Luka Didalam Pernikahan

Luka Didalam Pernikahan
LDP 17


__ADS_3

Hari-hari Virna hanya di sibukkan dengan urusan rumah, adiknya dan juga ayahnya kehidupannya sangat berbeda dari dua tahun yang lalu, semenjak Virna tinggal dengan kelurganya Virna merasa hidup kembali, di rumah yang tidak terlalu besar yang hanya di tempati tiga orang, di pedesaan yang sangat asri dan juga orang-orangnya yang sangat ramah...


" papa hari ini akan pergi ke Jakarta untuk menghadiri persidanganmu " ucap Vrans


" berapa lama papa disana " tanya Virna


" seminggu papa akan disana, kalian disini baik-baik " ucap Vrans


" hati-hati dijalan " ucap Vano


hanya deheman yang Vrans berikan, mereka sedang menikmati sarapan pagi mereka dengan hawa yang sangat dingin di luar karena subuh tadi sudah turun hujan dan baru saja reda...


" nanti pak RW akan datang kesini minta KTP kamu buat isi data, dan juga masukin nama kamu ke kartu keluarga papa " ucap Vrans


" apa Virna gak bisa bikin kartu keluarga sendiri " tanya Virna


" sementara masuk kartu keluarga papa dulu, nanti kalo sudah berkeluarga kembali baru pecah lagi " ucap Vrans


" baru aja mau sidang cerai sudah bilang begitu " ucap Virna


" jodoh siapa yang tau nak " ucap Vrans


Virna hanya mengaminkan ucapan sang ayah karena Virna percaya ucapan baik adalah doa yang baik pula...


" papa sudah selesai sarapannya, mau keatas langsung mau siap-siap " ucap Vrans


" iya " ucap Virna


Vrans beranjak menuju kamarnya, sedangkan Virna dan Vano melanjutkan sarapan mereka, Vano yang sedari tadi diam saja mulai memberanikan berbicara ke kakaknya...


" kak Virna gak mau cerita sama papa " ucap Vano


" nanti setelah sidang perceraian kakak beres, kalo sekarang kakak takut papa akan membatalkan perceraian kakak dengan mas Arlan " ucap Virna


" apa kakak tidak berpikir panjang setelah tau kalo kakak sedang hamil " tanya Vano


" maka dari itu kakak mau secepatnya berpisah dengan mas Arlan, kakak gak mau mas Arlan menerima kakak karena alesan bayi yang sedang kakak kandung, kakak gak mau anak kakak merasakan sakit karena penolakan dari ayahnya sendiri " ucap Virna sedih


Vano yang mendengar isi hati sang kakak merasa tidak enak karena terlalu mencampuri urusan sang kakak, bukan tidak ada sebab kenapa Vano berbicara seperti itu dia tidak ingin keponakannya memiliki nasib seperti dirinya yang tumbuh tanpa figur orang tua lengkap...


tak lama Vrans turun dengan membawa satu koper dan juga tas kerjanya, Vrans sudah siap untuk berangkat menuju Jakarta...


" papa sudah mau berangkat " tanya Virna


" iya nak, takut ketinggalan pesawat " ucap Vrans


" hati-hati pah di jalannya, kalau sudah sampai kabari " ucap Virna

__ADS_1


" baiklah, kalian baik-baik di rumah jangan menerima tamu orang asing selama papa pergi Vano jaga kakak kamu ya, dan juga rutin minum obatnya agar cepat sembuh " ucap Vrans sambil mengelus kepala anak laki-lakinya...


" iya pah " ucap Vano


" baiklah papa pergi dulu, assalamualaikum " ucap Vrans


" walaikumsalam " ucap Virna dan Vano barengan


Virna membantu Vano berjalan menuju luar rumah untuk mengantar ayah mereka sampai depan rumah, Virna memandangi mobil yang di tumpangi ayahnya yang semakin lama semakin menjauh dari perkarangan rumah mereka...


" ayo masuk kamu harus minum obat lalu istirahat " ucap Virna


" kakak juga " ucap Vano


" iya kakak mau beresin meja makan dan juga mau nungguin pak RW dulu " ucap Virna


" baiklah " ucap Vano


mereka berdua pun masuk kembali ke dalam rumah setelah mengantar ayah mereka pergi menuju Jakarta, sedangkan di tempat lain Arlan yang sudah dua bulan ini tinggal sendirian di rumahnya hanya melamun setiap dia merasakan kesepian di rumahnya...


hari ini dia mendapatkan surat panggilan dari pengadilan untuk sidang perceraiannya bersama Virna, Arlan harusnya bahagia karena ini yang selama ini dia inginkan terlepas dari ikatan pernikahan bersama Virna, tapi tidak tahu kenapa dia merasakan sakit yang sangat di dalam hatinya...


" apa pak Arlan akan menghadiri persidangan " tanya pengacara Arlan


" tidak, saya serahkan semuanya kepadamu " ucap Arlan


" baiklah itu akan mempercepat keputusan perceraiannya paling terlambat seminggu " ucap pengacara Arlan


" kalau begitu saya permisi pak " ucap pengacara Arlan yang di tanggapi anggukan kepala oleh Arlan...


setelah kepergian pengacaranya Arlan kembali duduk dan membaringkan kepalanya di bahu sofa dan menatap ke arah langit-langit rumahnya, banyak kenangan di rumah ini tentang Virna, apalagi seminggu yang pernah mereka lewati, Arlan pernah terbesit dalam pikirannya gimana kalau Virna hamil karena Arlan ingat kalau dirinya selalu keluar di dalam dan tanpa pengaman juga, tapi kalau benar kenapa Virna tidak membatalkan perceraian mereka..


tak lama Arlan terpejam di sofa itu dia merasa akhir-akhir ini tubuhnya selalu lemas, dia malas untuk beraktivitas ke kantor pun yang tadinya selalu rutin sekarang Arlan hanya memantau dari rumah, tak lama terdengar dengkuran kecil dari mulut Arlan...


" yayah " panggil seorang anak kecil perempuan yang bisa di perkirakan umurnya empat tahun..


Arlan yang mendengar suara itu mencari darimana suara itu, dan ternyata dari gadis kecil yang sedang berdiri menghadapnya dengan senyuman yang melengkung dari sudut bibirnya, Arlan yang merasa gadis itu mirip dengannya tapi dengan versi perempuannya...


" yayah ini Aya " ucap gadis kecil itu yang menyebut dirinya Aya


" yayah " gumam Arlan


" iya, itu yayah dan ini Aya " ucap gadis itu sambil menunjuk ke arah Arlan dan juga dirinya...


" yayah, maksud kamu ayah " ucap Arlan memperjelas


" iya yayahnya Aya " ucap gadis kecil itu sambil tersenyum senang

__ADS_1


Arlan semakin bingung dengan semua itu, Arlan ingat betul kalau tadi dia ketiduran di sofa yang ada di rumahnya, tapi kenapa sekarang dia bersama dengan gadis kecil yang anehnya memanggil dirinya dengan sebutan Yayah atau juga ayah...


" aku bukan ayahmu nak " ucap Arlan membuat gadis kecil itu menjadi sedih...


" yayah Aya " ucap gadis kecil itu dengan raut wajah yang sedih dan juga sepertinya akan menangis membuat Arlan menjadi tidak tega...


" kenapa ini aneh sekali " gumam Arlan


terdengar suara tangisan dari gadis kecil itu dan membuat Arlan menjadi panik sendiri karena gadis kecil itu tidak mau diam, tapi Arlan merasa aneh lama kelamaan kenapa tangisan itu berubah jadi panggilan dan suara itu sangat familiar di telinga Arlan...


" pak... pak Arlan... pak bangun " panggil seseorang yang tak lain adalah asisten pribadi Arlan yaitu Dewi


Arlan yang mendengar itu seketika membuka matanya, dan melihat benar saja yang memanggilnya adalah asisten pribadinya, Arlan lalu melirik ke kanan dan ke kiri membuat Dewi semakin bingung...


" pak cari apa " tanya Dewi


" wi.. kamu gak liat anak kecil perempuan " tanya Arlan


" memangnya siapa pak, saya dari tadi gak liat siapa-siapa kecuali bapak yang tertidur disini " ucap Dewi


" masa sih, namanya Aya Wi, masa kamu gak liat " tanya Arlan lagi


Arlan sangat panik karena sebelum dia bangun, gadis kecil itu sedang menangis karena penolakannya...


" gak ada pak, gak ada siapa-siapa pak Arlan mimpi kali " ucap Dewi


ucapan Dewi membuat kesadaran Arlan kembali, benar mungkin saja Arlan sedang bermimpi tapi mimpi itu terasa nyata di diri Arlan...


" by the way pak kok rumah sepi, kemana Bu Virna " tanya Dewi sambil celengak celinguk melihat sekitar


" gak ada, kamu ngapain kesini kenapa gak kabarin saya dulu " tanya Arlan mengalihkan pertanyaan dari asisten pribadinya...


" saya sudah telepon bapak berkali-kali, dan juga kirim pesan tapi gak ada satupun bapak respon eh pas sampai sini bapak malah tidur disini mana rumah kosong pintu gak di kunci gimana kalau ada maling " ucap Dewi


" bawel kamu Wi.. cepetan ada apa " tanya Arlan


" ini ada dokumen yang harus bapak tanda tangani, oh iya pak besok bapak ada meeting sama client " ucap Dewi


" jam " tanya Arlan


" jam sepuluh di restoran mawar " ucap Dewi


" kamu atur besok saya masuk ke kantor " ucap Arlan


" siap pak " ucap Dewi


Dewi pamit untuk kembali ke kantor sedangkan Arlan dia berjalan menuju kamarnya....

__ADS_1


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit ☺️☺️


happy reading guys 😉😉


__ADS_2