
Dalam perjalanan Virna hanya diam menatap ke arah luar Virna tidak tahu kemana ayahnya akan membawanya pergi, tapi Virna bersyukur masih ada yang mau menampung dirinya...
" berapa lama kamu menikah " tanya Vrans mencairkan suasana hening...
" dua tahun pah " ucap Virna
" sudah lama, apa kamu bahagia " tanya Vrans kembali
" di dalam rumah tangga aku tidak ada kebahagian, yang ada hanya luka " ucap Virna lirih
" apa kalian tidak saling mencintai " tanya Vrans
" hanya aku yang mencintai sedangkan mas Arlan tidak " ucap Virna
Vrans terdiam dia merasa gagal menjadi seorang ayah, dia bisa lantang menyebut mantan istrinya itu gagal menjadi seorang ibu tapi ternyata dirinya juga sama gagal menjadi seorang ayah...
" maafin papa, papa gagal menjadi seorang ayah " ucap Vrans lirih
" semua sudah takdir pah, yang penting sekarang kita bisa berkumpul bersama, oh ya selama ini papa kemana saja " tanya Virna
" papa berada di Bandung Selatan, papa disana tinggal bersama adik kamu namanya Vano " ucap Vrans
Virna sangat terkejut mendengar kata adik, apa papanya selama ini sudah menikah lagi jadi alasan ini kah ayahnya tidak pernah pulang...
" aku punya adik " tanya Virna kaget
" iya " ucap Vrans
" papa sudah menikah lagi " tanya Virna
terdengar kekehan dari mulut Vrans saat Virna menanyakan perihal dirinya sudah menikah lagi Virna sangat terkejut mendengar penuturan ayahnya...
" kamu sama Vano saudara kandung satu ayah satu ibu " ucap Vrans
" maksud papa apa, kalau aku sama Vano satu ayah satu ibu lalu kapan mama mengandung atau pun melahirkan kenapa Virna tidak tahu " ucap Virna
" mama kamu mengandung saat kamu kuliah di luar negeri, tapi mama kamu tidak menginginkan anaknya mama kamu sempat depresi saat mengandung Vano " ucap Vrans
__ADS_1
" sampai segitunya tapi kenapa kalian tidak pernah memberi tahu Virna kalau mama sedang mengandung dan juga depresi " ucap Virna sedih
" dulu papa gak mau kamu terbebani dengan keadaan mama kamu, papa pikir papa bisa menghandle semuanya, mama beberapa kali ingin menggugurkan kandungannya tapi gagal karena banyak yang mengawasi " ucap Vrans
" lalu kenapa mama bisa depresi harusnya kalian senang karena dapat amanah dari Allah " ucap Virna
" waktu itu karir mama sedang naik daun mama harus menjaga penampilannya, kalau mama kamu mengandung itu akan berisiko tinggi pada karirnya, perusahaan mama sedang maju dan pada akhirnya kehamilan mama terkuak dan semua investor tidak mau berkerja sama dengan wanita yang sedang mengandung karena akan menghambat pada pekerjaan dan dari sana mama kamu menjadi depresi " ucap Vrans
Virna tidak menyangka kalau mamanya bisa berada di posisi seperti itu, lalu apa yang terjadi dengan adiknya apa dia sehat-sehat saja atau mengalami kecacatan akibat depresi yang ibunya idap...
" apa Vano baik-baik saja " tanya Virna
" iya, tapi dia harus menjalani terapi " ucap Vrans
" terapi, dia kenapa " tanya Virna
" saat berangkat sekolah adik kamu tidak hati-hati dia kecelakaan dan kakinya sementara tidak bisa jalan " ucap Vrans
" astaghfirullah" ucap Virna karena tidak menyangka kalau keadaan adiknya tidak baik-baik saja...
" apa itu surat gugatan cerai kamu " tanya Vrans saat melihat amplop coklat yang sedari tadi di genggaman oleh Virna...
" biar papa yang urus semuanya " ucap Vrans
" makasih pah " ucap Virna
Virna senang masih ada orang yang peduli akan dirinya, dirinya memang tidak beruntung dalam hal asmara maupun keluarga tapi di balik semua itu Virna bersyukur masih bisa melihat ayahnya kembali...
" maafin Virna pah, Virna ngerepotin papa maaf gak bisa bikin papa bisa jadi wali nikah Virna " ucap Virna sedih
" harusnya papa yang minta maaf, maaf papa telat datang kalau saja papa datang awal-awal mungkin ini semua tidak akan terjadi " ucap Vrans ada rasa penyesalan dalam dirinya kalau saja dirinya fokus terhadap kedua anaknya ini semua tidak akan terjadi...
" gak apa-apa pah semua sudah berlalu, sekarang yang penting kita bisa berkumpul kembali " ucap Virna
" iya mari kita ciptakan kebahagian kita sendiri tanpa campur tangan orang lain " ucap Vrans sambil tersenyum dan di balas oleh Virna..
mulai hari ini biarkan Virna mencari jalannya sendiri biarkan luka yang di toreh dalam pernikahannya dengan Arlan hilang dengan seiringnya waktu, Virna akan memulai kehidupannya yang baru di tempat yang baru dan semoga anaknya kelak tidak mendapatkan cemoohan dari orang-orang karena lahir tanpa ayah...
__ADS_1
Virna belum siap memberi tahu ayahnya kalau dirinya sedang hamil, Virna akan berencana memberi tahu ayahnya kalau sidang perceraiannya sudah beres, egois memang tapi Virna ingin sekali egois ke dirinya sendiri agar kehidupannya lebih baik dari sekarang...
perjalanan dua jam menuju Bandung sangat cepat sekarang mereka sudah sampai di perumahan asri dimana selama ini Vrans berada, Virna ketiduran dalam perjalanan Vrans sebenarnya tidak tega membangunkan anaknya yang sedang tidur nyenyak tapi Vrans harus menjaga batasan karena sekarang putrinya sudah menjadi wanita dewasa bukan putri kecilnya lagi....
" nak, bangun kita sudah sampai " ucap Vrans sambil membangunkan anaknya yang sedang tertidur...
Virna bangun dari tidurnya dia masih mengumpulkan nyawanya saat ayahnya membangunkan, Virna menatap sekelilingnya terlihat rumah mini malis dengan lingkungan yang sangat asri hawa dingin khas pegunungan sangat terasa di kulit, Virna sesekali menggosokkan telapak tangannya agar mendapat kehangatan...
" ayo masuk di luar dingin " ajak Vrans
" iya pah " ucap Virna lalu mengikuti ayahnya untuk masuk ke dalam rumah...
saat pertama kali Virna masuk Virna merasakan kehangatan, rumah yang bernuansa kayu jati tapi dengan instruktur modern...
" adik kamu mungkin sudah tidur " ucap Vrans
" apa dia sudah tau tentang Virna " tanya Virna
" iya dia malah yang lebih semangat, dia sangat menyesal karena akibat keadaannya kamu terlambat datang kesini " ucap Vrans
" aku gak apa-apa pah, malah aku senang mendengar kalau Vano sudah tau keberadaan Virna jadi Virna tidak terlalu canggung nantinya " ucap Virna
" kamu juga mending istirahat pasti cape karena perjalan yang jauh " ucap Vrans
" papa juga " ucap Virna
" iya, kamar kamu diatas yang pintunya cat warna putih " ucap Vrans
" iya pah " ucap Virna
Virna berjalan menuju lantai atas disana terdapat dua kamar yang dimana pintunya berbeda warna, yang satu catnya berwarna putih dan yang satunya lagi berwarna hitam, Virna masuk ke dalam kamar dan meletakkan kopernya di samping lemari dirinya akan merapikan pakaiannya besok saja karena malam ini Virna merasa sangat lelah...
dia masih kepikiran dengan keadaan Arlan apa sekarang Arlan baik-baik saja atau sama sepertinya yang terkadang merasakan rindu akan sosok Arlan...
" semoga Allah selalu menjaga kamu mas, bahagia selalu aku sudah melepaskan luka didalam pernikahan kita, aku harap kamu akan bahagia dengan wanita yang kamu cintai, dan aku akan bahagia dengan buah hati kita " gumam Virna lalu berbaring dan tertidur hari masih malam untuk berjaga...
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit ☺️☺️
__ADS_1
happy reading guys 😉😉