Luka Didalam Pernikahan

Luka Didalam Pernikahan
LDP 8


__ADS_3

Setelah kejadian malam itu sifat Arlan semakin dingin dia juga jarang pulang, pulang hanya sekedar ganti baju lalu pergi lagi Virna tidak pernah tau apa yang di lakukan suaminya di luar sana...


hari ini saat Virna sedang beres-beres Arlan pulang ke rumah dengan keadaan berantakan, Virna sempat heran dengan suaminya sendiri, Virna menghampiri suaminya yang sedang duduk di sofa di ruang keluarga...


" mas butuh sesuatu " tanya Virna


" gak " ucap Arlan


" mas kenapa kok keadaan mas kaya gini, ada masalah di kantor" tanya Virna


Arlan menatap berang ke arah Virna, keadaan perusahaan baik-baik saja tapi keadaan dirinya yang tidak baik-baik saja...


" kamu bisa tidak diam saya lagi pusing cerewet banget " ucap Arlan. marah lalu pergi keatas...


Virna hanya menghela nafas panjang menatap punggung suaminya yang sudah pergi...


" aku cuma khawatir mas sama keadaan kamu " gumam Virna


Virna pun ke dapur untuk memasak walaupun yang makan hanya dirinya tetap Virna harus masak, tapi saat Virna sedang memasak Arlan datang ke dapur dengan keadaan sudah mandi lalu duduk di kursi meja makan...


" saya lapar " ucap Arlan


ucapan Arlan membuat Virna kaget karena tidak biasanya Arlan mau makan di rumah, selalu ada penolakan saat Virna menawarkan makan ke Arlan...


" mas mau makan, Virna cuma masak sup ayam aja " ucap Virna


" gak apa-apa " ucap Arlan


Virna segera menghidangkan sup ayam yang sudah matang ke meja makan, dan juga nasi Virna sesekali melirik kearah suaminya yang duduk tenang di kursi sambil menatap makanan yang sudah ada di meja makan...


" mau Virna siapin mas makannya " tanya Virna


" gak usah kamu ambil buat kamu saja, biar saya sendiri " ucap Arlan


" iya mas " ucap Virna


Arlan mengambil makanannya sendiri lalu dia makan dengan tenang biar kan hari ini saja dia memakan makanan di rumahnya sebelum dia mengambil keputusan, begitupun Virna dia pun mengambil makanannya dan makan dengan tenang ada rasa bahagia di hati Virna saat Arlan mau makan masakan dirinya...

__ADS_1


setelah selesai makan Arlan pergi ke kamarnya tanpa bicara apapun, Arlan meninggalkan Virna yang masih makan Virna tidak masalah yang penting rumah tangganya sudah ada kemajuan...


Virna membereskan bekas makan mereka berdua lalu mencucinya, setelah itu Virna juga pergi ke kamarnya karena dia belum menjalankan ibadah sholat ashar..


sedangkan Arlan yang sedang berada di ruang kerjanya, mendapat telepon dari kekasihnya...


" hallo " ucap Arlan


" sayang, kenapa ATM yang kamu kasih gak bisa aku pakai " tanya Fika langsung


Arlan hanya menghela nafas panjang, setiap obrolan mereka tidak jauh dari kata uang akhir-akhir ini, membuat Arlan semakin tidak senang...


" lagi gangguan mungkin " ucap Arlan


" nada bicara kamu kenapa jadi beda sama aku " tanya Fika


" aku lagi banyak kerjaan " ucap Arlan


" banyak kerjaan atau kamu sudah berpaling sama istri kamu, di kasih apa kamu sama dia " tanya Fika marah


" iya maaf sayang, aku kan gak mau kalau kamu berubah aku mau kamu jadi Arlan yang dulu, terus kapan ATM nya lancar lagi " ucap Fika


" nanti aku suruh orang untuk perbaiki, sekarang aku lagi banyak kerjaan " ucap Arlan lalu mengakhiri panggilannya...


Arlan merasa hubungannya sama Fika sudah hambar Arlan juga tidak tahu apa penyebab semuanya, kalau di pikir-pikir dulu Arlan takut sekali kalau dia di tinggalkan oleh kekasihnya...


soal pekerjaan Arlan sebenarnya tidak ada masalah, pekerjaan hanya saja dia ingin menenangkan diri karena kegundahan hati yang dia rasakan...


sedangkan Virna dia baru saja selesai sholat, Virna selalu berdoa semoga suaminya segera sadar dan berubah menjadi suami yang selalu menghargai keberadaan istrinya...


selesai sholat Virna duduk di tepi ranjang sambil menghadap ke arah jendela, cuaca hari ini sedikit mendung Virna merasakan kerinduan terhadap sosok sang ayah, Virna tidak tahu dimana ayahnya sekarang apa baik-baik saja atau sebaliknya, tapi Virna berharap ayahnya selalu sehat dimana pun beliau berada...


sedangkan untuk mamanya Virna berharap ada rasa kasian, Virna menikah selain karena Allah dia juga menikah karena ibunya, tapi setelah menikah Virna merasa ibunya tidak peduli lagi...


saat Virna masih memandangi suasana di luar jendela, terdengar suara mesin mobil Virna bangkit dari duduknya dan melihat siapa yang datang atau pergi, saat Virna melihat ternyata mobil suaminya yang pergi...


" mau kemana mas Arlan, apa pergi menemui perempuan itu " gumam Virna

__ADS_1


ada rasa kecewa di hatinya, baru saja Virna berharap rumah tangganya akan baik-baik saja ternyata Virna terlalu berharap sama harapan kosong...


mobil Arlan pergi dari rumahnya menuju tempat sahabatnya, Arlan perlu teman untuk di ajak bicara semua masalahnya butuh solusi dari orang lain, setelah sampai di salah satu perumahan elit Arlan langsung memarkirkan mobilnya di salah satu rumah mini malis milik sahabatnya...


Arlan keluar dari dalam mobil menuju pintu utama rumah sahabatnya, Arlan menekan tombol bel dan terdengar suara dari dalam...


" eh, Lan ngapain tumben kemari " ucap seseorang yang tak lain sahabatnya sendiri yaitu Harry


" boleh masuk " tanya Arlan


" masuk aja " ucap Harry


Arlan pun masuk ke dalam rumah Harry, rumah Harry sangat sepi maklum karena Harry belum menikah dan dirinya tinggal sendiri di rumah ini...


" duduk Lan, kau mau minum apa " tanya Harry


" apa aja " ucap Arlan


tanpa Arlan sadari kalau Harry orangnya suka dengan minuman yang memiliki aroma yang sangat menyengat, Harry membawakan Arlan satu minuman wine sedangkan dirinya sendiri minum wiski...


" sialan gak ada minuman lain apa " tanya Arlan saat melihat minuman apa yang sahabatnya bawa..


" di minum saja, segelas gak akan membuat kau mabuk juga " ucap Harry


" haram minuman ini " ucap Arlan


" gak usah sok suci jadi orang, kalau ini minuman haram lalu kelakuan kau yang selingkuh itu di benarkan " ucap Harry


ucapan Harry membuat Arlan terdiam, memang benar minuman ini dan juga kelakuan dirinya tidak ada yang benar tapi Arlan merasa dia berat untuk melepas Fika...


Arlan tanpa pikir lagi langsung menyesap minuman itu, membuat Harry hanya diam dan melihat kelakuan Arlan dia tahu apa yang selalu sahabatnya lakukan, memiliki istri yang cantik tidak bisa membuat Arlan cukup sampai-sampai dia perlu wanita lain di sisinya...


sudah lama Arlan menghabiskan waktu di rumah sahabatnya sampai tengah malam, dan tidak pernah Harry sangka Arlan mampu menghabiskan satu botol wine sendirian, sedangkan dirinya satu gelas saja belum habis sedari tadi Harry hanya menemani Arlan yang meracau tidak jelas....


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit ☺️☺️


happy reading guys 😉😉

__ADS_1


__ADS_2