
kehidupan Virna dan juga Arlan berjalan seperti biasanya, Virna dengan kehamilannya yang sudah membesar yang sekarang sudah menginjak tujuh bulan, sedangkan Arlan sibuk dengan urusan kantor miliknya, setiap ada pertemuan setiap pemegang saham Virna yang memiliki setengah perusahaan pusat milik Arlan, selalu di wakilkan oleh ayahnya dan Vrans kini memiliki pekerjaan ganda selain jadi lawyer Vrans juga menjadi wakil Virna...
" gimana kabar cucu papa, apa kata dokter " tanya Vrans
" Alhamdulillah sehat pah, Virna udah gak sabar nunggu anak Virna lahir " ucap Virna senang sambil mengelus perut besarnya..
" papa juga, kira-kira apa ya jenis kelaminnya " ucap Vrans
" surprise dong pah, apapun itu yang penting anak Virna sehat dan gak kekurangan apapun " ucap Virna
" amin, papa selalu doakan semoga anak sama cucu papa sehat " ucap Vrans
" amin ya Allah " ucap Virna
mereka melanjutkan kembali obrolan mereka, kebahagian bukan hanya milik Virna tapi juga milik adiknya yaitu Vano, Vano sudah bisa berjalan dengan normal lagi dan sekarang sedang mengikuti ujian masuk universitas, Vano ingin sekali menyusul keterlambatannya walaupun teman-temannya juga ada yang masuk tahun sekarang bersama dirinya...
di lain tempat Arlan yang sibuk dengan kerjaannya sampai lupa dengan kekasihnya, Arlan merasa hubungannya dengan Fika tidak bisa lagi di selamatkan walaupun Fika selalu memaksa ingin berjumpa dengan Arlan, tapi kalian juga tahu kalau Arlan memiliki sekertaris dan juga asisten pribadi yang amat tidak suka dengan Fika...
seperti sekarang Fika sudah berada di perusahaan Arlan, yang menghadapi Fika adalah Dewi karena Mirna sedang pergi bersama Arlan...
__ADS_1
" gak ada mba pak Arlannya juga " ucap Dewi sudah lelah menghadapi Fika yang ngeyel
" kamu tuh cuma asisten Arlan, songong banget " ucap Fika marah
" mending saya mba, walaupun asisten pak Arlan tapi di gaji sedangkan situ cuma benalu aja bergaya kaya nyonya " ucap Dewi
" emang saya nyonya Mahendra " ucap Fika
" sejak kapan kok saya gak ngurusin pernikahan mba sama pak Arlan, dulu kan saya sama mba Mirna bantu urusin pernikahan pak Arlan sama Bu Virna " ucap Dewi
" gak usah banyak omong sih cepetan panggilin Arlan, saya mau ketemu " ucap Fika
" alah alesan aja bilang aja kamu iri sama saya " ucap Fika sambil pergi dari depan ruangan Arlan...
Dewi yang melihat Fika pergi hanya mengelus dada agar dia sabar...
" kenapa sih pak Arlan bisa kepincut sama tuh mahkluk, kayanya dia gak paham deh sebagai wanita " gumam Dewi
Dewi melanjutkan pekerjaannya yang tadi tertunda, sebenarnya tenaga Dewi sudah habis menghadapi kekasih atasannya, tapi pekerjaan menuntutnya agar tetap profesional...
__ADS_1
Arlan yang sudah selesai dengan meetingnya lalu bergegas meninggalkan tempat itu bersama Mirna...
" hari jadwal saya apa lagi Mir " tanya Arlan saat mereka sudah berada di dalam mobil...
" hari ini meeting pak Arlan cuma ini, selebihnya ada beberapa dokumen yang harus anda tanda tangani " ucap Mirna
" gimana dengan perusahaan anak cabang yang di kelola sama mantan istri saya " tanya Arlan
" dari segi kinerja sudah meningkat, perusahaan anak cabang walaupun beralih tangan ke Bu Virna, tetap anak perusahaan masih ada dalam jangkauan perusahaan pusat " ucap Mirna
Arlan hanya menganggukkan kepalanya pertanda mengerti, semenjak berpisah dengan Virna Arlan tidak pernah tau keadaan Virna bagaimana, karena mantan mertuanya sangat tidak mengizinkan dirinya untuk bertemu dengan Virna...
Arlan sadar kalau perlakuannya dulu sangat keterlaluan, yang dimana dia masih menjalin hubungan dengan kekasihnya dan mengabaikan pernikahannya dengan Virna...
dulu dia fikir dia sama Virna menikah gara-gara perjodohan karena perusahaan, tapi ternyata Arlan baru tahu kalau pernikahan itu dia lah yang menginginkannnya, bukan hanya hubungannya dengan Virna yang hancur tapi hubungannya dengan ayah dan bundanya juga menjadi renggang....
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambakan ke favorit 😇😇
happy reading guys... 😉😉
__ADS_1