Love Sign

Love Sign
Chapter 14: The Clue (2)


__ADS_3

Min Joon pergi ke alamat yang didapatkannya dari staff hotel. Min Joon melihat Jung Woo yang tengah duduk di depan rumahnya.


"Han Jung Woo?" panggil Min Joon.


"Oh, Park Min Joon?" ucap Jung Woo saat melihat Min Joon datang menghampirinya.


"Apa kabar?"


"Apa yang membawamu datang kemari?" tanya Jung Woo.


"Aku ingin menanyakan sesuatu?" kata Min Joon to the point.


"Hari di saat Jin Hee pergi, kau bilang kau melihat seseorang yang berbincang dengan Jin Hee? Benarkan?" tanya Min Joon berhati-hati.


"Iya ... kenapa? Apa kau mendapatkan sesuautu?"


"Apa kau yakin orang itu adalah Sun Woo?"


"Aah ... sepertinya bukan! Aku melihat orang asing sebelum Sun Woo datang, apa orang itu yang kau maksud?"


"Ya! Aku sudah bertemu dengan Sun Woo, dan dia mengatakan tidak bertemu Jin Hee pada saat yang kau ceritakan itu, karena setelah mereka saling bertemu di lobi hotel adalah saat di mana dia mengajak Jin Hee untuk segera pergi!" ungkap Min Joon.


"Benarkah? Berarti orang yang kulihat itu benar-benar bukan Lim Sun Woo semuanya terjadi begitu cepat, aku hanya mendengar 'Tuan Park ingin bicara denganmu' bla ... bla ... bla ... seperti itu," lanjut Jung Woo mengingat.


Setelah Jung Woo menceritakan kenyataan yang ditemukannya dan menceritakan apa yang diingatnya saja, Min Joon pun pergi dan kembali ke kamar hotel tempatnya menginap. Usai menceritakan hal yang didapatkannya dari Jung Woo kepada Sun Woo, Min Joon merasa bahwa sesuatu di luar dugaan mereka mungkin saja benar-benar sedang terjadi.


***


"Bagaimana aku bisa tenang saja selama hampir dua tahun ini, sementara dia dipenuhi kesedihan, ketakutan dan kegelisahan," pikirnya penuh kebingungan.


"Pria macam apa kau ini? Kau pengecut! Sangat pengecut," ucapnya berdiri menatap pemandangan malam dari balik jendela. Bahkan bayangan dalam jendela pun menggambarkan betapa putus asanya Min Joon untuk mencari sang kekasih.


"Harusnya aku mencoba mencarinya dulu, sebelum mengambil keputusan bahwa dia memang meninggalkanku. Kenapa aku terlalu buru-buru? Kenapa aku begitu bodoh."


Sebuah pesan singkat dikirimkannya pada Sun Woo dan Soo Yi yang sudah pulang terlebih dahulu.

__ADS_1


***


Lima bulan kemudian, 12 September 2013.


Suara langkah penuh kesibukan terdengar beriringan di stasiun ini. Awan mendung menanti musim baru, sebuah musim yang sama di tahun kedua penuh kehilangan. Sun Woo dan Ji Yeon terlihat menunggu seseorang di deretan barisan panjang. Seorang pria pun turun dari kereta yang telah bersandar, melangkah cepat menuju senyuman Ji Yeon.


"Suamiku!" teriak Ji Yeon sembari tersenyum cerah, tatkala melihat pria yang tampak lelah itu.


"Ji Yeon," ucapnya berlari kecil mendekati Ji Yeon.


"Bagaimana kabarmu? Kenapa dua minggu ini kau tidak menghubungiku? Kau bilang akan cepat pulang bagaimana bisa kau meninggalkan selama itu, dasar jahat!" ucap Ji Yeon manja menepuk pelan dada bidang pria berjaket tebal itu, lalu lanjut memeluk sang suami.


"Maaf, karena aku sangat sibuk, bagaimana keadaanmu dan Jin Ah?" lanjutnya mengecup mesra kening Ji Yeon.


Sun Woo yang sedari tadi berdiri beberapa meter dari kedua pasangan itu tersenyum geli memerhatikan. Bayangannya sesaat memudar, kembali mengingat bagaimana kedua sahabatnya itu hanyaah teman biasa. Siapa yang menyangka keduanya akan menampilkan adegan mesar di stasiun kereta.


Sun Woo perlahan menuju kisah sepasang kekasih yang dikenalnya dekat. Sepasang kekasih, yang kini saling terpisah. Sun Woo terdiam, hanyut dalam kebahagiaan dan rasa sakit yang timbul tiba-tiba.


"Lim Sun Woo? Itu kau?" teriak Dong Soo menyadarkannya.


"Benar! Apa kabar?"


"Nanti kuceritakan, ayo kita pergi!" jawab Sun Woo membuat isyarat lengan untuk segera pergi. Mereka bertiga pun memutuskan meninggalkan stasiun yang mulai terasa dingin itu.


***


Kediaman Lee Dong Soo, 13 September 2013


Malam Ini, Ji Yeon tengah memasak makanan untuk acara makan malam keluarga, di meja makan terlihat Dong Soo sang kepala keluarga bersama Sun Woo, Min Joon, Hae Ra; kakak Ji Yeon, Jung Hee, Eun Ji serta si Kecil Jin Ah. Semuanya duduk bersama untuk merayakan kembalinya Dong Soo dari luar kota.


Saat jamuan makan malam dimulai, mereka saling melontarkan kerinduannya masing-masing pada Jin Hee. Dua tahun, merupakan waktu yang cukup lama bagi semua orang tetap mengingat gadis yang mungkin tak lagi jadi kekasih Min Joon itu.


***


Sun Woo, Min Joon dan Dong Soo duduk bersama di halaman belakang. Mereka sedang mengingat bagaimana pertemuan antara Jin Hee dan ketiganya bisa terjadi. Mereka juga mendiskusikan hasil pencarian Jin Hee selama 5 bulan ini. Lama mencari informasi tentang penulis bernama Kim Jin Hee, mereka masih tak menemukan apa pun.

__ADS_1


Sebuah foto yang dikirim para informan Jung Hee menunjukkan wajah yang berbeda dari wajah Jin Hee, malah membuat mereka yakin bahwa ayah Min Joon memang sedang terlibat. Bagaimana bisa Jin Hee menghilang tanpa bukti sedikit pun?


Sejauh yang Min Joon ketahui, ayahnya mampu melakukan apapun untuk menjauhkannya dari sang kekasih. Mereka hanya butuh bukti, namun ayahnya masih tetap tak tersentuh. Meskipun obrolan mereka tentang Jin Hee semakin memanas. Sayang, itu hanya sekadar obrolan yang penuh debu-debu kerinduan.


"Meskipun Jin Hee bukan adik kandungku, dia seperti napas yang ibu berikan padaku, jika tak ada Jin Hee mungkin hanya aku yang akan berada di dunia ini, sama seperti sekarang. Tanpa keluarga," ungkap Sun Woo merindu.


"Ada kami di sini dan kami akan menemukan Jin Hee, sama halnya bagaimana menemukanmu," ucap Min Joon.


"Kau tahu bagaimana pertama aku bertemu dengannya?" tanya Dong Soo mencairkan suasana haru.


"Aku tahu, saat itu kau mencoba merebutnya dariku," ucap Min Joon kepada Dong Soo.


"Hey! Aku tidak merebutnya darimu, kau yang merebutnya dariku."


"Ji Yeon! Suamimu menggoda adikku!" teriak Sun Woo tertawa.


"Lim Sun Woo!" tegur Dong Soo khawatir membuat mereka tertawa. "Jin Hee, memang gadis pujaanku. Tapi, nona itu," sambungnya melirik jendela dan menatap Ji Yeon yang tengah berbincang bersama para wanita di ruang keluarga, "dia jiwa dan hidupku saat ini dan selamanya."


"Ouuh, kau menjijikkan Dong Soo. Sangat menjijikkan," tolak Sun Woo sembari mematikan rokok yang sedari tadi diminumnya.


"Di saat kau baru melihat Jin Hee, aku sudah memberikan ini sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke-17," potong Min Joon dengan nada sombong sembari memperlihatkan sebuah gantungan kunci berbentuk Mawar Biru.


"Kau benar!" ucap Dong Soo tertawa.


"Oh ya, apa kau sudah berhasil membuka ponsel Jin Hee? Bukankah ini sudah sangat lama semenjak kau berhasil membuka kotak miliknya?" tanya Sun Woo teringat sesuatu.


"Belum!" jawab Min Joon santai.


"Apa kau membawanya? Tunjukkan padaku, mungkin aku tahu kata sandinya! Sudah terlalu lama membiarkan benda itu padamu dan masih tidak ada perkembangan. Apa kau benar-benar serius ingin mencari adikku?" Sun Woo mengulurkan tangannya yang kurus.


"Ini!" ucapnya memberikan ponsel Jin Hee yang selalu dibawanya. "Apa mungkin aku harus membawaya ke phone center-nya saja?" lanjut Min Joon.


"Kau belum membawanya ke sana? Yak! Apa kau berpikir adalah Sherlock holmes hanya karena tidak sengaja memecahkan kata sandi dari kotak benda-benda simpanan Jin Hee?" sindir Dong Soo mengambil benda keras itu dari tangan Min Joon dan memberikannya kepada Sun Woo.


Sun Woo pun mencobai kata sandi yang dianggapnya cocok untuk membuka kunci ponsel Jin Hee itu. Satu persatu tanggal dan angka lainnya diketiknya dalam ponsel layar sentuh itu.

__ADS_1


***


Bersambung


__ADS_2