Love You Kakak

Love You Kakak
wawancara


__ADS_3

Siang ini diteras rumah sedang duduk dua insan yang akan disatukan dalam hubungan pernikahan. Keduanya hanya terdiam sambil menata hati masing masing.arman sudah siap dengan segala pertanyaan yang akan dilontarkan oleh diandra, namun diandra malah diam karena mengingat kebersamaan mereka ketika masih kecil, arman adalah kakak laki laki terbaiknya, dia selalu merasa nyaman bila berada didekatnya, sama sekali tidak pernah terlintas dalam pikirannya bahwa armanlah yang akan menjadi pendamping hidupnya.


"dari pada nganggur mending buatin aku kopi. ngantuk ni" arman memulai pembicaraan untuk memecah suasana


"apa?" ahirnya diandra sadar dari lamunannya


"biknin aku kopi!"


"hadeeeuh males banget"


"yaudah aku tidur aja kalo gitu"


Sambil menghentakan kaki ahirnya diandrapun beranjak dari duduknya dan berjalan menuju dapur, arman yang melihatnya hanya tersenyum saja.tidak ada yang menanyakan apa yang mau dilakukan oleh diandra saat diandra melewati orang orang yang berada diruang tamu, namun melihat diandra menuju dapur bu asih kemudian menyusulnya.


"mau bikin apa nak?"


"kopi buat kakak bu"


"gulanya satu sendok saja"


"iya bu"


Setelah selesai membuat kopi untuk arman kenudian diandra pamit kepada bu asih untuk kembali ke teras rumah, sedang bu asih tetap didapur untuk membuatkan kopi pak ahmad dan pak wijaya.


"kopi spesial buat kakaaak" sepertinya diandra lupa dengan situasi saat ini hingga dia tidak menyadari telah bersikap seperti biasanya, gadis periang dan humoris.


"makasih adiku sayang" masih dengan keceriaan dan senyumannya diandra menanggapi jawaban arman


"it's ok"


Diandra kembali duduk di kursi seberang arman kemudian mulailah wawancara yang sudah direncanakan diandra.


"kak" suara diandra agak pelan dan terdengar ada keraguan dari nada bicaranya


"hemmm" jawab arman dengan sambil menghisap rokok yang baru saja ia nyalakan


"kakak sudah tau sejak kapan kalau kita dijodohkan?"


"lupa" jawab arman sekenanya yang membuat diandra sedikit emosi


"luuupa?" diandra mengulang jawaban arman, sedang arman hanya mengangguk ngangguk saja sambil terus menghisap rokoknya tanpa mempedulikan ekspresi diandra yang terlihat emosi

__ADS_1


"trus kenapa kakak gak kasih tau aku"


"bukannya kamu gak pengen tau"


"hemmm, kenapa kakak kok mau dijodohin?"


"aku kan anak yang baik, patuh pada orang tua" jawab arman sambil tertawa karena memuji dirinya sendiri


"ckckckck" diandra hanya berdecak sambil geleng geleng kepala mendengar jawaban arman


"waktu kita ketemu dipantai itu kakak sudah tau kalau kita dijodohin?" mendengar pertanyaan diandra arman hanya mengangguk saja


"jadi kakak sengaja za ngikutin aku?"


"kurang kerjaan banget ngikutin kamu" arman mengelak mendapatkan pertanyaan seperti itu karena memang itu bukan sebuah kesengajaan arman namun lebih kepada mengikuti perintah pak ahmad.


"brarti kakak sudah lama tau tentang perjodohan ini?"


"kayaknya seperti itu, kamu kalo capek bisa istirahat dikamar tamu!"


"enggak aku belum mau istirahat"


"masih pengen berduaan disini sama aku? Sabar dulu kan masih dua bulan lagi kita halalnya"


arman hanya tersenyum saja melihat tingkah diandra yang semakin kaya anak kecil. Itulah yang disukai arman dari diandra, dia memang manja dan seperti anak kecil bila berada disekitar orang orang terdekatnya namun dia sangat berkompeten dalam menghadapi dunia luar.


"kamu setuju gak dengan perjodohan ini?"


"belum tau"


"la tadi kok mau disuruh tunangan?"


"aku kan anak yang baik, nurut sama orang tua"


"yaaa kalau kamu memang gak siap nikah sama aku biar aku bilang ke ayah dan pak ahmad!"


"jangaaan" dengan spontan diandra menjawab karena memang dalam hati diandrapun sangat senang dengan perjodohan ini.


"nanti ayah dan ibu akan kecewa" diandra menambahi karena gengsi bila ketahuan dia juga senang dengan perhodohan ini.


"lebih baik kecewa sekarang dari pada kamu yang tersiksa"

__ADS_1


"aku gak bisa ngecewain ayah dan ibu kak, aku akan berusaha menerima perjodohan ini"


"anak pintar" arman menepuk nepuk kepala diandra yang masih tertutup hijab


"udah slesai? Ada yang mau ditanyakan lagi?"


"enggak"


"yaudah aku masuk dulu mau istirahat, beberapa hari ini aku kurang tidur"


"kak tunggu, kalau nanti kita sudah menikah aku masih boleh kan main main sama temen temen aku?"


"tergantung nanti" jawab arman sambil meneruskan langkahnya masuk rumah, kemudian diandrapun beranjak dari duduknya dan bergabung dengan yang lain, pak ahmad yang melihat diandra sudah kembali ahirnya pak ahmad berpamitan dengan keluarga diandra untuk kembali pulang.tanpa berpamitan dengan arman ahirnya pak ahmad sekeluarga pulang karena sejak tadi pak ahmad sudah menyadari wajah lelah dari arman.


Saat perjalanan pulang pak ahmad bertanya banyak pada diandra dan juga memberikan nasehat nasehat penting karena sebentar lagi diandra akan menikah. Diandra hanya mengiyakan segala apa yang disampaikan oleh ayahnya karena diandra menyadari semua memang untuk kebaikan bersama


"mandi sana...dan buruan ganti bajunya,kayaknya kamu kesenengan pakai baju itu". Goda ibu pada diandra yang terlihat sudah bisa menerima perjodohan ini


"iya bu, aku kekamar dulu"


"ayah juga mau mandi? Biar ibu siapkan pakaian ganti."


"he em" jawab ayah singkat kemudian pergi ke kamar untuk membersihkan diri juga, setelah membersihkan diri ayahpun beristirahat sambil memikirkan rencana penikahan diandra yang ingin dirayakannya dengan meriah. Beda dengan diandra yang setelah membersihkan diri mulai mengitak atik ponselnya dan melihat foto foto kenangan bersama arman dari kecil. Dia masih tidak menyangka kalu ternyata yang dijodohkan dengannya adalah arman laki laki yang sudah dianggap kakak terbaiknya, sebenarnya ada rasa bahagia yang teramat dihatinya tapi dia masih gengsi untuk mengakuinya.tiba tiba ponselnya berbunyi, segera ia membukanya dan ternyata chat dari arman..


"belum juga selesai dipikirin orangnya sudah muncul" gumam diandra sambil tersenyum sendiri


"pulang kok gak pamit sama aku?"


"kakak kelihatan lelah, jadi ayah ngajak langsung pulang"


"aku emang lelah banget tapi kalo mau dipamitin calon istri pasti lelahnya hilang, apalagi kalo dapat kissbay juga"


"ini kakak udah bangun dari tidur atau masih ngimpi?" balas diandra dengan menambahkan emoji lidah menjulur. Armanpu balik membalas dengan emoji tertawa


"lanjutin aja mimpinya, ntar ngelantur kemana mana."


"baru aja ketemu beberapa jam yang lalu kok udah kangen lagi."


"gombal,,,,"


Sebenarnya ada rasa bahagia dihati diandra tapi karena gengsi diapun terus saja mengelak

__ADS_1


"ini kan tahap belajar jadi suami romantis." arman terus saja menggoda diandra dan ini memang kebiasaannya dari dulu, apalagi setelah arman diminta pak ahmad untuk membantu menjaga diandra dengan menjadikannya istri bila sudah tiba waktunya nanti,arman semakin senang menggoda diandra karena memang sebenarnya ada rasa cinta dihatinya untuk diandra, namun diandra tidak pernah menyadarinya, dia selalu menganggap arman adalah kakak terbaiknya, dia selalu merasa bahagia bila berada didekat arman dan terkadang ada rasa tidak suka dihati diandra bila melihat arman dekat dengan gadis lain


__ADS_2