal-pingkal.
Aiden mengumpat dalam hati" sial aku lupa untuk membuangnya "
"Apa yang anda fikirkan tuan ? pasti lupa untuk membuangnya kan ? "
"BUANG ITU ! "
" Yakin akan di buang ? sayang loh ini masih bisa dipakai "
"Alexa ! "
Tok ! Tok ! Tok !
__ADS_1
Aiden segera berjalan menuju pintu, ternyata itu adalah pesanan b*a Dan C*D milik Alexa yang ia pesan pada pelayanan untuk membelikannya.