Love You Kakak

Love You Kakak
ban mobil kempes


__ADS_3

Matahari mulai tenggelam tapi diandra dan teman temannya masih duduk di tempatnya.teman teman diandra masih terlihat semangat dengan menikmati sejuknya angin pantai sore itu.beda dengan diandra yang mulai resah karena dia sudah janji pada orang tuanya untuk tidak pulang smapai malam.


"kelihatannya kok sedih banget di"


"he he he.nggak kok...montirnya masih lama ya nyampeknya ren?"


"mungkin aja, karena katanya pasien yg nungguin juga lumayan banyak"


"Nggak ada bengkel yang lain yang bisa dihubungi buat kesini gitu?"


"Ada tapi jauuh, kemungkinan nyampek sini juga lama.kenapa?"


"nggak papa kok"


"udah kabari orang rumah belom kalo pulang telat cz mobilnya bannya kempes"


"udah kok, tapi belom ada yang buka wa aq"


"yaudah sabar dulu za, kan banyak temennya"


"he em"


Hari semakin sore tapi montirnya tak kunjung datang.diandrapun terlihat semakin gak bersemangat karena tidak biasanya dia menyalahi janji pada orangtuanya, apalagi gak kedua orang tuanya belum ada yang membuka wa nya.


"kak arman belum pulang juga?"


Diandra terkesiap mendengar nama yang disebut oleh amel temannya.


"belum. Kalian juga belum pulang?"


"belum nih kak.kayaknya mobilnya minta diceburin kelaut kaya anak anak itu"


Sahut lesia dengan seenaknya karena diapun merasa jenuh nunggu montir yang dipanggil reno tak kunjung datang.


"enak aja. Kamu aja yang diceburin dilaut biar otaknya gak oleng"


"kakak kok belum pulang juga?"


"nieh udah persiapan mau pulang, mau ikut pulang bareng aku?"


Tanpa basa basi arman langsung menawari diandra untuk pulang bareng.


"enggak ah.tadi kan brangkatnya bareng bareng, masak gara gara mobil kempes bannya main tinggal aja"


Sebenarnya diandra pengen banget pulng bareng arman, melihat matahari yang mulai hilang dari peraduannya.tapi diandra merasa gak enak sama teman temannya.


"kamu pulang bareng kak arman aja di. Biar aku sama temen temen nunggu disini, lagian ini sudah hampir gelap ntar ayahmu khawatir lagi"


lesia yang melihat kecemasan diwajah diandrapun memberikan saran agar dia pulang lebih dulu bareng arman.


"tapi tadi kita kan brangkatnya barengan" sambung amel yang kelihatannya tidak mw membiarkan diandra pulang bareng arman.


"gak papa di kamu pulang aja duluan bareng kak arman" sambung reno yang sependapat dengan lesia.tapi diandra masih terdiam karena merasa gak enak sama teman temannya.

__ADS_1


"udah buruan pulang dulu gih sama kak arman" lesiapun mendorong diandra untuk segera ikut pulang bareng arman.


"yaudah kalo gitu aku ikut kakak duluan aja ya, maaf ya teman teman gk bisa nemenin kalian nungguim mobil reno"


"udaaah gak papa kok"


"daaa assalamualaikuum"


"gak setia kawan banget" gumam amel yang masih bisa didengar oleh reno tapi reno tidak menanggapinya.


Motor arman berjalan dengan kecepatan sedang menyusuri jalan agak sunyi yang menghubungkan pantai dengan jalanan kota. Haripun mulai gelap tapi belum sampai adzan maghrib mereka sudah sampai di rumah diandra.


"kakak gak mampir dulu"


"enggak usah ini udah mau adzan maghrib, lagian ibu juga kan sudah pulang kalo jam segini"


"yaudah makasih kak....hati hati dijalan"


"heemmm" jawab arman sambil menganggukan keplanya kemudian ia segera melajukan motornya agar cepat sampai di rumah.


"alhamdulillaah tugas hari ini selesai dengan baik" gumam arman sambil memarkirkan motornya di teras rumah.


"assalamualaikuum"


"waalaikumsalaam" jawab ibu dari tempat sholat, dengan sambil memakai mukena ibu menyambut kedatangan arman.


"kok baru sampai rumah man?"


"lho kenapa kok smpai gelap begini baru sampai di rumah man?"


"tadi nungguin mobil temennya diandra yang bannya kempes bu.pakai negosiasi dulu baru diandra mau pulang sama aku"


"owh jadi diandranya tadi pulang sama kamu?"


"iya bu.habis nganterin dia kerumah aku langsung pulang."


" gak ketemu sama pak ahmad?"


"nggak"


"yaudah buruan ganti baju kita sholat maghrib bareng.tuh ayah udah nungguin"


"iya tapi kayaknya aku mandi dulu bu"


" yaudah buruan"


Keharmonisan dikeluarga arman selalu terjaga. Walaupun mereka hidup sederhana tapi sepertinya tidak ada beban dihidup mereka, semua dijalani dengan rasa syukur hingga tidak ada keluhan keluhan yang memberatkan keadaan keluarga mereka.


"dari mana aja di sampai gelap begini kok baru sampai di rumah?"


"ibu tadi gak buka wa aku?"


"belum sempat"

__ADS_1


"hemmm, tadi mobinya reno bannya kempes bu, la nungguin montirnya lama banget karena lagi banyak pasien juga, untungnya ada kakak jadi aku pulang bareng kakak"


"la terus temen temen kamu gimana?"


"masih nungguin disana bu."


"ya allah di kasian bener. La kamu pulang duluan gakpapa"


"sebenernya gak enak sih bu tapi temen temen pada maksa buat aku pulang duluan sama kakak karena takut ayah marah Jadi aku ikut pulang kakak deh."


"owh begitu. Sudah mandi atau belum? Buruan badannya dibersihakan."


"tadi sih udah mandi bu tapi sekarang badannya gak enak kalo nggak mandi lagi" sambil jalan masuk kamar diandra masih tolah toleh mencari keberadaan ayahnya, tapi sampai masuk kamar dia tidak melihat keberadaan ayahnya diapun tidak menanyakannya pada ibunya kemudian dia melanjutkan ritualnya ke kamar mandi.


Jam dinding menunjukkan pukul 08.00 malam karena tidak ada tugas penting diandra duduk santai di ruang tv,saat fokus menikmati acara malam itu tiba tiba ayah datang ber sama paman wijaya.


"ayah baru pulang?"


"iya,,tadi kamu sampai di rumah jam berapa?"


"setengah enam yah" jawab diandra sambil menyalami tangan ayahnya


"saya pulang dulu ya, ini tasnya"


"oh iya makasih paman"


"assalamualaikuum"


"waalaikumsalaam" jawab diandra dan ayahnya bersamaan.


"tadi ayah sudah mandi di tempat proyek dan sudah makan juga dengan paman, ini tolong bawa kekamar ayah mau disini dulu."


"siap yah"


"ayah sudah pulang, mau kopi?"


"boleh bu"


Sambil membuat kopi ibu bercerita pada ayah kalau tadi dindra disuruh pulang duluan ikut motornya arman, sebenarnya diandra tidak enak ninggalin teman temannya tapi teman temannya maksa karena katanya takut ayah marah.


"owh gitu" jawab ayah sambil menahan tawa karena sebenarnya ayah sudah tau semuanya.


"la sekarang gimana teman teman kamu di? Sudah pada pulang?" ketika melihat diandra mendekat ayaj langsung mengabarkan keadaan teman temannya.


"sudah kok yah, tadi pas aku jalan pulang katanya montirnya udah datang"


"syukurlah kalo begitu" sahut ibu sambil menyuguhkan kopi untuk ayah


"besok lagi kalo mau jalan dipersiapkan dengan baik, mobil juga benar benar dicek dulu"


"siap ayah, brarti besok besok kita boleh jalan jalan lagi yah" sahut diandra dengan kegirangan karena biasanya dia selalu dibatasi setiap mau bepergian dengan teman temannya


"tergantung keadaan" jawab ayah sambil tersenyum dan mengacak ngacak rambut diandra.malam semakin larut ahirnya diandrapun pamit untuk segera tidur kemudian diandra masuk kedalam kamar meninggalkan kedua orangtuanya yang masih asyik membahas pekerjaan yang mereka lakukan hari ini

__ADS_1


__ADS_2