Luka Didalam Pernikahan

Luka Didalam Pernikahan
LDP 16


__ADS_3

Setelah menunggu dua jam akhirnya terapi Vano sudah selesai Vano di sarankan memakai kruk atau tongkat agar berjalannya lebih mudah daripada duduk di kursi roda...


" gimana dok perkembangan adik saya " tanya Virna saat dokter Adrian datang memapah Vano...


" baik, karena dua bulan lalu gift yang ada di kakinya baru di lepas dan awal bulan-bulan itu Vano harus terapi seminggu bisa dua atau tiga kali, mangkanya bulan sekarang perkembangan kakinya lebih baik sebulan sekali bisa terapi sekarang " ucap dokter Adrian


" baik dok terima kasih " ucap Virna


" sama-sama makan harus yang bergizi, obatnya di minum teratur agar bisa cepat lekas sembuh dan berjalan seperti biasanya lagi " ucap dokter Adrian sambil tersenyum kearah Vano...


" baik dok " ucap Vano


Virna dan Vano berpamitan dengan dokter Adrian, hari ini kursi roda milik Vano dia sumbangkan untuk rumah sakit dan gantinya Virna membelikan sepasang tongkat untuk membantu Vano berjalan....


" Kaka ada janji bersama dokter lain apa kamu mau nunggu Kaka sebentar " tanya Virna


" Kaka sakit " tanya Vano


pertanyaan Virna malah di balas pertanyaan lagi oleh Vano, Virna hanya tersenyum dan membantu adiknya agar bisa berjalan menuju lift...


" Kaka gak sakit cuma... " ucap Virna menggantung ucapannya yang membuat Vano bingung...


" cuma apa kak " tanya Vano bingung


" nanti kamu juga tau, tapi janji sama Kaka jangan kasih tau papa dulu " ucap Virna


" gimana " tanya Virna


" ya sudah " ucap Vano


Vano tidak ingin memperpanjang perdebatan antara Kaka dan adik, dia mengalah selagi kakaknya baik-baik saja Vano tidak perlu khawatir, tapi yang aneh kenapa papanya tidak boleh tau...


mereka sampai di lantai tiga Virna berjalan menuju ruangan dokter kandungan, lantai ini khusus untuk orang yang ingin bersalin, memeriksakan kandungannya, USG dan juga ruang inkubator khusus untuk bayi, intinya lantai ini khusus untuk ibu hamil, Vano sangat terkejut saat sampai di lantai ini karena setiap dia memandang banyak sekali wanita hamil...


" kak jangan bilang " ucap Vano saat menatap kakaknya


Virna hanya tersenyum dan mendudukkan adiknya di kursi tunggu...


" kamu duduk disini, Kaka kedalam dulu soalnya sudah di tunggu " ucap Virna


" iya " ucap Vano singkat


saat Virna masuk doker yang berada di dalam langsung menyambut hangat...


" siang dokter " ucap Virna


" siang juga, dengan ibu Virna " tanya dokter kandungan


" iya dok " ucap Virna

__ADS_1


" duduk Bu Virna, apa nih keluhannya selama kehamilan " tanya dokter kandungan


" cuma pusing saja dok di pagi hari, selebihnya saya merasa baik " ucap Virna


" wah bagus itu Bu, ini kehamilan pertama ya " tanya dokter kandungan


" iya dok " ucap Virna


" suami ibu tidak ikut " tanya dokter


" saya sudah bercerai dok " ucap Virna sambil tersenyum


dokter kandungan yang bisa di panggil dokter Arum itu tertegun sebentar lalu tersenyum sambil menganggukkan kepalanya...


" baiklah, mari saya periksa dulu " ucap dokter Arum


Virna membaringkan tubuhnya di atas ranjang yang berada di ruangan dokter Arum, sedangkan dokter Arum memeriksa Virna dengan telaten...


" semuanya normal dari keterangan Bu Virna kalo Bu Virna tidak datang bulan sudah dua bulan ya Bu " tanya dokter Arum


" iya dok " ucap Virna


" di usia segini ibu hamil rentan akan keguguran, saya sarankan jangan terlalu membawa beban berat, jangan stress dan hindari makanan-makanan yang bisa membuat kandungan anda bermasalah, apa Bu Virna ada alergi terhadap makanan " tanya dokter Arum


" tidak dok " ucap Virna


" bagus kalo begitu, saya sarankan Bu Virna banyak memakan sayuran dan juga ikan itu bagus untuk perkembangan janin di dalam perut Bu Virna " ucap dokter Arum


" saya sudah meresepkan vitamin Bu Virna bisa menebusnya di bagian farmasi yang berada di lantai bawah " ucap dokter Arum


" terima kasih dokter " ucap Virna


" sama-sama sehat-sehat ya ibu dan juga bayinya nanti kita ketemu lagi bulan depan " ucap dokter Arum sambil tersenyum


" amiin, terima kasih dokter " ucap Virna


Virna keluar dari dalam ruangan dokter Arum disana Virna melihat adiknya yang duduk di kursi tunggu sambil memainkan handphone...


" maaf ya dek lama nunggu " ucap Virna saat sudah berada di samping adiknya


Vano yang tidak menyadari kalo kakaknya sudah kembali merasa sedikit terkejut saat mendengar suara kakaknya...


" sudah selesai " tanya Vano


" iya maaf lama ya " ucap Virna


" gak kok, gimana apa kata dokter " tanya Vano


" sehat Alhamdulillah " ucap Virna sambil tersenyum

__ADS_1


" Alhamdulillah " ucap Vano


" ayo kita pulang kamu harus banyak istirahat pasti cape udah terapi " ucap Virna


Vano hanya menanggapinya dengan deheman, Virna membantu adiknya untuk berdiri karena Vano masih susah, tak lupa dia juga menebus obat di bagian farmasi, setelah itu Virna dan Vano pun pergi dari rumah sakit menuju rumah mereka, di perjalanan tidak ada percakapan diantara mereka selain Vano orangnya sedikit pendiam begitu juga Virna...


saat sampai di rumah ternyata ayah mereka sudah menunggu di teras rumah...


" assalamualaikum " ucap Virna dan Vano barengan


" walaikumsalam " ucap Vrans


" kok baru pulang " tanya Vrans


" iya pah tadi ada keperluan dulu " ucap Virna


" oh kirain papah kalian kenapa-napa " ucap Vrans


" kami gak apa-apa, ayo masuk di luar panas banget " ucap Virna


Virna berjalan duluan sedangkan Vrans membantu Vano untuk berjalan ke dalam ruamh...


" aku mau ke dapur mau masak makan siang " ucap Virna


" gak cape " tanya Vrans


" gak pah " ucap Virna sambil tersenyum


Virna pun berjalan menuju kamarnya terlebih dahulu untuk mengganti baju dan menyimpan barang-barang miliknya, setelah itu Virna sibuk dengan urusan dapur, sedangkan papanya dan juga adiknya masih berada di ruang keluarga...


" gimana terapinya " tanya Vrans


" lancar pah Vano sudah bisa pake tongkat " ucap Vano


" Alhamdulillah papa senang dengernya " ucap Vrans


" kapan papa mau ke Jakarta untuk ngurusin masalah kak Virna " tanya Vano


" minggu depan soalnya surat panggilan sidangnya mungkin keluar Minggu depan " ucap Vrans


" mereka tidak ada yang cari kak Virna " tanya Vano


" kakak kamu disini sudah sebulan tapi tidak ada tanda-tanda dari mantan suami kakakmu maupun keluarganya yang mencari, yang papa sesali papa terlambat menjemput kakakmu kalo saja papa gak terlambat mungkin nasib kakakmu tidak akan seperti ini " ucap Vrans dengan penyesalan...


" maafin Vano kalo saja Vano gak kecelakaan bisa saja papa pergi menjemput kak Virna lebih cepat " ucap Vano


kedua laki-laki berbeda generasi itu sama-sama menyesal atas apa yang menimpa Virna, memang benar dimana saat Vrans akan pergi untuk mengambil hak asuh atas Virna, sesuatu terjadi terhadap Vano yang membuat Vrans tidak bisa meninggalkan anak laki-lakinya...


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit ☺️☺️

__ADS_1


happy reading guys 😉😉


__ADS_2