Love You Kakak

Love You Kakak
panggil sayang


__ADS_3

Malam semakin larut, rumah sudah nampak sepi, setelah kepergian teman temannya arman merapikan bekas kopinya kemudian pergi ke kamar tidur, karena tidak dikunci diapun langsung masuk. Sudah dia duga pasti diandra sudah tidur, kemudian dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai dia menyusul diandra naik ke atas ranjang, mendapati diandra yang tidur dengan daster seksinya yang tertutup selimut hanya sebagian membuat arman harus menahan hasratnya karena tidak tega menggangu tidur nyenyak diandra dan mengingat sebentar lagi harus bangun untuk melaksanakan makan sahur. Arman hanya berani mencium seluruh bagian wajah diandra kemudian tidur sambil memeluk diandra dari belakang karena posisi diandra yang membelakanginya, sedang diandra sama sekali tidak melakukan pergerakan apapun saat arman menciuminya, mungkin karena tidurnya terlalu nyenyak sebab kelelahan.


Tring tring tring jam alarm yang sudah diatur diandra berbunyi, mendengar itu diandrapun membuka matanya, saat akan mengeliat terasa ada sesuatu yang berat sedang menindihnya dan ternyata itu sebuah tangan besar sedang memeluknya, dengan reflek diandra melemparkan tangan yang sedang memeluknya kemudian melihat kearah belakangnya. Mendapati arman yang sedang tidur diranjangnya hampir saja dia berteriak, namun dengan cepat arman langsung membungkam mulutnya dengan tangannya. Dan ahirnya diandra ingat acara semalam kalau dirinya sudah sah menjadi istri arman, lalu dengan seenaknya dia menggigit tangan arman yang membungkamnya.


"kamu itu apa apaan sih? Sudah ganggu orang tidur ini malah nggigit tangan juga"


"aku susah napas tau!"


"habis kamu hampir aja bangunin orang sekampung"


"aku kan kaget kakak ada disini"


"trus harusnya aku dimana? Di ruang tamu?"


"ya enggak juga" jawab diandra sambil menggaruk garuk kepalanya, dan itu membuat arman semakin gemas dan ingin segera menerkamnya apalagi melihat diandra yang hanya memakai daster seksinya tanpa lengan itu diapun semakin tidak bisa berkonsentrasi menghadapi diandra, tapi kemudian dia sadar bahwa sekarang waktunya belum tepat hingga dia harus kembali menahan hasratnya.


"kamu kalo keluar dandanannya jangan kayak gitu!" seru arman kemudian dia bangun dan menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan menghindari diandra tapi diandra malah menyusulnya ke kamar mandi untuk cuci muka juga. Setelah selesai diandra mengganti dasternya dengan piama panjang dan memakai kerudung yang ia sediakan kusus dipakai kalau di rumah. Diandra melakukan itu karena masih banyak orang di rumahnya, tidak seperti biasanya dia tidak berkerudung jika di rumah hanya dengan ayah dan ibunya. Sedang arman masih sibuk dikamar mandi diandra pamit untuk keluar dulu.


"kak aku keluar dulu. Nanti nyusul za!"


"iya" suara arman terdengar berat


"kakak kenapa? Sakit?"


"enggak, ngantuk" suara arman sudah terdengar biasa, sambil geleng geleng kepala diandra kemudian keluar kamar menuju ruang makan, disana sudah ada ibu dan bibinya yang menyiapkan makan sahur, kemudian dia membantu menata ke meja makan.tak lama kemudian semua sudah berkumpul di meja makan, arman juga berada diantara mereka.


Anton sepupu adalah sepupu yang lebih tua dari diandra, dia datang ahir dan kemudian duduk disamping arman.


"udah mandi belum?" tanya anton agak serius sambil menyenggol tangan arman karena melihat arman yang menampakan muka bangun tidur.


"belum mas, ini mau makan sahur dulu" jawab arman santai karena tidak mengerti arah pembicaraan anton.

__ADS_1


"heemmm makan kalau dalam keadaan junub kan bisa menyebabkan kefakiran he he" suara lantang anton membuat semua yang ada di meja makan langsung menoleh ke arahnya. Begitu juga arman yang memicingkan matanya karena baru mengerti maksud pertanyaan anton tadi


"anton ini bicara apa sih" sambung bibi karena merasa tidak enak dengan yang lainnya.


"ini cuma ngingetin pengantin baru aja ma. Iya kan man?"


Arman hanya tersenyum dan mengangkat kedua bahunya.


"kamu juga belum mandi di? Kok tidak tercium wangi bau shampo!" lanjut anton menggoda diandra yang sejak tadi sibuk menyendokan nasi kedalam mulutnya, namun diandra hanya geleng geleng kepala seperti malas menjawab pertanyaan anton, karena dia sudah hafal betul dengan karakter anton yang suka ceplas ceplos godain orang.


"gak baik di makan dalam keadaan junub, mending mandi dulu sana" lanjut anton menggoda diandra sambil senyum senyum


"lagian siapa yang lagi junub" jawab diandra ketus


"what! brarti kamu belum unboxing man?


Tidak ada jawaban dari arman, dia sibuk meneruskan makan sahurnya, sebenarnya dia malu membahas ini didepan kedua mertuanya namun memang yang namanya anton itu bercandanya selalu kelewat gak beradap.


"emang sih adek aku diandra tuch cuman cakep doang, kalau masalah gituan kayaknya enol pengetahuan ha ha ha"


"ini ma. Ada pengantin baru yang aneh"


"mas anton itu yang aneh, ditawari macem macem cewek gak ada yang nyaut, jangan jangan bengkok lagi ha ha ha" semua ikut tertawa dengan ucapan diandra karena memang begitu adanya, diusia anton yang sudah matang dengan wajah tampan dan pekerjaan yang mapan masih saja belum belum memiliki tambatan hati, jangankan memikirkan punya istri, setiap ada wanita yang mendekati pasti hanya akan dibuat sakit hati dan mengundurkan diri.


"huss gak boleh ngomong gitu di" sambung bu ela ikut menengahi candaan mereka


"sebenarnya aku juga takut kalo yang dibilang diandra itu benar dek, habisnya anton itu susah banget kalau disuruh nikah"


"belum waktunya ma!"


"terus kapan lagi?"

__ADS_1


"bukankah sebelum manusia lahir di lauhil mahfudz sudah dituliskan jodohnya, rejekinya, dan kapan mautnya ma"


"tapi kita kan tetap harus berusaha, bukan kayak kamu gitu, semua wanita kamu tolak"


"yaach kan belum sreg aja ma"


Makan sahur kali ini ramai dengan candaan candaan, namun pak ahmad dan sepupu diandra yang lainnya hanya menjadi pendengar saja, sebenarnya pak ahmad malah menikmati obrolan mereka bahkan merasa senang dengan keramaian ini, karena sudah lama mereka tidak berkumpul dalam satu meja seperti ini.setelah selesai makan sahur yang diiringi dengan candaan kemudian diandra membantu ibu dan bibinya membereskan meja makan kemudian menyusul arman ke kamar untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah. Layaknya ayah dan ibunya diandra juga mencium tangan arman setelah melasanakan sholat. Kemudian setelah membereskan perlengkapan sholat mereka berdua rebahan di ranjang sambil menunggu matahari menampakkan diri. Sebenarnya diandra masih canggung berduaan dengan arman didalam kamar, tapi mau gimana lagi tidak ada kegiatan lain yang bisa diakukannya saat ini


"nanti kita kerumah ayah ya..ada yang mau aku ambil disana".


"iya kak"


"gak pengen merubah panggilan, kesannya kok masij kaya kakak adek"


"hemmm, trus manggilnya apa dong?"


"misalnya panggil sayang gitu he he"


"iih lebay".


"ya enggaklah, kan wajar biar makin disayang" arman mulai berani menoel dagu diandra, sedang diandra malah memalingkan mukanya karena malu, melihat reaksi diandra seperti itu arman malah sengaja melingkarkan tangannya kepundak diandra.


"kalau gitu maunya manggil apa?" arman menarik wajah diandra untuk menghadapnya, dan belum sempat diandra menjawab arman malah mencium bibir diandra dengan lama, hampir diandrapun terbuai dengan ciuman arman namu dengan segera diandra mendorong dada arman agar terlepas dari tautan bibir arman.


"ini lagi puasa kak!"


"udah tau, barusan kita makan sahur" jawab arman dengan menahan senyumnya, dia senang sekali melihat ekspresi diandra yang masih malu malu dihadapannya padahal dari kecil mereka sudah terbiasa bersama.


"makanya ditahan dulu"


"ditahan apanya, orang mau nyium doang, kan gak papa"

__ADS_1


"nyiumnya kayak gitu, ntar bisa bisa kebablasan"


"kebablasan apanya, kamu aja yang otaknya mesum" arman berdalih dengan melemparkan tuduhan ke diandra padahal sebenarnya dirinyalah yang berotak mesum pada istrinya. diapun terus saja berandai andai untuk segera bisa melaksanakan tugasnya memberi nafkah bathin kepada istrinya. Andai saja sekarang tidak dalam keadaan berpuasa pasti dia akan bisa memberikan nafkah bathin pada istrinya, tapi dia harus menahannya sampai nanti malam untuk bisa menikmati malam pertamanya dengan wanita yang diam diam dia sukai sejak lama


__ADS_2