
"Coba lagi!" ucap Dong Soo memberi semangat pada percobaan Sun Woo yang ketiga.
"Tidak bisa!" gerutu Sun Woo.
"Baiklah, bagaimana kalau menggunakan nama ayahmu?" saran Dong Soo membuat semuanya terbelalak.
"Hey, bagaimana mungkin itu ayahku? Kau ini! Lagi pula ini menggunakan angka!" seru Min Joon tertawa saat melihat reaksi Sun Woo dan Dong Soo yang masih kebingungan penuh konsentrasi.
"Oh ya, apa mungkin itu? Coba berikan padaku. Saat aku membuka kunci dari kotak emas, Jin Hee menyimpan tanggal lahir ayah dan ibumu, mungkin saja begitu juga dengan benda ini," ungkapnya.
"Kalau begitu, cobalah! Kenapa kau tidak pernah mencoba sebelumnya?" pinta Dong Soo.
"Aku tahu Jin Hee tidak akan membuat kata sandi yang sama, dia orang yang sangat rapih. Itu akan jadi terlalu mudah jika seperti itu." Min Joon mengambil ponsel itu.
Perlahan-lahan Min Joon mengetikkan tanggal gabungan ajaib itu, 1202. Ketiganya saling menatap, membuat kode bersama untuk segera menekan tombol 'oke'. Min Joon menahan napasnya dan menekan.
"Terbuka! Astaga, kenapa tidak terpikirkan olehku," seru Min Joon merasa bodoh dan membuat mereka bertiga histeris kesenangan.
Ketiganya saling memukul punggun dan kepala masing-masing, kesal dan geram karena kecerobohan Min Joon. Kini semuanya tampak tertekan. Bagaimana bisa, Min Joon yang telah mengetahui kata sandinya, tetap saja tak mencoba. Hanya karena mengaku mengetahui bagaimana sikap dan sifat Jin Hee.
"Cepat lihat daftar panggilan teleponnya!" perintah Dong Soo. Segera, Min Joon membuka catatan panggilan dan beberapa folder.
"Apa ini?" tanya Min Joon terkejut saat menyadari daftar panggilan itu.
Dalam urutan itu Paman Seung Joo atau ayah Min Joon tepat berada pada panggilan masuk terakhir setelah Sun Woo, sebuah nomor tanpa nama dan sebelumnya ada Soo Yi.
"Coba periksa pesannya!"
"Ini, dari ayahku," ucapnya melihat nama 'Paman' pada percakapan SMS Jin Hee.
Pesan berisi percakapan Jin Hee dan Ayah Min Joon yang memintanya datang Ke salah satu kamar hotel dengan dalih ingin mengatakan sesuatu. Karena sedang bekerja, Jin Hee menolak. Namun, ayah Min Joon memaksa dan berkata akan menyuruh orang menjemput Jin Hee. Mencoba patuh, Jin Hee pun setuju.
Entah apa yang terjadi saat itu, telah membuat Min Joon terkejut.
"Apa? Hanya begitu saja?" tanya Dong Soo merasa kurang dengan isi pesan yang benar-benar tak panjang.
"Sepertinya ayahku hanya sering meneleponnya."
"Lanjutkan! Cari yang lain lagi," pinta Sun Woo. Min Joon pun masih mencoba mencari informasi lain.
__ADS_1
Min Joon juga menemukan skrip percakapan Jin Hee dan Soo Yi. Beberapa kali keduanya saling berhubungan untuk bertemu di luar rumah Jin Hee. Juga pesan yang berisi beberapa pertanyaan pribadi dan pertanyaan apakah ayah Min Joon pernah menghubunginya.
***
Dalam ponsel juga terdapat sebuah percakapan lainnya, menampakkan pesan Jin Hee yang melapor kepada Soo Yi, bahwa dirinya sudah ada di bandara dan bersiap untuk pergi meninggalkan Seoul. Soo Yi pun berpesan agar berhati-hati.
Ini sebuah petunjuk penting yang terabaikan selama berbulan-bulan, membuat pencarian mereka yang terhenti sepertinya akan kembali berlanjut.
"Coba kau cari yang lainnya lagi?" desak Sun Woo.
"Sedang kuusahakan!" jawab Min Joon.
Karena kehilangan kesabaran, langsung saja Sun Woo mengambil ponsel itu dan mencoba jalan lain, seperti memeriksa foto, video bahkan rekaman.
"Apa ini?" ucap Sun Woo saat melihat sebuah file yang diberi nama 'Aku Tahu',
"Biar aku lihat!" pinta Dong Soo, mengambil ponsel itu itu. Kin ponsel mulai bergulir menyedihkan dari tangan pria-pria bingung ini. "Sebentar, ini adalah sebuah rekaman. tanggal terakhirnya sama dengan sms Jin Hee dengan ayahmu!" lanjutnya memutar rekaman setelah melihat file tersebut.
♫
Aku Tahu. Recorder, 15 November 2011.
"*Maaf membuatmu menjadi begini! Kau harus pergi demi putraku, jika bersamamu dia pasti akan merasa lebih bersalah," suara seorang pria terdengar tak asing di telinga.
"Sebenarnya, aku kenal dirimu jauh sebelum kau dan Sun Woo bertemu!"
"Aku rasa aku sudah tahu hal itu. Lalu apa hubungannya?"
"Aku dan ibumu adalah saingan bisnis, aku terkejut saat kembali dari italia dan mendapati Moon Ha Na ada di sebelah rumahku," ucapnya bercerita, "akulah yang membuat pekerjaan ibumu berakhir dengan kebangkrutan," lanjutnya lagi.
"Aku bilang aku tahu," ucap suara perempuan terdengar melemah.
"Apa Min Joon yang memberitahumu tentang semua itu?"
"Apa yang sesungguhnya ingin kau bicarakan paman?"
"Apa kau tahu Sun Woo bukanlah saudara kandungmu!"
"Aku tahu!" jawab suara perempuan yang terdengar seperti Jin Hee.
__ADS_1
"Tapi, siapa yang memberi tahumu?"
"Seseorang," jawab Jin Hee ringan.
"Tapi, Hari itu, di saat*—"
♫
"Berhenti!" seru Min Joon tiba-tiba, segera merampas dan mematikan ponsel yang dipegang Sun Woo itu.
"Kau ini kenapa? Berikan padaku!" tanya Sun Woo penasaran dan mencoba merampas benda itu.
"A-a-aku, aku rasa ini tidak penting lagi, yang terpenting sekarang adalah ternyata Jin Hee sudah mengetahui bahwa kau bukanlah kakak kandungnya!" lanjut Min Joon segera menyimpan ponsel dalam saku dan mengalihkan pembicaraan. Tiba-tiba saja ia berubah menjadi was-was dan terdengar khawatir.
"Kau benar!" lanjut Dong Soo setuju.
"Iya, tapi berikan ponselnya, aku akan mencoba menghubungi nomor yang ada pada ponsel itu," ucap Sun Woo memegangi lengan Min Joon.
"Biar aku saja!" tolak Min Joon mendorong tangan itu halus, menyisakan pertanyaan pada kepala Sun Woo.
"Kalian sedang apa? Masuklah di luar sudah mulai dingin!" teriak Ji Yeon membuat mereka menunda adegan detektif picisan. Mereka pun masuk ke dalam rumah dan sejenak melupakan kekhwatiran Min Joon.
Entah rekaman apa itu? Hingga harus membuat Min Joon tiba-tiba saja tampak tertekan, seolah mengetahui sesuatu. Sepanjang malam, Sun Woo terus memperhatikan gerak-gerik Min Joon. Batinnya mungkin kalut karena bukti dan petunjuk yang ada seolah dirampas darinya. Namun, Sun Woo mencoba menahan diri demi menemukan Jin Hee melalui tangan Min Joon dan memperalat rasa bersalahnya.
***
Min Joon memutuskan segera pulang ke rumah orang tuanya. Kedatangannya bukan untuk beradu kerinduan melainkan menciptakan sedikit keributan. Tentu saja membuat sang ibu tak bisa berbuat apa-apa lagi.
Ia yang sesungguhnya bahagia melihat Min Joon pulang, hanya bisa menahan keinginannya untuk bisa memeluk sang putera. Karena Min Joon terus saja memaksa agar ayah mengakui semua perbuatannya. Ibu yang seharusnya menyambut sang putera, justru harus melihat pertengakaran ini.
"Apa kau tidak mau mengakui kesalahanmu ini?" paksa Min Joon.
"Berapa kali harus kukatakan aku tidak tahu di mana Jin Hee-mu itu."
"Jika tidak, aku—"
"Kau akan apa hah? Mengancamku?" tantang ayahnya kesal.
"Dengar ayah, dengarkan ini!" ucapnya melemparkan ponsel Jin Hee ke atas meja kerja, lalu memutarkan rekaman yang berisi semua kenyataan yang sesungguhnya.
__ADS_1
***
Bersambung