
"Kau tidak perlu minta maaf kepadaku, kau tahu kakakmu bahkan menjadi seorang pelarian karena ada orang yang berusaha untuk membunuhnya," jawab Ji Yeon.
"Apa maksudmu?" tanya Jin Hee polos.
"Apa kau tidak tahu? Setelah kau menghilang saat insiden itu, kakakmu yang menjadi korban, kau tahu berapa banyak dia menderita karena dirimu?"
"Ji Yeon!" tegur Dong Soo padanya.
"Aku pikir dengan aku menghilang, dia akan baik-baik saja! Mereka tidak akan mengejar kami lagi," ucap Jin Hee bingung.
"Tidak ada yang baik-baik saja saat kau menghilang," sela Dong Soo.
"Benarkah? Maafkan aku ...," ujar Jin Hee menatap Yoon.
"Segera temui Sun Woo, dia tinggal di tempat Min Joon sekarang!" kata Ji Yeon singkat.
Min Joon? Nama itu sepertinya telah usang, mungkin saja baru dipikirkannya beberapa menit yang lalu. Tapi, terlalu mengerikan untuk dibangkitkan dari kuburan mimpi buruk.
"Segera temui Sun Woo, dia tinggal di tempat Min Joon!" ucap Ji Yeon sekali lagi. Mencoba menyadarkan Jin Hee dari kebekuan sesaat.
"Apa? Min Joon?" sinisnya.
"Kenapa?" tanya Ji Yeon bingung melihat reaksi Jin Hee yang tak senang.
"Tidak apa-apa ... hanya saja, kenapa kakakku tinggal dengannya?" lanjut Jin Hee dengan mata yang tak tenang.
"Tentu saja untuk mengetahui bahwa pelukis bernama Kim Jin Hee benar-benar adalah kau atau bukan! Apalagi?" jawab Ji Yeon.
"Aku tidak bisa ke sana," ucapnya segera berdiri.
"Apa? Kenapa?" tanya Ji Yeon heran.
"Aku tidak ingin menemui orang itu!" jawab Jin Hee dengan sesakan napas yang kalut.
"Siapa?" tanya Dong Soo.
"Sun Woo ...?" lanjut Ji Yeon kompak.
"Park Min Joon! Aku tidak ingin bertemu dengannya. Mana mungkin aku tidak ingin bertemu dengan Jakakku," tegas Jin Hee. Ji Yeon dan Dong Soo menatapnya penasaran. "Maaf aku tidak bisa menceritakannya kepada kalian!"
"Hah, kau benar-benar sudah banyak berubah!" seru Ji Yeon terdengar kecewa.
"Maafkan aku! Tolong temui aku besok saat pagelaran seni dan tolong bawa kakakku bersama kalian! Aku ingin memberitahukan sesuatu yang penting kepadanya," pinta Jin Hee bersiap-siap pergi.
__ADS_1
"Jin Ah! Bibi pergi dulu ya ...," ucapnya menyentuh pipi batita yang sedang tertidur di pangkuan ayahnya itu.
Sepertinya kalimat itu terdengar tidak asing bagi Ji Yeon, itu kalimat yang sama pernah diucapkan Min Joon sebelumnya, menggambarkan bahwa mungkin saja keduanya memang ditakdirkan untuk berjodoh.
"Ayo, Yoon!" lanjutnya pergi menuju ke arah jalanan.
Ji Yeon tak henti menatap Jin Hee, seolah enggan melepas gadis yang telah tumbuh dewasa itu. Mungkin Ji Yeon tidak pernah tahu penderitaan apa yang ditanggung Jin Hee selama ini.
"Permisi, lain kali kami akan datang lagi!" ucap Yoon membungkuk ketika mereka sampai di depan mobil.
"Jin Hee beri aku nomormu?" pinta Ji Yeon.
"Yoon?" panggil Jin Hee, segera Yoon mengambil ponsel Ji Yeon dan mengetikkan beberapa angka di dalamnya. "Aku pergi dulu!" lanjutnya kemudian pergi dengan senyuman hangat dan meninggalkan Ji Yeon juga Dong Soo yang hanya terdiam menatap jalanan dingin di pagi yang mulai mendung itu.
***
"Halo?" ucap Ji Yeon menelepon Sun Woo tanpa bertanya kepada suaminya.
Orang ini, selalu saja bertingkah mengejutkan dan cepat mengambil keputusan, mungkin itu pula yang dipikirikan suaminya. Dong Soo terkejut melihat tingkahnya.
"Sun Woo, kau ada di mana?" lanjut Ji Yeon menghiraukan Dong Soo sambil menutupi wajah Dong Soo dengan tangannya.
"Aku di hotel tempat tinggal Min Joon! Kenapa?" jawab Sun Woo santai dari balik telepon.
"Apa kau tidak bekerja?" tanya Sun Woo.
"Kita bicarakan itu nanti. Bisakah kita bertemu di tempat Jung Hee? Tidak perlu banyak tanya dan datang saja," tambahnya memberi saran.
"Emm, baiklah ...," jawab Sun Woo patuh. Ji Yeon pun mengakhiri teleponnya.
"Apa yang sudah kau lakukan?" marah Dong Soo akhrinya.
"Menghubungi Kakak gadis gila itu, apalagi?"
"Bagaimana jika Min Joon akan ikut bersamanya? Kau benar-benar ingin membuat masalah?" tanya Dong Soo sedikit resah.
"Jika Min Joon datang bersama Sun Woo, itu mungkin akan jauh lebih baik!" jelas Ji Yeon keras kepala.
"Apa maksudmu?" tanya Dong Soo memutar otaknya.
"Maksud apanya?" ucap Ji Yeon balik bertanya.
"Kau ini!" seru Dong Soo kepada istrinya itu.
__ADS_1
"Ada apa dengan suaramu itu? Sayang, apa kau ingin terlibat dalam perkelahian mereka bertiga?" ungkap Ji Yeon tiba-tiba. Dong Soo menggeleng. "Untuk itu kita ceritakan apa yang dikatakan Jin Hee."
"Bagaimana bisa? Bukankah itu akan membuat kita berdua terkena masalah? Jin Hee pasti tidak suka, jika Min Joon tahu keberadaannya."
"Suamiku tersayang, kau tidak mengerti?"
"Itu, sedikit," jawab Dong Soo menatap ragu.
"Jadi kau benar-benar tidak mengerti? Jika mereka berdua mengetahui keberadaan Jin Hee dan mereka tahu kita telah menyembunyikan fakta, apa kau pikir dua pria gila itu takkan menyalahkan kita? Itu jauh lebih buruk! Lagipula, kurasa Jin Hee pasti merindukan Min Joon. Sssh, meskipun aku tidak yakin tentang Min Joon ...," ungkap Ji Yeon terdengar masuk akal.
"Baiklah ayo kita bersiap-siap! Kita titipkan Jin Ah pada ibuku!" jawab Dong Soo patuh.
"Itu baru suamiku! Kau yang paling hebat. Ayo bersiap!" perintah Ji Yeon dengan mengembuskan napas yang terdengar lega sembari melanjutkan senyum kecilnya.
***
Mendung menyelimuti jalanan. Jin Hee mendadak kebingungan, mengemudikan mobil dengan sangat pelan dan ragu-ragu. Jin Hee seakan berada di tengah masalah, perasaannya kacau karena mengingat keadaan Kakaknya yang terdengar buruk. Juga kemungkinan terburuk yang mungkin akan terjadi karena dia akhirnya menampakkan diri dari persembunyian.
Jin Hee terus saja menyentuh dada kirinya. Terlihat bulir kecil di sudut mata kanannya, seolah ragu untuk jatuh.
"Apa sebaiknya aku yang menyetir Kak?" Yoon perhatian. Mereka pun berhenti sejenak untuk bertukar posisi, melakukan sedikit perbuatan yang mungkin bisa menyelamatkan nyawa orang banyak.
"Nanti kita ke mampir ke restoran ya?" pinta Jin Hee lemas sambil memegangi saku jaket.
***
Toko obat Jung Hee, 27 November 2013 09.40 KST.
Sun Woo pun datang menghadiri undangan Ji Yeon untuk datang ke toko Jung Hee. Tak lupa mengajak Min Joon yang sudah beberapa hari menganggur di hotel tempat mereka tinggal. Sesuai dugaan Dong Soo, orang itu benar-benar datang.
"Selamat datang ...," sambut Jung Hee tersenyum.
"Di mana mereka?" tanya Sun Woo langsung menghampiri Jung Hee yang telah menunggu di depan toko obat.
"Masuklah, mereka juga baru saja tiba!" ucap Jung Hee mengantarkan keduanya ke dalam.
"Ah ... Kak Min Joon apa yang terjadi? Mereka berdua terlihat aneh," cegat Jung Hee bertanya saat melihat Min Joon yang terlihat diam dan tengah memasukkan tangannya ke saku jaket.
"Benarkah? Ji Yeon dan Dong Soo?" tanya Min Joon dingin yang dijawab hanya dengan anggukan ringan dari Jung Hee.
***
Bersambung
__ADS_1