Love You Kakak

Love You Kakak
perjodohan


__ADS_3

Krik krik krik,,,suara merdu jangkrik di teras rumah arman bersahut sahutan, rumah yang selalu bersih dan rapi itu menampakkan penghuni yang begitu damai.


"ayah mau kemana?" tanya arman pada ayahnya yang rapi dengan jaket dan helemnya nampak akan pergi.


"jemput pak ahmad di lokasi proyek"


"bukannya ini hari libur kok pak ahmad ke proyek"


"iya, tadi katanya ada beberapa sketsa yang ketinggalan disana jadi pak ahmad ke sana dan ketika mw pulang katanya mobilnya mogok"


"heemm begitu, hati hati yah malem malem"


"iya, assalamualaikum"


"waalaikumsalaam"


Malam semakin larut,arman masih duduk bersantai di teras rumahnya diiringi suara jangkrik dan sesekali angin berhembus membelai malam.


"masih mikirin diandra ar?" tiba tiba ibu datang dengan membawa secangkir kopi


"eh ibu, yaa dia selalu ada dipikiran arman bu"


"sebenarnya bagaimana perasaanmu ke dia?"


"dia itu memang gadis yang pantas untuk dipilih bu"


"bukannya dia sangat manja, bagaimana nanti jika hidup bersamamu?"


"dia memang manja kalo dengan orang tuanya bu, tapi kalau diluar dia bisa menyesuaikan diri"


"tapi bagaimana dengan perasaan diandra padamu?"


"itulah yang belum aku tau bu, dia selalu menganggapku kakaknya dan tetap menghormatiku ketika di kampus"


"hemmm seperti itu"


Arman hanya manggut manggut.dia teringat bagaimana pesan pak ahmad padanya untuk selalu membantu dan mengawasi putri satu satunya itu.bahkan dengan senang hati dia melakukannya karena memang diandra adalah gadis manja yang menyenangkan baginya.mungkin kadang tingkahnya seperti anak kecil karena selalu dimanja oleh kedua orang tuanya tapi dia juga gadis yang sangat patuh terhadap nasehat nasehat yang diberikan orang tuanya. Diandrapun dapat menyesuaikan diri dimana dia berada dan tau harus bersikap bagaimna terhadap orang orang yang berada disekitarnya. Seperti kepada ayah dan ibu arman meskipun mereka hanya sopir dan asisten rumah tangga di rumahnya dia tetap menghargai dan menghormatinya sabagai orang yang lebih tua.


"apa diandra benar benar tidak punya seseorang yang terkhusus ar?"


"dari kenyataan yang aku tau sepertinya gak ada bu, tapi aku gak tau isi hatinya apakah ada seseorang yang dia sukai atau tidak"


Hari hari berlalu dengan sangat cepat begitu pula dengan hari hari diandra yang dilalui dengan penuh keceriaan,tapi ada sesuatu yang terkadang membuat dia merasa tidak nyaman mengingat ucapan ayahnya saat makan bersama diahir peknan, ayahnya berkata dengan sangat serius dan tak terbantahkan.


"kamu harus mulai benar benar jaga sikap, jaga diri dan mulai bersikap dewas"


"serius amat yah"

__ADS_1


"iya kali ini ayah serius, karena ayah gak mau mengecewakan calon suami kamu, nanti dia pikir ayah adalah orangtua yang gagal mendidik anak satu satunya"


diandra hanya menunduk mendengar ucapan ayahnya karena sebenarnya dia sangat tidak menginginkan perjodohan ini dan belum siap mendengar kata kata 'calon suami' di usianya yang belum matang.dia ingin lulus kuliah dulu kemudian bekerja agar tidak selalu bergantung pada harta keluarga dan diandrapun juga menginginkan menikah dengan seseorang yang dianggapnya pantas untuk dia cintai.tapi sepertinya itu hanya akan menjadi angan angannya saja karena orangtuanya sudah menetapkan segala apa yang harus dilakukannya kedepan.seperti biasanya diandra sering menghabiskan waktu santainya di perpustakaan dengan tanpa ditemani oleh teman temannya


"sepertinya gak semangat banget" diandra hanya mendongakkan kepalanya saat arman menyapanya


"mendingan tidur di rumah lebih nyaman dari pada tidur disini, nanti ilernya kena buku buku itu" sambil mengulum senyum arman kemudian ikut duduk dibangku sebrang diandra dan dengan spontan diandra mengusap bibirnya mendengar perkataan arman.


"iiih aku kan gak pernah ngiler kalau tidur"


"yakiin?"


"yakin lah"


"kelihatan gak semangat banget?"


"yaaah gimana mau semangat kalo semua udah ditentukan, gak ada yang dicita citakan karena gk bakal kesampean"


"kok begitu?"


"iya...ayah bilang semua yang akan aku lakukan kedepan sudah diatur"


"misal?"


"calon suami aku, kerjaan aku semua udah ditentukan sama ayah"


"seneng dong, jadinya gak usah repot repot cari jodoh gak usah repot repot cari kerjaan"


"kok begitu?"


"aku kan juga pengen kaya teman teman yang hidup dengan penuh perjuangan. Punya pengalaman, punya kisah cinta"


"emang kamu mau dijodohin sama siapa?"


"gak tau dan gak mau tau" jawab diandra singkat kemudian menelengkupkan wajahnya lagi ke meja


"la kalo ternyata yang dijodohin sama kamu orangnya keren wajah wajah opah korea trus berprestasi dan kaya raya gimana?"


"gak mungkin tipe tipe kayak gitu mau dijodoh jodohin ma orangtuanya, yang ada calon istrinya dan mantan istrinya ada dimana mana"


"gak semua kayak gitu lagi"


"aku kebayang disinetron sinetron gitu. Dijodohin sama orang kaya yang udah tua perutnya buncit orangnya pendek lagi.. Hiiiii"


Armanpun tertawa mendengar khayalan diandra yang menurutnya sangat tidak mungkin.tapi dia juga belum berani menunjukan diri sebelum orangtua diandra sendiri yang memberi tahu pada diandra.


"makanya kamu nanya sama ayah kamu, biar gak jadi korban sinetron begini"

__ADS_1


"enggak ah, aku belum bisa menerima kenyataan"


"yaaah doain aja biar ayah kamu gak salah pilih"


"huuufh males aku mikirinnya. Kakak kapan wisudanya?"


"masih tiga bulan lagi, tapi semua tugas dan administrasi sudah beres"


"alhamdulillaah,brencananya kalo lulus mau kemana?"


"kepelaminan"


"haaa singkat amat tujuannya, emang siapa calonnya kakak?"


"menyusul"


"kok bisa?"


"yaaa bisa lah, arman gitu lho!!"


"iiih mulai deh sombongnya"


"emang kapan aku pernah sombong?"


"tuuh barusan"


"sudah jam segini ayo buruan pulang dari pada gak ada yang dikerjakan disini"


"he em,,, sebenarnya aku masih males sih pulang. Pengen jalan jalan dulu"


"gak usah ambil resiko dengan mancing kemarahannya ayah kamu!"


"sebenarnya aku juga gak berani sih bikin ayah marah, tapi aku kan juga pengen kaya teman teman yang bebas ngapa ngapain"


"yaaa entar kamu bisa bilang ke suami kamu kalo kamu pengen kaya temen temen kamu!"


"jangan bahas suami kak, aku malas dengarnya"


"he he he yaudah buruan pulang sana!"


"iya iya"


"langsung pulang gak usah mampir mampir, ingat selalu pesan ayah kamu!"


"lama lama kakak kaya ayah juga"


Waktu menunjukkan pukul dua siang, dan ahirnya mereka bernjak dari duduknya dan keluar dari perpustakaan menuju tempat dimana mereka memarkirkan kendaraannya.

__ADS_1


Diandra memacu mobilnya dengan agak lambat karena dia masih malas untuk segera sampai di rumah tapi dia juga tetap tidak berani untuk mampir mampir dulu ketempat lain. Tanpa diandra sadari ternyata motor arman mengikutinya dari belakang karna arman masih khawatir kalau diandra tidak langsung pulang kerumah.


Ketika sudah bisa dipastikan mobil yang dikendarai diandra menuju jalan pulang armanpun bergegas kembali ke kampus karena masih ada beberapa urusan yang belum terselesaikan.


__ADS_2