
"kak makan malam nanti mau makan apa?"
"makan kamu aja"
"serius nih"
"aku malah limarius"
"dasar mesum"
"biasanya pengantin baru itu suka dimesumin"
"enggak juga tuh, nanti mau makan apa? Jangan yang aneh aneh ntar aku gak bisa masaknya"
"gak usah masak, ntar kita beli aja diluar atw kita ke rumah ibu, biar kamu gak capek, kumpulin tenaga buat nanti malam"
"hufh, kalo gagal lagi gimana?"
"ha ha ha, yaaa dicoba terus sampai berhasil" arman kemudian menarik tubuh diandra yang sejak tadi sibuk mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.
"minggir ah belum kering nih"
"sini aku bantuin"
Sampai waktu maghrib tiba keduanya masih sibuk di kamar dengan obrolan yang selalu membuat diandra malu. Namun itu malah membuat arman semakin senang karena melihat istrinya yang semakin menggemaskan. Setelah sholat maghrib berjamaah didalam kamarnya kemudian arman mengajak diandra keluar untuk jalan jalan.
"masih suka ayam krispi sambal matah kan?"
"he em" jawab diandra sambil menganggukan kepalanya
"kalo gitu kita ke sana aja za?" lanjut arman sambil menunjuk rumah makan aneka sambal yang terlihat ramai pengunjung, dan diandra kembali menganggukan kepalanya.
"motornya gimana kak?"
"tunggu disini aku ambil motornya dulu"
"gak mau ah, aku ikut kakak aja ngambil motor"
tanpa ada debatan lagi kemudian arman menggandeng tangan diandra untuk menuju parkiran motornya.tanpa sadar diandrapun bergelayut manja ditangan arman sambil menikmati indahnya malam yang diiringi dengan suara deru kendaraan yang berkejar kejaran dengan tujuan masing masing.
"sekarang boncengnya sambil meluk juga boleh he he" arman mulai cengengesan menggoda istrinya yang selalu dia anggap gadis kecilnya yang manja
"iiih maunya dipeluk peluk terus"
"katanya dulu pengen punya pacar, orang kalo pacaran za kayak gitu"
"kakak kok tau?" tanya diandra sambil melototkan matanya karena merasa tidak nyaman dengan keterangan arman, dia mulai curiga jangan jangan arman pernah melakukannya dengan gadis lain.
"yaaah taulah, kan sering lihat kalo lagi nongkrong sama teman teman"
"pernah praktek juga za"
"aku ingat ingat dulu"
"tuch kan malah mengingat mantan"
__ADS_1
"ha ha ha, cemburu za" jawab arman sambil menowel dagu diandra
"ngapain cemburu" kilah diandra sambil memalingkan mukanya
hanya beberapa menit saja ahirnya mereka sampai ditempat parkir rumah makan aneka sambal, arman memarkirkan motornya agak dekat pintu masuk namun ketika turun dari motor mereka dikagetkan dengan kehadiran sosok yang sangat mereka kenal,tapi dengan penampilan yang berbeda membuat keduanya sedikit keheranan.
"wah ada pengantin baru, kakak adik jadi manten ha ha ha gak seru"
"amel apa kabar? Kapan balik kesini?"
"kabarnya sangat baik, seperti yang kamu lihat saat ini"
"syukurlah"
"sok baik banget kamu"
"sok baik gimana? Kalo tau temennya kabarnya baik kan emang harus bersyukur"
"yaah yang pasti aku gak bakalan bunuh diri karena cintanya diambil sama temennya"
"maafin aku"
"gak perlu minta maaf tapi bersiaplah karena aku akan selalu memiliki apa yang aku inginkan, sampai jumpa di kampus mantan teman"
Amel melambaikan tangannya pada diandra kemudian pergi meninggalkannya, arman hanya diam menyimak obrolan mereka, namun kalimat terahir amel membuat arman harus hati hati dan selalu waspada.
"kak"
"hemmm"
"amel kok jadi kayak gitu za?"
Kemudian keduanya masuk namun diandra masih saja menoleh kebelakang melihat kepergian amel, ada rasa sedih karena perubahan drastis dari amel. mengingat mereka sudah berteman akrab sejak sma ada rasa sesal dihati diandra, mengapa semua jadi seperti ini, namun tidak mungkin juga baginya memberikan arman pada amel. Diandra masih duduk melamun dikursi yang berhadapan dengan suwaminya dan itu membuat arman jadi tidak nyaman.
"mikirin apa?"
"hem enggak ada kok kak"
"gak usah mikirin teman kamu yang gak jelas itu"
"kak"
"iya"
"andai kakak gak dijodohin sama aku kakak suka nggak sama amel"
"enggak"
"kenapa?"
"ya gak kenapa kenapa"
"amel kan cantik pinter kaya raya lagi, kenapa kakak gak suka"
"kamu itu bicara apa sih? Bikin nafsu makan hilang aja" mendengar penuturan diandra tentang amel membuat armman kembali ke sifat asalnya, dingin dan gampang marah
__ADS_1
"maaf kak" ucap diandra dengan wajah memelas
"aku maafin tapi jangan pernah diulangi lagi"
"iya"
Setelah keduanya selesai makan dengan menu favorit masing masing kemudian keduanya tidak lansung kembali kerumah namun melanjutkan perjalanan menikmati kebersamaan.lalu lalang kendaraan mengiringi perjalanan mereka, dan setelah puas mereka memutuskan untuk pulang ke rumah pak wijaya dulu.
"assalamualaikum?"
"waalaikumsalaam"
Segera bu asih menuju pintu depan karena mendengar suara anaknya.
"kalian dari mana?"
"habis jalan jalan bu" jawab diandra sambil mencium punggung tangan bu asih, kemudian semuanya masuk kedalam rumah lalu menuju ruang keluarga yang disana sudah ada pak wijaya duduk menikmati kopinya.tidak ada pertanyaan dari pak wijaya karena tadi sudah mendengar percakapan mereka.
"sudah malam nginep sini aja man" arman menoleh pada diandra dan diandra hanya mengangkat kedua pundaknya.
"sepertinya diandra keberatan yah kalo sekarang diajak nginep disini" dengan spontan diandra menyikut arman dengan tangan kanannya
"nginep sini aja, kami gak bakalan ganggu kok, iya kan bu?"
"ayah ini ngomong apa sih, kasian nak diandra jadi malu" jawab ibu dengan sedikit tertawa
"iya yah, kita nginep sini gak papa kok" gantian arman yang segera menoleh kearah diandra, dan mendapati itu diandra tersenyum senang dalam hatinya.dengan tidur disini malam ini mungkin dia akan selamat dari serangan arman, karena memang sebenarnya diandra masih belum benar benar siap menerima nafkah bathin dari arman, dia masih takut hamil dalam keadaan masih kuliah, dan jika ingin memakai alat kontrasepsipun gak mungkin karena ibunya melarangnya sedari awal.ibunya takut kalau diandra mengikuti jejaknya, karena mengikuti kb diawal pernikahan jadinya terlanjur harus menunggu bertahun tahun untuk bisa memiliki keturunan
"tapi besok kamu kan udah mulai masuk kuliah di"
"besok habis subuh kita kembali ke rumah, kan deket kak"
"iya, begitu juga bagus man, kalian sudah makan atau belum? Kalau belum ibu buatin nasi goreng"
"sudah kok bu tadi di rumah makan aneka sambel,oh iya itu yang di meja kita bungkus buat ayah sama ibu"
"trimakasih, kalian kalo mau istirahat silahkan ke kamar, kamarnya selalu ibu bersihin kok, jadi tinggal pasang sprei saja"
"iya bu kita kekamar dulu"
Kemudin diandra pergi kekamar, namun tidak dengan arman yang kedapur dulu untuk mengambil air minum, dan tak lupa dia juga membawakannya untuk diandra, ketika masuk kamar dia tidak menemukan diandra disana, melihat pintu kamar mandi yang tertutup kemudian arman mengetok pintu memastikan apakah diandra berada didalam.
"iya sebentar"
Mendengar jawaban dari diandra kemudian arman berbalik lalu duduk di sofa kecil yang ada didalam kamarnya. Sambil menunggu diandra yang berada dikamar mandi dia mulai membuka ponselnya untuk mengecek pekerjaannya, apakah ada email yang urgent atau tidak, dan ternyata tidak ada yang penting sampai diandra keluar dari kamar mandi.
"kita sholat disini atau diluar kak?"
"disini saja"
"kalo gitu aku ambil mukena diluar dulu za!"
"enggak usah, itu dilaci sudah ada mukena"
"ok, kakak gak mau sholat sekarang?"
__ADS_1
"iya tunggu sebentar"
Setelah menyimpan ponselnya arman pergi kekamar mandi untuk mengambil wudhu, setelah siap kemudian mereka sholat berjamaah dan dilanjut dengan tidur bersama. Sepertinya keduanya lelah setelah melakukan perjalanan selepas waktu maghrib tadi, malam ini tidak ada ritual khusus. Mereka tidur dalam satu selimut sambil berpelukan.