
Sepoi sepoi angin pagi ini mengiringi perjalanan dua insan yang tengah menikmati kebersamaan mereka. Motor yang dikendarai arman melaju dengan santai namun diandra tetap mengeratkan pelukannya seperti orang yang takut terjatuh saat balapan motor. Sesekali arman menggenggam tangan sang istri yang melingkar erat diperutnya sampai ahirnya mereka sampai di gerbang kampus, arman menghentikan motornya kemudian menyuruh diandra turun.
"sampai sini saja za karena aku harus segera ke kantor"
"iya"
"nanti pulangnya aku jemput jadi tunggu saja disini"
"iya kak, aku masuk dulu, hati hati dijalan" mendengar pesan dari istrinya disambut dengan anggukan dan senyuman lebar yang penuh kebahagiaan, kemudian arman kembali mengendarai motornya untuk pergi ke kantor, hari ini dia full dikantor dan tidak ada jam mengajar, sedangkan diandra bergegas menuju kelasnya karena sebentar lagi waktunya jam mata kuliah akan segera dimulai.
Jam kuliah telah usai tapi belum ada tanda tanda arman untuk menjemput diandra. Ahirnya dia memutuskan menunggu suwaminya di perpustakaan yang terlihat tidak begitu banyak pengunjungnya. Beberapa buku telah diambil oleh diandra untuk memilih materi yang sesuai untuk tugas kuliahnya, tapi belum sampai diandra membawa buku buku itu ke kursi duduk ternyata ada yang dengan sengaja menabraknya hingga bukunya jatuhh berserakan dilantai, dan setelah melihat siapa yang menabraknya dengan acuh diandra menundukan badannya dan memunguti buku bukunya, dan pada buku terahir yang dia ambil ternyata ada tangan besar yang menarik lengannya untuk segera berdiri, sedangkan amel yang tadinya dengan sengaja menabrak diandra segera berlalu dari tempatnya berdiri ketika melihat kedatangan arman.
"kakak sudah sampai?"
"iya, tapi harus segera kembali ke kantor lagi"
__ADS_1
"tapi ini bukunya belum aku pilih kak, tadi malah terjatuh he he he" diandra berkilah agar arman tidak marah dengan apa yang dilakukan amel tadi. Sedang arman hanya mendengus mendengar ucapan diandra yang masih saja menutupi kelakuan amel padanya. Padahal dari kemaren saat diandra jatuh arman sudah tau kalau itu adalah kejahilan amel.
"dibawa pulang aja, nanti aku bantuin pilihnya kalau habis dari kantor"
"beneran kak?" diandra langsung menyahut dengan ekspresi bahagianya.
"za bener lah, mana pernah aku bohong" jawab arman dengan senyum jahilnya sambil mengusap usap kepala diandra yang tertutup hijab.
"yaudah buruan kita pulang, ini bantuin bawa sekalian he he" diandra menyerahkan beberapa buku yang terlihat lebih tebal kepada suaminya.
"kakak jadi perhitungan begini za?"
"manusia kan bisa berubah sewaktu waktu" jawab arman dengan masih senyum senyum jahil dan itu membuat diandra yang polos semakin bingung.
"trus aku harus bayar pakai apa? Uang jajan aku aja kakak yang kasih, masak harus aku kembaliin"
__ADS_1
"yaaah pikir aja sendiri, kan kamu udah besar udah punya suwami lagi" diandra hanya memanyunkan bibirnya sambil berpikir keras, sedang arman yang melihatnya semakin gemas dan ingin rasanya menyambar bibirnya, namun dia masih sadar bahwa ini bukanlah tempat yang tepat
"aku punya ide, nanti kalau makan malam aku masakin yang enak deh, tapi aku harus kerumah ibu mertua dulu untuk minta resep" dengan semangatnya dindra menyampaikan idenya, namun segera dipupus oleh arman
"nggak usah capek capek masak, nanti kalu pulang aku bawain makanan kesukaan kamu"
"trus gimana dong aku bayar jasa kakak ini, aku nggak mau ngutang"
"cukup dengan siapin diri buat nanti malam aja" diandra langsung menoleh kearah suwaminya sambil mencerna ucapan suwaminya.
"jangan lupa makan yang banyak karena nanti malam kamu harus siapin tenaga ekstra" arman menegaskan ucapannya sambil terus tersenyum melihat istrinya yang mulai kikuk mendengar ucapannya. Dan tidak terasa mereka sudah sampai di parkiran motor kemudian keduanya naik motor dan bergegas pulang. Sampai di rumah arman menurunkan istrinya didepan rumah dan tidak mampir dulu kedalam karena harus segera kembali ke kantor.
"aku kembali ke kantor dulu za, jangan lupa balas jasa" arman menyodorkan tangannya untuk diandra bersalaman sambil mengedipkan sebelah matanya, dan dengan segera diandra mencium punggung tangan suwaminya kemudian menggigitnya namun arman malah menggenggam tangan diandra dan menarik kepalanya untuk mencium keningnya.
"assalamualaikuum?"
__ADS_1
"waalaikumsalaam" jawab diandra dengan malu malu.