Love You Kakak

Love You Kakak
calon istri


__ADS_3

pagi menjelang, mataharipun sudah menampakkan diri dengan sinarnya yang begitu cerah, tapi diandra masih bergelung selimut menikmati hari liburnya. Ditambah lagi dia yang berhalangan jadi diapun melewatkan waktu subuh dengan santainya.


ujian semester genap telah usai, libur panjang diandra hanya dihabiskan dengan antar jemput ibunya ke klinik tempat praktek ibunya, kadang juga bantu bantu bu asih mengerjakan pekerjaan rumah.padahal bu asih sudah melarangnya tapi diandra tetap membantu dengan alasan belajar jadi ibu rumah tangga.


"di,,,ayo bangun nak! Udah jam brapa ini? Nanti ibu terlambat lho."


"lima menit lagi bu."


"udah dua puluh menit nih. Dari tadi kok lima menit terus"


"iya iya ibuku sayang"


Kemudian diandra beranjak dari tempat tidurnya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.setelah bersih dan rapi diandrapun mengajak ibunya untuk segera berangkat.


"lho gak sarapan dulu di?"


"enggak bu, aq pengen sarapan bubur ayam dekat klinik ibu"


"ini baju kamu, kalau kurang pas nanti kamu pergi ke butiknya minta dipermak"


Ibu menyodorkan sebuah paperbag yang berisikan gaun indah warna dusty pink kesukaan diandra lengkap dengan jilbabnya.paperbag itu didapat dari bu asih tadi pagi pagi sekali sebelum diandra bangun.


"bagus sekali bu" ucap diandra sambil menjewer baju itu dan tak sengaja bu asihpun mendengar ucapan diandra, diapun merasa senang karena ternyata diandra menyukai baju yang dia berikan


"itu dari bu asih untuk acara wisudanya arman minggu depan"


"maksudnya bu?"


"nanti kalau arman wisuda kamu disuruh hadir pakai gaun itu"


"ok bu,,nanti aku coba deh.sekarang ayo kita brangkat"


Ibupun merasa senang melihat diandra yang penuh semangat, tapi ibu juga belum berani mengatakan kepada diandra kalau setelah acara wisuda arman akan dilanjut dengan acara pertunangan mereka.ibu menyerahkan semua kepada ayah diandra. Sebenarnya ibupun masih ragu apakah diandra akan bisa menerima perjodohan ini, mengingat usia mereka yang terpaut lumayan jauh dan juga selama ini diandra menganggap arman adalah kakak satu satunya.


"ibu masuk dulu ya, buburnya dimakan di rumah saja dan jangan lupa beli juga buat bu asih"


"siap bu, assalamualaikuum"


"waalaikumsalaam"


Setelah mencium punggung tangan ibunya kemudian diandra pergi ke outlet bubur ayam yang ada didekat klinik. setelah mendapatkan dua bungkus bubur ayam kemudian dia pulang sambil mengingat ingat gaun indah yang diberi oleh bu asih. Warna faforit dan model yang sesuai dengan bentuk tubuhnya ditambah kerudung yang sangat cocok untuk dipadukan dengan gaunnya.diapun mulai berfikir kok bu asih ngasih baju sebagus itu untuknya


"bu asih ini bubur buat bu asih, tadi aku beli di dekat klinik praktek ibu"


"makasih nak diandra"

__ADS_1


"sama sama.aku juga makasih udah dikasih gaun sebgus itu bu,warnanya juga aku suka banget"


"iya, itu yang milih arman. Katanya buat adik terbaiknya"


"kakak emang keren"


"kamu seneng?"


"seneng banget bu. Yaudah aku cobain dulu ya gaunnya"


Dengan langkah cepat dan hati berbunga bunga diandra menuju kamarnya kemudian mencoba gaunnya, karena merasa bajunya kurang oas vagian lengannya diandrapun pergi ke butiq yang disarankan oleh ibunya.


"mbak mau permak gaun ini"


Diandra menyodorkan paperbag yang berisikan gaun yang diberi oleh bu asih dan menunjukkan struk berstempel butiq tersebut yang tidak diberi nominal harga kepada kasir muda yang menyambutnya.


"owh iya,mbak bisa keruang sebelah kanan, itu bagian permak"


"makasih"


"sama sama mbk"


Kemudian diandra bergegas ke ruang yang ditunjuk oleh kasir tersebut.


"ada yang bisa saya bantu kak?"


"owh ini gaun yang untuk calon istrinya mas arman kemaren toh. Mari sini biar saya ukur lengannya, kakak calon istrinya mas arman za? Cantik banget."


Ditanya seperti itu diandra jadi terbengong dan tidak segera menjawab pertanyaan yang diajukan padanya.


"sini kak!"


"owh iya..saya adiknya kak arman bukan calon istrinya kak arman he he"


"owh gitu,pantesan cantik sekali, mas arman juga ganteng ternyata saudaranya"


"he he mbak bisa aja"


"nantinya acara pertunangannya dimana kak?"


"pertunangan siapa?"


"ya pertunangan mas arman lah.katanya setelah wisuda dilanjut dengan acara pertunangan, apa sekalian dikampus jadi gak usah nyebar undangan ha ha ha"


"owh kalo itu saya belum tau pastinya mbak, udah slesaikan?"

__ADS_1


"sudah kak.bisa diambil besok sore za"


"ok makasih"


"sama sama"


Baru saja diandra merasa bersemangat dihari ini, kemudian harus diresahkan dengan pertanyaan seputar tentang pertunangan arman yang dia tidak tahu sama sekali.mendengar arman akan bertunangan terasa ada yang lain dihati diandra, entah karena takut kehilangan sosok seorang kakak atau ada sebab lain.dengan langkah gontai diandra menuju mobilnya kemudian mengendarai mobilnya untuk segera pulang.


Setelah sampai di rumah dia hanya diam dan tidak berani bertanya kepada siapapun tentang pertunangan arman.dia berfikir mungkin yang dia dengar dibutiq tadi hanya candaan atau gosip. Diandra memutuskan untuk tidak memikirkan hal itu.kalau toh arman akan bertunangan memangnya dengan siapa karena selama ini tidak terlihat arman dekat dengan gadis manapun.


Sampailah dihari menjelang pelaksanaan wisuda di kampus arman.


"di!"


"iya yah"


"bagaimana dengan kamu? Apa besok sudah siap?"


"siap yah. Baju yang dikasih bu asih juga sudah siap, diandra suka bajunya bagus banget."


"syukurlah kalau kamu sudah siap, jangan sampai bikin ayah malu"


"ya enggak lah, emang diandra mau ngapain sampai bikin ayah malu"


Ayah hanya memicingkan matanya mendengar jawaban diandra.kemudian ibupun angkat bicara.


"yah ibu belum kasih tau diandra soal acara besok"


Ayah langsung menoleh kearah ibu dengan ekspresi yang tidak bisa diterka, sedang ibu hanya menunduk tidak berani menatap sang ayah. Diandra jadi semakin bingung melihat kedua orang tuanya.


"ayah saja yang bilang ke diandra!"


"memangnya ada apa bu?"


Sambil menghela nafas panjang kemudian ayah pun memberi tahu tentang rencana pertunangan yang akan dilaksanakan setelah wisudanya arman. Diandrapun syok mendengarnya, entah apa yang dipikirkan diandra tapi dia tidak bisa menjawab segala apa yang disampaikan oleh ayahnya.


"pokoknya nggak ada kata tidak di, besok kamu nggak boleh bikin malu keluarga"


Diandra hanya mengangguk dan tidak berani menatap kedua orangtuanya.pikirannya campur aduk gk karuan, entah senang atau sedih tapi dia masih kaget karena ternyata calon suami yang dikatakan ayah selama ini adalah kak arman. laki laki terbaik yang sudah dianggap sebagai kakaknya sendiri.


"ini sudah direncanakan sebelum kalian beranjak dewasa, jadi jangan kecewakan kami"


Ucap ayah mempertegas karena khawatir diandra tidak bisa menerima putusan ini.karena lagi lagi perbedaan usia yang menjadi pertimbangan.


"iya yah, aku istirahat dulu"

__ADS_1


"ibu juga mau istirahat dulu"


Setelah kepergian diandra dan ibunya kemudian ayahpun merebahkan tubuhnya disofa yang tadinya ia duduki bersama ibu diandra. Pikirannya menerawang bagaimana dengan acara besok, apakah akan ada kesedihan atau timbul kebahagiaan.sedang diandrapun tidak bisa terlelap memikirkan acara besok, bagaimana dia tiba tiba harus bertunangan dengan laki laki yang sudah dianggap seperti kakaknya sendiri


__ADS_2