
"kok buru buru amat mel? Gak ikutan ngumpul dulu?" Tanya lesia pada amel karena amel pamit mau segera pulang dan gak ikutan nyantai dulu sama teman temanya di tempat biasanya.
"enggak,,,aku harus jadi orang pertama yang jenguk kak arman?"
"emang kak arman kenapa?"
"kata abangku kemaren kak arman habis jatuh dari motor dan sekarang harus istirahat dulu"
"owh gitu? Tapi dengar dengar kak arman kan udah punya tunangan mel?"
"yaàch baru tunangan aja kok, yang nikah aja bisa pisah" lesia hanya bisa geleng geleng kepala mendengar jawaban amel yang menurutnya tidak sesuai dengan prinsip persahabatan mereka, yakni 'pantang mengambil milik orang lain'
Amel adalah teman lesia dan diandra sejak sma, karena notabe mereka hampir sama yakni dari keluarga berada ahirnya merekapun bisa meneruskan di kampus yang sama dan bersahabatan sampai sekarang ini. Amel adalah gadis yang pintar, dia selalu unggul disetiap mata kuliah namun dia juga agak sulit bila diberi nasehat karena merasa dirinya lebih pintar ditambah lagi ekonomi keluarga yang sangat memadai membuatnya selalu memandang rendah orang lain hingga dia sulit bergaul, hanya beberapa orang saja yang bisa menjadi teman akrabnya.
"amel jadi ke rumah kakak les?"
"ia di,,,dasar kepala batu"
"emang kenapa lagi?"
"udah tau kak arman udah punya tunangan, masih aja ngejar ngejar kak arman,,siapa sih di tunangan kak arman?"
"masih rahasia"
"tapi beneran kak arman sudah punya tunangan?"
"ya bener lah, malah sebulan lagi akan menikah"
"secepat itu? Kamu udah jenguk kak arman atau belum?"
"udah tadi malem"
"gimana keadaannya?"
"masih susah jalan karena luka luka di kakinya belum kering"
Sebenarnya diandra ingin segera memberi tahu teman teman dekatnya kalau dialah tunangan arman, karena mengingat amel yang masih saja mengejar ngejar cinta arman.tapi diandra masih belum menemukan moment yang tepat untuk bercerita pada teman temannya padahal hari pernikahan mereka tinggal enam minggu lagi.
"gimana kalau kita susul amel ke rumah kakak"
"stuju banget, ayo brangkat, tapi pakai mobil siapa?"
"Pakai mobil masing masing aja dari pada ntar bolak balik kesini"
"ok"
Ahirnya diandra dan lesia sama sama menyusul amel ke rumah arman dengan mengendarai mobil masing masing.hampir setengah jam merekapun sampai di rumah arman dengan mobil diandra yang sampai terlebih dahulu.rupanya arman dan amel duduk di teras rumah dengan kursi berseberangan, keduanyapun agak kaget melihat kedatangan diandra dan lesia.
"assalamualaikum?"
__ADS_1
"waalikumsalaam" jawab arman dan amel bersamaan, arman terlihat bersemangat dengan kedatangan diandra, beda dengan amel yang menjawab pelan salam diandra dan lesia karena sepertinya amel tidak suka dengan kedatangan mereka berdua.
"kebetulan kamu datang, tolong buatin minum di tamu tamunya!" perintah arman pada diandra dengan penuh semangat.
"kakak ini, belum juga aku duduk udah disuruh suruh"
"ayolah,,sekarang aku kan lagi sakit,boleh dong minta tolong"
"nggak usah kak, ntar aku ambil aja sendiri ke dapur"
"gak papa, biar diandra sekalian belajar jadi istri sholihah" arman memang sengaja berucap seperti itu agar diandra segera memberi tahu teman temannya soal pertunangannya dan juga karena dia merasa risi dengan amel yang terus terusan ngejar ngejar dirinya.
"kalau gitu biar aku aja yang buatin minum kak"
Sahut amel penuh semangat mencari cari kesempatan.
"gak usah, biar diandra saja, kamu disini aja nemenin aku"
"owh ok"
"yaudah aku bikin minuman dulu za"
Ahirnya diandra masuk kedalam untuk membuatkan minum teman temannya meskipun dengan langkah agak terseret karena sebenarnya dia malas untuk melakukannya. Setelah tiga cangkir teh dan satu cangkir kopi telah siap diandrapun membawanya keluar untuk disuguhkan pada teman temannya.ketika dia belum sampai di teras ternyata pak wijaya datang dengan menenteng dua paperbag yang berukuran sedang.
"lho ada tamu toh?"
"slamat siang om" sapa amel pada pak wijaya
"iya om, kami sedang menjenguk kak arman"
Jawab lesia agak sungkan.pak wijayapu sedikit heran kenapa teman teman diandra kok sampai menjenguk arman.karena seperti memahami keheranan pak wijaya arman kemudian angkat bicara.
"diandra ada di dalam, bikin minuman yah"
Bersamaan dengan itu diandra telah sampai di teras dengan membawa minuman untuk teman temannya.
"lho paman juga sudah pulang?" tanya diandra sambil menyuguhkan minuman pada teman temannya
"ini di suruh pak ahmad ngantar sayur ikan gabus buat arman"
"owh gitu, paman mau kopi juga?"
"enggak usah. ini mau langsung kembali ke lokasi, tolong sekalian ini diangetin dan jangan lupa suruh arman makan!"
"siap paman"
"sekarang rasanya kok gak enak za kalo dipanggil paman"
"kan emang biasanya seperti itu"
__ADS_1
"tapi sekarang statusnya kan beda, sebentar lagi kamukan beneran jadi anak paman.gimana kalo mulai sekarang panggil ayah juga kaya arman"
Mendapat pernyataan seperti itu didepan teman temannya diandrapun agak kebingungan, begitu juga dengan amel dan lesia yang mengamati kata kata dari pak wijaya
"he he he aku usahain paman"
"lho baru gitu aja udah lupa, dasar calon mantu durhaka!"
Sengaja arman menyebut calon mantu agar teman teman diandra tau status hubungan mereka. mendengar arman menyebut calon mantu diandra langsung mendelik ke arah arman karena takut teman temannya tau soal hubungan mereka.
"memang siapa yang calon mantu kak?" Tanya lesia mencari kejelasan. Sedang amel hanya diam saja dengan perasaan campur aduk
"yang berdiri disebelah ayah itu"
"lho emangnya belum pada tau kalo kamu dan diandra sudah bertunangan dan akan melaksanakan akad nikah diahir bulan ramadhan ini"
Lesia hanya geleng geleng kepala sambil memandang kearah diandra, sedang amel hanya membatu di tempat duduknya sambil menyimak obrolan mereka.
"bukannya kalian bersaudara?" ahirnya amel ikut angkat bicara
"iya,,,sodara ketemu gede ha ha"
"selamat za di, aku baru tau kalo kamu udah bertunangan dan sebentar lagi akan menikah"
Dengan basa basi lesia memberi selamat kepada diandra, tapi dalam hati dia menyimpan segudang pertanyaan yang akan dia tumpahkan nanti pada saat yang tepat, bukan didepan ayah arman saat ini.
"aku pulang dulu ya, assalamualaikum?" dengan mengambil tasnya ahirnya amel pamit pulang sebelum mencicipi minumannya, tidak tau sekarang apa yang ia pikirkan setelah tau bahwa diandralah calon istri arman, entah dia akan terus mengejar arman atau akan berhenti sampai disini.
"ayah juga harus segera kembali, jangan lupa dimakan man!"
"iya yah, sampaikan trimakasih pada ayah calon mertua"
"he em" kemudian oak wijaya juga pergi untuk kembali ke lokasi proyek yang sedang ditangani pak ahmad saat ini.
"aku juga pamit pulang dulu za, udah jam segini" pamit lesia dengan sambil melihat jam tangan yang melingkar ditangannya.
"kok ikut pamit juga sih les?"
"kan tadi mau jenguk kak arman, sekarang udah lihat orangnya jadi aku pamit dulu ya"
"diminum dulu tehnya"
"owh iya sampek lupa" setelah meminum tehnya ahirnya lesiapun pamit pulang
"hati hati di jalan les!"
"kamu yang hati hati, kalian cuma berdua entar didatengi syaiton lho ha ha ha"
"entar kalo syaitonnya dateng aku siram pakai teh ini" ha ha ha"
__ADS_1
Sekarang tinggal arman dan diandra berdua di teras rumah dengan pikiran masing masing, arman merasa lega ahirnya teman teman diandra sudah tau tentang hubungan mereka, sedang diandra kebingungan bagaimana besok menjelaskan pada teman temannya, apalagi teringat tadi amel yang terlihat aneh.