Luka Didalam Pernikahan

Luka Didalam Pernikahan
LDP 22


__ADS_3

Seminggu sudah kehidupan Arlan seperti tidak semangat hubungannya dengan Fika pun menjadi tidak jelas, Arlan seperti orang yang putus asa padahal kejadian ini berawal dari dirinya, sekertaris dan juga asisten pribadinya sempat heran melihat tingkah atasannya itu...


" mba Mirna aneh gak sih liat penampilan pak Arlan gak seperti biasanya " ucap Dewi


" pak Arlan kan sudah duda, gak ada yang ngurus " ucap Mirna santai


sebenarnya Mirna ingin ketawa saat berbicara seperti itu, mereka berdua selalu ghibahin bos sendiri tanpa takut di pecat...


" harusnya kalau sudah duda pak Arlan lebih mempesona, bukannya malah tambah dingin dan cuek seperti sekarang " ucap Dewi


" dia kan duda udah berpunya, mau tebar pesona ke siapa lagi coba " ucap Mirna


" memang ya pak Arlan itu buta " ucap Dewi


" maksud kamu " tanya Mirna


" pak Arlan tuh udah di kasih berlian yang Masya Allah bagusnya, malah milih kerikil batu yang astaghfirullah gak jelas bentuknya " ucap Dewi ikut kesal dengan kelakuan Arlan...


Mirna hanya tersenyum mendengar dumelan Dewi, mereka berdua memang menyayangkan perpisahan antara atasannya dengan istrinya, tapi mungkin jodoh mereka sampai disini...


" Mirna bawakan jadwal saya, kalian itu kerjaannya ngomongin saya Mulu " ucap Arlan


" baik pak " ucap Mirna


" itu pak bos dia denger apa yang kita omongin " ucap Dewi


" mungkin " ucap Mirna


Dewi hanya bisa pasrah saja, kalau nanti dia di pecat dia bingung mau minta pesangon berapa, karena selain pesangon dari perusahaan dia juga ingin meminta pesangon dari Arlan, buat uang tutup mulut...


Mirna masuk ke ruangan Arlan, Arlan yang tadinya duduk di kursi kebesarannya berpindah ke sofa yang ada di ruangannya...


" kalian belum bosan ngomongin saya terus " tanya Arlan


" belum pak, soalnya perkara yang bapak buat masih banyak " ucap Mirna


" kamu tidak takut di pecat " ucap Arlan


" tidak, kalau bapak sampai pecat saya dan juga Dewi itu sama saja bapak bunuh diri " ucap Mirna


" sudah lah, punya bawahan kok tukang ngancem " ucap Arlan


ucapan Arlan membuat senyuman di bibir Mirna terangkat, mereka sebenarnya tidak ada niat untuk membuka aib atasannya cuma buat jaga-jaga saja sewaktu-waktu atasannya khilaf dan mempecat mereka...


" jadwal pak Arlan hari ini rapat dengan dewan direksi setelah itu bapak harus menghadap pak Retno di kantornya " ucap Mirna


" ada apa " tanya Arlan


" maksud bapak " tanya Mirna tidak mengerti


" ayah saya ada apa nyuruh saya ke sana " tanya Arlan

__ADS_1


" pak Retno meminta anda mendata tangani dokumen harta Gono gini pernikahan anda " ucap Arlan


" baiklah " ucap Arlan


" Lima belas menit lagi bapak akan ke ruang rapat " ucap Mirna


" kamu siapkan berkasnya " ucap Arlan


" baik pak, kalau begitu saya permisi " ucap Mirna hanya ditanggapi dengan anggukan kepala oleh Arlan...


Mirna keluar dari dalam ruangan Arlan, disana Mirna melihat Dewi yang serius mengerjakan tugasnya, Dewi umurnya sama seperti Virna masih dua puluh tiga, tapi nasib mereka yang berbeda...


" Wi, berkas buat rapat hari ini susun yang rapih nanti saya ambil saat mau pergi " ucap Mirna


" baik mba " ucap Dewi


lain di tempat Virna yang sedang menyiram tanaman yang berada di halaman depan rumahnya, di tegur oleh ibu-ibu yang kebetulan lewat...


" pagi neng " ucap ibu-ibu


" pagi Bu, abis dari pasar " tanya Virna sopan sambil tersenyum


" iya nih, si neng ini teh siapa kok ibu baru lihat " tanya ibu-ibu itu


" saya anak pak Vrans Bu yang paling besar " ucap Virna


" owalah, pantesan mirip banget sama Vano " ucap ibu


" kalau begitu ibu permisi ya neng udah siang mau masak dulu " ucap ibu


" iya silahkan " ucap Virna sambil tersenyum


setelah kepergian ibu-ibu tadi Virna beranjak dari tempatnya, saat dirinya mau masuk Virna melihat papahnya sedang menyiram tanaman bonsai miliknya, Virna lalu menghampiri dan memanggil ayahnya...


" papa " panggil Virna


yang di panggil pun menengok lalu memberikan kode dengan alisnya pertanda dia bertanya...


" mau Virna bikinin kopi " tanya Virna


" boleh nak, kopi susu ya " ucap Vrans


" iya " ucap Virna


Virna ke dalam membuatkan kopi untuk ayahnya, sedangkan adiknya mungkin sedang di kamar main game, setelah selesai Virna membawa satu cangkir kopi dan juga bakwan jagung yang tadi dia buat, Virna melihat ayahnya sudah duduk di kursi yang menghadap ke arah pohon bonsai...


" pah ini kopinya " ucap Virna


" papa cuma minta kopi loh, tapi kalau kamu maksa papa juga bakalan makan gorengannya juga " ucap Vrans


Virna hanya tersenyum menanggapi guyonan sang ayah, Virna lalu ikut duduk di sebelah ayahnya sambil memandang ke depan karena banyak orang berlalu lalang...

__ADS_1


" nak " panggil Vrans hanya di tanggapi deheman oleh Virna


" kamu senang tinggal disini " tanya Vrans


" iya, disini hawanya sedikit dingin tapi sejuk, bagus buat kesehatan " ucap Virna


" kamu menyesal tidak, bercerai di usia muda " ucap Vrans


" kalau menyesal pasti yah, yang seharusnya Virna bermain dengan teman-teman, ini malah terjebak dalam satu rumah dengan orang yang tidak kita kenal " ucap Virna


" tapi Virna bersyukur karena pernikahan itu, Virna mendapatkan hadiah yang paling berharga " ucap Virna lagi


" maksud kamu jadi janda muda yang kaya raya " ucap Vrans bercanda sambil ketawa kecil


" bukan itu papa, papa nih matre banget " ucap Virna sambil memukul kecil tangan ayahnya yang di pukul malah ketawa...


" lalu " ucap Vrans


" aku bakalan menjadi seorang ibu " ucap Virna


" iya... iya... papa pun bakalan menjadi seorang kakek, bercanda kamu garing " ucap Vrans sambil ketawa


" aku serius papa " ucap Virna kesal karena dari tadi papanya malah bercanda...


Vrans yang tau kalau putrinya tidak bercanda langsung tersedak kopi yang dia minum, sampai-sampai Virna ikutan terkejut karena ulah ayahnya...


" mangkanya bismillah dulu kalau mau makan atau minum " ucap Virna sambil menepuk-nepuk punggung ayahnya...


" kamu tuh bercandanya gak lucu, sakit ini dada papa karena tersedak " ucap Vrans


" Virna serius papa, Virna gak bohong " ucap Virna


" kamu tahu hukumnya kalau perempuan di talak saat dirinya hamil, itu dosa Virna " ucap Vrans


" kalau dari awal kamu bilang, kalau kamu hamil papa akan tunda perceraian kamu sama Arlan sampai anak kamu lahir " ucap Vrans sedikit marah


" maaf pah, Virna bukannya mau bohongin papa tapi ini semua demi kebaikan Virna sama mas Arlan " ucap Virna


" jelasin sama papa bagian mana yang bikin kalian kalau ini demi kebaikan " ucap Vrans


" bukan hanya Virna yang hamil tapi juga kekasih mas Arlan juga hamil " ucap Virna ada rasa sesak saat dirinya harus menceritakan semuanya...


" maksud kamu perempuan itu juga hamil anak Arlan, berengsek " ucap Vrans marah yang ditanggapi anggukan oleh Virna..


" tapi kamu ini istri sahnya, sah secara agama dan juga negara anak kamu juga akan di akui, kalau perempuan itu dia bukan istri Arlan " ucap Vrans


saking marahnya Vrans sampai membanting gelas yang di pegangnya lalu masuk ke dalam dengan amarah yang masih ada di dalam dirinya, sedangkan Virna dia ingin saja menangis saat menceritakan masalah dalam keluarganya tapi dia tahan agar ayahnya tidak semakin marah.....


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇


happy reading guys 😉😉

__ADS_1


__ADS_2