Luka Didalam Pernikahan

Luka Didalam Pernikahan
LDP 13


__ADS_3

Setelah selesai mengemasi pakaiannya Virna lalu beranjak ke bawah sambil menggeret koper, sesekali Virna menghela nafas panjang hari ini akan menjadi hari terakhir dirinya berada di rumah ini, banyak sekali kenangan di dalamnya...


Virna menyimpan kopernya di balik sofa ruang tamu Virna berencana untuk menunggu Arlan disana, Virna sudah menyiapkan hati untuk menyampaikan semuanya, tak lama Virna menunggu akhirnya Arlan pulang terdengar suara mesin mobil...


" assalamualaikum " ucap Arlan saat masuk


" walaikumsalam " ucap Virna lalu bangkit dan menyalami tangan suaminya


" kamu gak apa-apa " tanya Arlan saat melihat wajah pucat Virna di tambah matanya yang sembab...


" gak apa-apa mas, oh ya aku mau bicara sama mas Arlan " ucap Virna


" mau bicara apa " tanya Arlan


" duduk dulu mas " ucap Virna


mereka berdua pun duduk saling berhadapan Arlan bisa melihat kedua mata Virna sembab...


" apa kamu baik-baik saja, maaf tadi saya ingkar janji " ucap Arlan


" gak apa-apa mas mungkin mas sibuk Virna maklumi " ucap Virna


Arlan terdiam mendengar ucapan Virna, sebenarnya tadi memang dia datang ke rumah sakit dimana Virna akan di periksa tapi tidak sengaja dia bertemu dengan Fika, Arlan membantu Fika sebentar untuk pergi ke dokter karena tadi Fika mengeluh sakit di bagian perutnya, tapi ternyata saat Arlan akan kembali menemui Virna, Fika tidak ingin di tinggal dia ingin di temani jadinya Arlan tidak punya pilihan...


" kamu mau bicara apa " tanya Arlan


Virna memberikan amplop coklat ke hadapan Arlan, sedangkan Arlan yang tidak tahu itu amplop apa hanya memandang saja tanpa menyentuh...


" ini apa " tanya Arlan lagi


" itu amplop yang isinya surat cerai yang kamu layangkan dua tahun lalu untuk aku, disana aku sudah mendata tangani sesuai kemauan mas Arlan " ucap Virna


suara Virna sedikit bergetar karena menahan tangisannya, sedangkan Arlan dia sangat terkejut mendengar penuturan Virna..


" maksud kamu apa " tanya Arlan dia masih belum mengerti arah pembicaraan Virna...


" aku menyerah mas, aku menyerah dengan rumah tangga kita disini hanya aku yang menginginkan sedangkan kamu gak, pernikahan kita memang di dasari perjodohan tapi kenapa rumah tangga kita tidak bisa seperti rumah tangga yang lain yang keadaannya sama seperti kita yang di dasari perjodohan " ucap Virna


" maaf, maafin aku mas kalau aku terlalu lama menjerat mas dalam kehidupan rumah tangga kita, aku pikir mas bisa berubah dengan seiringnya waktu tapi ternyata aku gagal membuat mas cukup dengan adanya aku saja " ucap Virna lagi


" maaf aku memisahkan mas dengan orang yang mas cintai, tapi sekarang mas bisa bersatu dengan perempuan yang mas cintai tanpa di halangi dengan adanya aku ataupun rumah tangga kita, dan kita tidak perlu repot-repot membohongi semua orang " ucap Virna kembali

__ADS_1


sekarang air mata Virna sudah menetes ucapan Virna membuat sudut hati Arlan sakit, apa terlalu dalam dia menyakiti perempuan yang sekarang sedang menangis di hadapannya, apa rumah tangganya sudah tidak bisa di selamatkan lagi bukannya Arlan harusnya senang ini kan yang dia tunggu-tunggu selama ini...


" kamu yakin " tanya Arlan


" iya mas, ini aku kembalikan ke mas " ucap Virna sambil memberikan cincin pernikahan yang selama ini melingkar di jari manisnya...


Arlan baru menyadari kalau selama ini hanya Virna yang memakai cincin pernikahan sedangkan dirinya tidak, Arlan menatap kembali wajah sembab istrinya wajah Virna pucat semakin pucat karena menangis...


" disini saya tidak ingin mengajukan surat cerai itu ke pengacara saya " ucap Arlan


" maksud mas " tanya Virna


" kalau kamu mau silahkan kamu serahkan surat cerai itu ke pengacara kamu saya akan menunggu panggilan dari pengadilan saja " ucap Arlan lalu bangkit dan pergi menuju kamarnya...


Virna yang hanya terdiam, kembali menangis apa suaminya setuju akan perceraian ini, Virna sebenarnya sangat berharap kalau Arlan akan menolak tapi ternyata itu hanya angan-angan Virna saja...


Virna pun bangkit dari tempat duduknya lalu mengambil koper dan juga amplop yang berada di atas meja, Virna tadinya ingin berpamitan langsung dengan Arlan tapi melihat raut wajah Arlan saat meninggalkannya Virna menjadi berpikir dua kali...


Virna keluar dari rumah itu dengan perasaan sedih, dia sudah memesan taksi online untuk bisa mengantarkannya ke rumah ibunya, walaupun nanti Virna akan mendapat amarah dari sang mama tapi hanya itu satu-satunya tempat kembalinya Virna...


setelah masuk ke dalam mobil dan mobil pun pergi meninggalkan perkarangan rumah Arlan, sedangkan Arlan yang sedari tadi berdiri di dekat jendela dia menyaksikan sendiri istrinya pergi tanpa pamit dengan dirinya, tadi Arlan sangat marah dengan dirinya sendiri dia tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya, tapi saat Virna memberikan amplop dan juga berbicara seperti itu tidak tahu kenapa hati Arlan merasakan marah...


" jadi ini akhir dari segalanya atau sebaliknya ini akan menjadi awal dari segalanya " gumam Arlan saat matanya tidak mendapati lagi mobil yang istrinya tumpangi...


sedangkan Virna yang berada di dalam mobil hanya merenung dan sesekali dia mengusap air matanya, sedih jelas karena rumah tangganya berakhir, dan sekarang dirinya sedang mengandung memang dalam Islam perempuan yang sedang hamil haram hukumnya untuk bercerai tapi Virna tidak punya pilihan lain...


suara supir menyadarkan Virna dari lamunannya, ternyata mobil sudah sampai di halaman rumahnya, terdapat ada sebuah mobil disana apa ibunya ada tamu tapi ini sudah mau Maghrib...


supir taksi online membantu Virna untuk menurunkan kopernya, setelah membayar Virna bergegas masuk, saat Virna ingin memberi salam sudah terdengar suara orang ribut dan Virna bisa melihat kalau orang yang selama ini Virna rindukan sudah ada di hadapannya tapi malah yang Virna lihat hanya ada pertengkaran...


" assalamualaikum " ucap Virna


dua orang yang sedang bertengkar itu langsung terdiam lalu menatap siapa yang datang ternyata yang datang adalah putri mereka, benar yang sedang bertengkar itu adalah ayah dan ibu dari Virna...


" walaikumsalam " ucap mereka bersama


" kenapa kamu pulang kesini " tanya mama Virna


" kamu apa-apaan nanya seperti itu sama anak kamu sendiri, wajar dia pulang karena ini rumah dia " ucap Vrans ayah Virna


" dia sudah menikah sewajarnya dia tinggal bersama suaminya " ucap Martha ibu kandung Virna

__ADS_1


Vrans tidak mengindahkan ucapan mantan istrinya, dia berjalan menuju anaknya yang masih terdiam di depan pintu...


" putri papa " ucap Vrans sambil memeluk Virna


" papa " ucap Virna lirih lalu membalas pelukan ayahnya sambil menangis...


kerinduan seorang ayah pada anak tidak terbendung lagi, apalagi saat mengetahui anak perempuan satu-satunya sudah menikah tanpa dia yang menjadi walinya, dan juga kerinduan seorang anak terhadap ayahnya sama-sama tidak terbendung tempat dia berkeluh kesah, cinta pertama anak perempuan kini dia datang dan seketika beban di pundaknya terasa terangkat...


" maafin papa baru datang menemui kamu " ucap Vrans lirih


" papa kemana saja, Virna kangen banget sama papa " ucap Virna


" papa belum bisa menjawabnya nanti pasti papa akan ceritakan semuanya " ucap Vrans


ibu Virna yang tak lain adalah Martha sangat tidak senang melihat nostalgia ayah dan anak itu, dia langsung menanyakan apa maksud Virna pulang...


" kamu kenapa pulang kesini, mana bawa koper segala " tanya Martha


" aku sama mas Arlan sudah berpisah mah " ucap Virna


" APA, gak salah dengar mama jangan bercanda Virna kalau kamu bercerai dengan Arlan gimana nasib perusahaan mama " ucap Martha marah


" tapi mah, mas Arlan sudah gak mau meneruskan rumah tangga ini " ucap Virna


" alasan kamu saja itu mah, pulang sekarang ke rumah suami kamu dan minta maaf " ucap Martha


" gak bisa mah Virna gak bisa " ucap Virna sambil menangis


" cukup Martha kamu tidak bisa memaksa anak kamu untuk kembali ke rumah suaminya, kalau suaminya sendiri sudah memberi dia talak " ucap Vrans


" baru talak satu masih bisa rujuk, kamu harus ngalah dong Vir jangan egois " ucap Martha


" yang egois disini itu kamu Martha kamu sudah gagal menjadi istri, dan sekarang kamu gagal menjadi seorang ibu, Virna sudah bercerai dengan suaminya biar saya yang akan bertanggung jawab atas hidupnya mulai sekarang " ucap Vrans


" ayo nak ikut sama papa, tinggal kan rumah penuh neraka ini bidadari seperti kamu tidak pantas berada disini " ucap Vrans lagi


Virna hanya menganggukkan kepalanya, dia juga sebenarnya tidak ingin tinggal bersama ibunya, ibunya terlalu berambisi dalam mengejar dunia tanpa memikirkan perasaan anaknya sendiri...


" dasar manusia tidak berguna semua " ucap Martha saat melihat Vrans dan juga Virna pergi meninggalkan rumahnya...


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit ☺️☺️

__ADS_1


happy reading guys 😉😉


__ADS_2