Love You Kakak

Love You Kakak
amel kembali


__ADS_3

Seperti rencana semalam setelah sholat subuh diandra dan arman berpamitan untuk kembali ke rumah, pak wijaya dan bu asih tidak melarangnya. Dengan diiringi temaram lampu motornya mereka kembali kerumah, dan tidak sampai hitungan jam mereka sampai di rumah, setelah sampai di rumah dengan segera diandra melakukan pekerjaan rumhnya karena mulai bulan puasa kemarin bu asih sudah tidak bekerja lagi di rumah diandra karena kesehatannya yang mulai tidak stabil.


"ini kopinya kak!"


"makasih sayang" berkali kali diandra mendengar kata sayang dari arman tapi dia masih saja malu. Lalu dia segera kembali ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi, sedang arman masih sibuk dengan laptopnya.


"nanti kamu ke kampus sendiri gak papa za, soalnya ini aku ada rapat pagi di kantor"


"kantor apa?" diandra tidak tau selama ini arman selain menjadi dosen di kampusnya juga bekerja di sebuah perusahaan sebagai tenaga operator.


dan dari pekerjaan itulah arman bisa meneruskan strata 2 nya tanpa bantuan dari orang tuanya. semua sudah mengetahui soal pekerjaan arman kecuali diandra karena tidak ada yang bercerita padanya mungkin karena itu tidak terlalu penting bagi diandra hingga tidak ada yang menceritakan soal pekerjaan arman pada diandra.


"kantornya PT Lima Jaya" jawab arman sambil terus mengotak atik laptopnya.


"untuk apa rapat disana?"


"untuk bekerja" jawab arman singkat


"kerja??"


"hemmm, sudah dua tahun lebih aku kerja disana"


"dua tahun? Kok aku gak pernah tau"


"kalau tau emangnya mau apa?"


"za gak mau apa apa, sudah selama itu kok aku gak pernah tau"


Jam menunjukkan pukul tuju pagi, diandra bergegas membersihkan diri dan bersiap untuk pergi kekampusnya, sebelum pergi dia berpamitan pada suaminya kemudian berangkat dengan mengendarai mobilnya sendiri seperti biasanya. Ada rasa bahagia dihatinya karena sebentar lagi akan bisa berkumpul lagi dengan teman temannya, senyum merekah dibibirnya saat keluar dari mobilnya, karena disana dia sudah disambut oleh lesia dan yang lainnya, tapi seketika senyum itu menghilang saat dia teringat dengan amel yang sudah tidak lagi ada diantara mereka. Waktu masih tersisa setengah jam untuk bisa ngobrol dulu dengan teman temannya tapi itu tidak dimanfaatkannya untuk nongkrong dulu dengan teman temannya, tapi mereka sepakat untuk langsung masuk ke kelas untuk menikmati kebersamaan mereka yang hanya tinggal beberapa bulan lagi.


Pertemuannya dengan amel kemarin masih menyisakan tanda tanya dihati diandra. Penampilan amel yang berubah, sekarang tidak berhijab dan dandanan yang lebih mencolok menunjukan perubahan yang sangat, apalagi kata katanya yang menunjukan ancaman membuatnya semakin berpikir keras tentang amel.


"kok ngelamun aja? Udah kangen ama suami za?" mendengar pertanyaan dari lesia diandra hanya geleng geleng kepala dengan pandangan menerawang. Melihat reaksi diandra lalu lesia merapatkan tempat duduknya dengan diandra dan mencecarnya dengan beberapa pertanyaan yang sesekali hanya dijawab dengan gelengan kepala.


"kemaren aku ketemu dengan amel" tiba tiba diandra berucap dengan agak pelan dan dengan wajah yang terlihat sedih.


"dimana?"


"di parkiran rumah makan aneka sambal"

__ADS_1


"berarti dia sudah kembali kesini"


"iya, dan kemarin dia juga bilang sampai jumpa di kampus"


"syukurlah kalau dia kembali ke sini"


"tapiii"


"tapi apa?" belum diandra meneruskan ceritanya tapi lesia sudah menyelanya karena penasaran.


"amel telah berubah"


"berubah gimana?"


"berubah penampilannya juga tingkahnya"


Belum sampai diandra bercerita banyak tentang amel tapi lesia sudah ikut heboh dengan teman teman yang lain karena kedatangan amel.melihat penampilan amel yang berubah lesia jadi mengerti dengan cerita diandra dan dengan segera dia kembali ketempat duduknya tanpa menyapa amel.


"kok jadi begitu za?"


"apa?"


"amel benar benar berubah"


Keduanya saling diam sambil melihat tingkah amel yang tidak lagi mempedulikan keberadaan teman teman baiknya.


siang menjelang, panas mataharipun mulai menyengat setiap kulit yang tidak ada pelindungnya, setelah jam kuliah selesai diandra mengikuti teman temannya menuju kantin namun sebelum mereka sampai di kantin ponsel diandra berbunyi, saat dilihat ternyata telpon dari suaminya, dengan wajah girang segera dia mengangkat telponnya dan menepi dari teman temannya.


"kamu dimana?" langsung saja arman melontarkan pertanyaannya saat tau diandra sudah mengangkat telponnya.


"ini mau ke kantin sama teman teman"


"keruanganku aja, temenin aku makan siang"


"kakak udah di kampus?"


"he,em"


"makan dikantin aja za sama teman teman"

__ADS_1


"ini aku udah siapin makan siang buat kamu juga"


"yaudah aku kesana"


Kemudian diandra pamit pada teman temanya untuk menemui arman dan tidak jadi ikut ke kantin. Sebenarnya ada rasa sedikit kecewa dihati teman temannya tapi mereka cukup mengerti posisi diandra saat ini, ada yang harus diutamakan ketimbang kebersamaan mereka.untuk sampai ke ruangan suaminya diandra harus berbalik arah dan melewati beberapa ruangan, karena sedikit terburu buru diandra tidak memperhatikan keadaan sekitarnya hingga dia menyandung kaki yang memang sengaja dibentang untuk mencelakainya, diapun jatuh tersungkur hingga membuat banjunya sedikit kotor karena banyaknya debu di lantai yang jarang dibersihkan, dia segera bangun dan ketika melihat siapa yang melakukan itu dia hanya diam dan segera pergi melanjutkan perjalanannya untuk menemui suaminya. Dan amel yang mendapati sikap seperti itu dari diandra terlihat jengkel karena tidak menerima respon seperti yang diharapkannya, dia yang mulai jahil dengan keberadaan diandra ingin memicu keributan tapi sikap diandra yang diam dan menghindar membuat misinya tidak berhasil. Setelah diandra sampai di kantor diapun bertemu beberapa dosen yang masih beristirahat, dia hanya menundukan kepala untuk menyapa mereka kemudian dia menemui suaminya di ruangannya.


"kakak kapan sampai di kampus?" melihat suaminya yang sudah duduk manis menghadap dua bungkus makanan dan satu botol air mineral di meja dia langsung menanyakan tentang kedatangannya.


"tadi pas jam ke - 3 mata kulyah" diandra tidak meneruskan pertanyaanya,langsung saja dia duduk disebelah suaminya dan membantu suaminya membuka bungkusan makanan yang ada di meja.


"habis ini aku harus kembali ke kantor dan nanti pulangnya agak malam karena banyak hal penting yang harus diselesaikan hari ini"


"brarti nanti aku gak usah siapin makan malam untuk kakak?"


"gak usah, nanti kamu pulang ke rumah ayah saja karena nanti jadwalq sampai larut malam"


"enggak ah, aku mau di rumah aja"


"atau aku suruh ibu temenin kamu di rumah"


"jangaaan, masak ibu disuruh suruh, yaudah nanti aku pulang ke rumah ayah wijaya" kemudian arman mengelus elus kepala diandra yang tertutup jilbap karena ahirnya diandra menurut dengan perkataannya. Arman tidak tenang jika diandra harus di rumah sendirian karena itu hal yang tidak pernah dialami oleh diandra apalagi diandra adalah tipe gadis yang manja dan penakut.


"celana kamu kok kotor begitu? Jorok amat"


"iiiih enak aja jorok jorok, tadi abis jatuh gk sempat bersihin karena buru buru kesini"


"jatuh"


"he,em"


"kok bisa sampai jatuh?" tanya arman sambil memicingkan matanya karena hampir tidak percaya dengan jawaban diandra


"namanya juga manusia biasa kak, bukan supermen jadi za bisa lah jatuh" diandra sedikit mengalihkan pembicaraan karena takut arman bertanya lebih banyak lagi.


"kamu itu ditanya serius kok malah bercanda"


"habis aku suka horor kalau kakak terlihat serius begitu he he he, ayo buruan makan aku sudah lapar dan segera mau pulang, capek banget tadi banyak tugas"


"cuci tangan dulu sana"

__ADS_1


"he he iya sampai lupa"


Setelah diandra cuci tangan kemudian keduanya makan dengan tanpa ada pembicaraan lagi, sampai makanan habis kemudian diandra membereskan bekas makanan mereka lalu pamit pada suaminya untuk pulang lebih dulu.


__ADS_2