Love You Kakak

Love You Kakak
pengantin baru


__ADS_3

suasana jadi hening setelah kepergian teman teman diandra dan ayah arman. Kini tinggal mereka berdua yang saling diam dengan pikiran masing masing. Diandra bingung bagaimana besok menjelaskan kepada teman temannya, dan harus siap dengan segala kemungkinan sikap amel besok, dia tau kalau amel pasti kecewa berat dengan dirinya karena ternyata tunangan arman selama ini adalah dirinya.


"amel gimana za?" Gumam diandra yang masih bisa didengar oleh arman


"gimana apanya?"


"kasihan"


"itu resikonya kalau menyukai barang milik orang lain" diandra langsung menoleh kearah arman.


"kakak itu tega banget"


Arman hanya geleng geleng kepala sambil menyeruput kopi yang dibuatkan diandra, dia masih tidak mengerti dengan jalan fikiran diandra.


"trus aku harus bagaimana?, dari awal emang aku gak cinta sama dia!"


"trus kakak cintanya sama siapa?" diandra mencoba memancing arman


"ayah dan ibu" jawab arman cepat yang membuat diandra merengut, karena sebenarnya bukan itu jawaban yang diinginkan diandra.


"ini makanannya diangetin sekarang atw nanti kalo mau makan malam kak?"


"nanti aja sekalian makan malam"


"trus ini gimana?"


"kamu simpan didalam, nanti biar ibu saja yang angetin, sudah jam segini kamu gak pengen pulang? Atau emang betah disini"


"aku diusir ni?"


"enggak, cuma ngingetin aja waktu pulang"

__ADS_1


"yaudah aku pulang dulu" kemudian diandra beranjak dari duduknya, sebelum dia pulang dia membawa makanan yang dibawa oleh pak wijaya tadi masuk kedalam rumah.


"hati hati dijalan!"


"iyaaa, assalamualaikum"


Diandra kemudian bergegas pergi hingga tidak bisa mendengar jawaban salam dari arman, diperjalanan dia masih kepikiran dengan apa yang akan terjadi besok di kampus.hingga sampailah dia di rumah, dengan wajah lesu dia langsung menghampiri bu asih yang sudah bersiap untuk pulang.


"wajahnya kok lesu begitu nak?"


"iya bu, tadi telah terjadi sesuatu"


"memangnya apa yang terjadi" tanya bu asih lagi dengan nada khawatir. Kemudian diandra menceritakan semuanya dari acara amel yang menjenguk arman sampai dengan kedatangan pak wijaya, bu asih hanya manggut manggut saja mendengarkan cerita diandra, tapi pada ahirnya bu asih berpendapat sama dengan arman, lebih cepat lebih baik teman teman diandra mengetahui hubungan arman dengan diandra.


"aku masih kepikiran gimana sikap teman teman di kampus besok bu"


"jangan takut nak, kamu kan tidak berbuat salah sama mereka"


"yah benar kata arman, itulah resiko kalau menyukai barang milik orang lain"


"tapi kasihan bu"


"kalau kasihan trus kamu mau berbuat apa? Semoga saja dia bisa cepat melupakan arman"


"aamiin"


Hari berganti hari ternyata tidak ada hal mengejutkan yang terjadi dikampus setelah semua teman diandra tau tentang hubungan arman dan diandra, ada beberapa teman yang mengucapkan selamat dan malah daftar minta undangan, namun diandra hanya menanggapinya dengan senyuman karena diapun belum mempersiapkan hal tentang undangan. Arman yang sudah kembali aktif mengajarpun semakin bersemangat karena hari yang ditunggunya sudah semakin dekat.belum ada persiapan pesta besar karena megingat acara mereka dilaksanakan dibulan puasa, hanya akan dilaksanakan akad nikah dan syukuran kecil kecilan di rumah diandra.


Berbeda dengan amel, sejak kejadian di rumah arman amel tidak lagi menampakan diri di kampus. Awalnya dikabarkan kalau amel sakit, namun belum sampai teman temannya menjenguk sudah terdengar kabar kalau amel menyusul orang tuanya ke luar jawa dan telah mengurus surat pindah kuliahnya, setelah itu tidak lagi terdengar kabar tentang amel. Bahkan abangnya amel yang merupakan teman kerja arman tidak pernah membahas tentang kepergian amel, dan armanpun tidak pernah menanyakan tentang amel kepada abangnya hingga hilang sudah cerita tentang amel.


Kini tiba hari yang ditunggu tunggu, rumah diandra sudah ramai dengan kehadiran keluarga dan tamu undangan khusus, arman sudah siap dengan didampingi kedua orang tuanya dan saudara saudaranya diruang yang sudah dipersiapkan khusus untuk melaksanakan ijab qobul, sedang diandra yang sudah diriyas dengan cantik dibiarkan menunggu didalam kamarnya sampai acara ijab qobul selesai dengan ditemani lesia.

__ADS_1


Setelah ijab qobul selesai dan dinyatakan sah kemudian bu ela memanggil diandra kekamarnya untuk dipertemukan dengan pengantin laki laki dan juga menandatangani surat nikahnya. Setelah tanda tangan kemudian arman menyerahkan emas kawin yang sudah ia persiapkan kepada diandra kemudian diandra mencium punggung tangan arman. Arman sampai tidak berkedip melihat diandra karena dengan dirias diandra terlihat semakin cantik sekali.


"mandangnya dilanjut nanti mas, sekarang masih banyak orang nanti ada yang pengen lagi!" goda bapak naib sambil tertawa karena menyadari pandangan arman yang mengagumi istrinya, arman hanya tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sedang diandra semakin gugup dengan setatusnya yang baru saat ini, yakni istri dari arman wijaya.


Malam semakin larut, acara yang sudah selesai hanya menyisakan beberapa orang yang masih berada di rumah diandra.ada beberapa keluarga diandra yang datang dari jauh hingga mereka tidak pulang dan menginap di rumah diandra. Keluarga arman juga sudah pulang hanya tinggal arman dan beberapa temannya yang masih asik dengan obralan mereka.


Diandra yang sudah mengganti baju pengantinnya kemudian bergabung dengan sepupu sepunya yang usianya hampir sepadan dengannya, bahkan ada yang lebih tua darinya.


"alhamdulillaah sah" salah satu sepupu diandra mulai menggodanya


"iya,,,sekarang bukan kakak adik lagi tapi udah yang terkasih ha ha ha" yang lain ada yang menimpali


"wah sekarang udah boleh bobok bareng, kan udah sah" sepupu laki laki diandra juga ikut menggoda diandra


"belum baligh gak boleh bahas gitu"


"enaknya bahas apaan dong? Kan suasananya pengantin baru ha ha ha"


Semakin lama obralan mereka semakin ngelantur gak karuan, diandra yang menjadi bahan obrolan hanya biasa saja tidak mengambil hati kata kata saudara saudaranya yang kadang keterlaluan, mereka menghabiskan waktu bersama dengan penuh canda tawa karena jarang sekali mereka dapat berkumpul dan seakrab ini karena sibuk pada urusan masing masing.


"di tolong buatkan kopi!" tiba tiba ada panggilan dari arman yang membuat semua terdiam sebentar


"tuuuh kode biar gak usah tidur sekalian sampai nanti waktu makan sahur ha ha" sahut sepupu laki laki diandra yang memang dari tadi suka menggoda diandra


"iya kak" kemudian diandra menuju dapur dan membuatkan kopi arman dan teman temannya, setelah selesai diandra membawanya kepada arman dan teman temannya.


"makasih istriku" armanpun menggoda diandra sambil menerima kopi yang disuguhkan oleh diandra, namun diandra hanya nyengir karena masih malu dipanggil seperti itu apalagi didepan teman teman arman.teman teman armanpun pada tersenyum melihat balasan dari diandra


"silahkan diminum" hanya itu yang diucap diandra kemudian dia bergabung lagi dengan saudara saudara sepupunya, selang beberapa menit kemudian mereka bubar karena sudah ngantuk dan takut susah bangun nanti waktu makan sahur.diandra pergi kekamarnya tanpa memberi tahu arman kemudian disusul saudara saudaranya yang masuk ke kamar masing masing sedang kedua orang tua diandra sudah beristirahat di kamar sejak acara selesai.


beberapa menit kemudian arman menyadari kalau suasana sudah sepi karena sudah tidak ada suara riuh diandra dan saudara saudara sepupunya, ahirnya diapun ikut buyar kemudian teman teman armanvpamit pulang tanpa pamitan pada kedua orang tua diandra karena takut mengganggu istirahat mereka

__ADS_1


__ADS_2