Luka Didalam Pernikahan

Luka Didalam Pernikahan
LDP 9


__ADS_3

Harry membawa Arlan pulang dengan keadaan mabuk, Arlan sudah menghabiskan dua botol wine yang ada di rumahnya Harry, sesampainya disana rumah Arlan sudah sepi mungkin istri Arlan sudah tidur karena ini sudah tengah malam, tapi Harry tidak mungkin membiarkan sahabatnya tidur di luar apalagi di rumahnya..


Harry akan mencoba menekan bel rumah siapa tahu istri Arlan bangun, sebenarnya dia juga berharap-harap cemas karena membawa Arlan dengan keadaan mabuk, Harry mencoba menekan bel rumah Arlan dengan susah payah karena sambil membopong tubuh Arlan, tapi tidak ada tanda-tanda orang yang akan membukakan pintu Harry mencoba lagi untuk kedua kalinya dan terdengar suara langkah kaki dari dalam...


Virna yang menunggu suaminya pulang di sofa sampai ketiduran, tapi saat Virna ingin mengubah posisi tidurnya Virna mendengar suara bel berbunyi, Virna segera bangun dan berjalan ke depan siapa tahu itu suaminya, tapi Virna tidak ingin gegabah dia takut yang datang bukan suaminya...


" siapa " teriak Virna dari dalam


" saya, Harry temannya Arlan bisa tolong buka pintunya " teriak Harry dari luar sana


Virna sempat tertegun sebentar karena ini sudah tengah malam mana suaminya tidak ada di rumah, tapi kenapa temannya Arlan malah datang Virna awalnya tidak ingin membukakan pintu untuk Harry tapi suara Harry terdengar lagi yang membuat Virna segera membukakan pintu rumahnya...


" jangan takut saya gak ada niat buruk kok, saya kesini bawa Arlan yang sudah mabuk " teriak Harry


Virna segera membukakan pintu dan ternyata benar Arlan sudah teler dengan keadaan kusut, Virna mempersilahkan masuk Harry untuk membawa Arlan ke ruang tamu agar Arlan bisa di tidurkan di sofa, tercium bau alkohol saat Arlan dan Harry masuk, Virna terus menerus beristighfar di dalam hati, kenapa kelakuan suaminya semakin buruk...


" berat banget lu " gumam Harry lalu meletakkan Arlan di sofa dengan posisi duduk setengah miring ke samping...


" terima kasih sudah mengantar mas Arlan pulang " ucap Virna


" sama-sama, tapi tolong kalau ada masalah mending selesaikan di rumah jangan di bawa keluar biar orang-orang tidak tahu kalau kalian sedang bertengkar " ucap Harry


Virna sempat tertegun dengan ucapan Harry dia berpikir apa iya Arlan menceritakan semua masalah dalam rumah tangganya ke temannya ini...


" baik " ucap Virna singkat


" kalau begitu saya permisi, Shaloom " ucap Harry sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada...


Virna yang tidak tahu harus balas apa hanya tersenyum sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada memberi salam balik...

__ADS_1


Harry berjalan dan keluar dari rumah Arlan, Virna sebelum mengurus Arlan dia segera mengunci pintu rumah takut kelupaan, setelah itu dia menghampiri suaminya yang sudah tertidur di atas sofa, Virna mencoba membangunkan suaminya agar pindah ke dalam kamar...


" mas, mas bangun " ucap Virna sambil menggoyangkan badan Arlan


hanya suara deheman yang Arlan berikan tanpa membuka mata ataupun bergerak sedikit pun...


" mas, ayo bangun pindah ke kamar mas biar tidurnya enak " ucap Virna


Arlan mencoba bangun dengan bantuan Virna, tapi tak lama pegangan tangan Virna di kibaskan oleh Arlan, membuat Virna terkejut Virna menatap sang suami begitu pun Arlan dengan mata yang sudah merah Arlan menatap wanita yang ada di hadapannya yang tak lain istrinya sendiri...


" apa hak yang kamu mau " tanya Arlan dengan suara serak dan juga sedikit berat mungkin akibat pengaruh alkohol...


Virna yang tak mengerti arah pembicaraan suaminya hanya diam sambil menatap sang suami...


" maksud mas apa aku gak ngerti " ucap Virna bingung


" hak seperti apa yang kamu mau dari rumah tangga yang tak sehat ini, apa hak sebagai istri yang kamu mau, hak secara lahir dan batin atau hanya diam melanjutkan sandiwara rumah tangga ini di depan kedua orang tuaku yang nyatanya, anak dan menantunya tidak saling mencintai " ucap Arlan


" apa kita gak bisa memulai dari awal rumah tangga kita lagi mas, rumah tangga yang dimana suami istri yang harmonis di dalamnya, tanpa ada orang ketiga maupun sandiwara, mencoba saling mencintai dan juga menyayangi " ucap Virna


sekarang Arlan yang diam dengan pertanyaan dari Virna dia tidak bisa meninggalkan Fika begitu saja, banyak pengorbanan yang Fika lakukan untuknya termasuk mentaruhkan nyawanya sendiri agar Arlan bisa hidup...


" aku mencintaimu mas dari dulu malah tapi ternyata cinta aku hanya bertepuk sebelah tangan " gumam Virna dalam hati...


" apa kamu mau hak sebagai istri sebagai nafkah batin " ucap Arlan


" maksud mas " ucap Virna


" kalau kamu mau hak secara batin saya bisa memberikannya malam ini, begitu pun saya, saya juga bisa mengambil hak saya yang sudah saya abaikan selama dua tahun ini " ucap Arlan

__ADS_1


Arlan menarik tangan virna membuat Virna kaget lalu oleng dan duduk di pangkuan Arlan..


" mas " panggil Virna


Arlan menatap wajah Virna dengan tangan sudah berada di pinggang istrinya, Arlan mendekatkan wajahnya ke wajah Virna dan menyatukan bibir masing-masing Virna yang baru pertama kali mendapat perilaku seperti ini sontak kaget dan mencoba untuk berdiri tapi tangan Arlan yang berada di pinggangnya dan juga di tengkuknya malah menahan agar Virna berada di posisi saat ini...


Arlan mencoba memasukkan lidahnya ke dalam mulut Virna agar dia bisa mengekspor lebih dalam, mereka cukup lama dengan posisi seperti ini Arlan dengan tenaganya menggendong Virna berjalan menuju kamar tamu dan tangan Virna otomatis mengalung di leher Arlan karena takut jatuh, bibir mereka masih saling mengecap satu sama lain...


sesampainya di dalam kamar Arlan menidurkan Virna di atas ranjang tak lupa Arlan mengunci pintu kamar, malam pertama mereka, mereka lalukan di kamar tamu bukan di kamar pribadi masing-masing, Arlan berdiri dan membuka pakaiannya sendiri sampai tinggal boxer dan atasnya sudah tidak berpakaian...


" mau saya bantu untuk buka bajunya " tanya Arlan karena melihat Virna masih memakai baju lengkap serta kerudung yang menutupi rambut...


" anu mas, apa mas yakin nanti mas gak nyesel " ucap Virna


" yang harusnya nyesel itu kamu bukan saya, karena keperawanan kamu harus di ambil oleh suami brengsek seperti saya " ucap Arlan...


Virna tidak habis pikir kenapa ucapan suaminya ini semakin ngelantur apa mungkin karena pengaruh alkohol, Arlan masih menatap istrinya yang malah melamun Arlan mendekatkan dirinya ke arah Virna lalu duduk dan Arlan mencoba membuka penutup kepala istrinya dan itu membuat Virna semakin terkejut...


" kenapa, apa saya tidak boleh melihat hak saya yang lain " tanya Arlan saat Virna berangsur ke belakang untuk menghindar


" bukan seperti itu mas, apa mas mabuk kenapa kelakuan mas jadi aneh " ucap Virna


" saya memang minum tadi tapi saya masih sadar " ucap Arlan


setelah mendengar ucapan Arlan akhirnya Virna membuka kerudungnya dan terurailah rambut hitam gelam milik Virna, membuat Arlan tak bisa mengalihkan pandangannya dia tidak menyangka istrinya akan secantik ini kalau penutup kepalanya di buka, ada rasa bahagia karena rambut Virna tidak terlihat oleh orang lain...


dan malam itu menjadi malam panjang untuk Arlan dan Virna dimana masing-masing dari mereka mendapatkan haknya....


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit ☺️☺️

__ADS_1


happy reading guys 😉😉


__ADS_2