
Adzan subuh berkumandang Virna yang duluan bangun merasakan sakit di seluruh badannya apalagi di bagian bawahnya, Virna baru sadar kalau malam tadi hak sebagai istri sudah Arlan ambil, Virna melirik kearah samping dimana Arlan masih tidur dengan gaya tengkurap tanpa baju mungkin juga tanpa bawahan...
Virna bangun dan mengambil baju yang berceceran di lantai, Virna juga mengambil baju Arlan yang berada di lantai dan dia simpan di sofa yang ada di kamar tamu, Virna keluar tanpa membangunkan Arlan terlebih dahulu, rasanya dia masih malu tapi kewajiban harus Arlan laksanakan...
Virna berniat membangunkan Arlan setelah dia bersih-bersih dan lebih dulu menjalankan kewajibannya, bukan karena Virna tidak mau berjamaah bersama suaminya tapi Virna masih belum percaya kalau rumah tangganya akan mulai baik-baik saja...
Virna keluar dari dalam kamar tamu dan berjalan menuju lantai atas yang dimana kamarnya berada, setelah sampai Virna membersihkan badannya lalu melaksanakan ibadah sholat subuh, setelah itu Virna keluar dari dalam kamar niatnya untuk membangunkan Arlan tapi Virna melihat di keranjang baju kotor Arlan yang dia simpan di samping pintu kamarnya sudah ada banyak baju kotor...
Virna mengambil baju kotor milik suaminya lalu berjalan ke bawah menuju kamar tamu, Virna akan membangunkan Arlan terlebih dahulu sebelum dirinya mengerjakan pekerjaan rumah...
Virna masuk ke dalam ternyata Arlan sudah bangun sepertinya baru bangun karena mata Arlan masih terpejam walaupun posisi Arlan sudah duduk dengan bagian atas terekspos...
" mas udah bangun " tanya Virna
Arlan yang masih mengumpulkan nyawanya membuka mata dan melihat istrinya yang sudah memakai pakaian rapih walaupun baju rumahan, Arlan menatap Virna dengan intens lalu berdehem membalas ucapan Virna...
" jam berapa kamu bangun " tanya Arlan
" tadi mas jam setengah lima " ucap Virna
" kenapa gak bangunin saya juga, kita kan bisa sholat berjamaah " ucap Arlan
" itu, maaf mas Virna kira mas gak mau sholat berjamaah bareng Virna " ucap Virna tidak enak
" kamu belum mencoba tapi sudah menyimpulkan saja " ucap Arlan
" maaf mas " ucap Virna tidak enak ternyata prasangka atas Arlan salah...
__ADS_1
" ya sudah saya mau mandi dulu " ucap Arlan lalu bangkit Virna kira Arlan tidak memakai celana ternyata Arlan memakai celana pendeknya...
" kenapa tutup mata saya pakai bawahan " ucap Arlan
" ehemm, Virna kira mas gak pakai apa-apa " ucap Virna sedikit malu
Arlan hanya menatap saja lalu pergi meninggalkan Virna yang masih diam di tempatnya, Arlan berjalan keluar dari kamar tamu dia akan bersiap-siap untuk mandi dan menjalankan ibadah sholat subuh lalu bersiap-siap untuk pergi ke kantor...
Virna yang masih diam karena masih kaget dengan sikap Arlan, mengatur nafasnya agar lebih tenang lalu mengambil baju kotor milik Arlan dan dia bawa keluar untuk di cuci...
selain mencuci Virna juga menyiapkan sarapan untuk dirinya mungkin juga Arlan, Virna hanya membuat nasi goreng karena bahan-bahan untuk memasak sudah habis di kulkas, setelah selesai Virna menyiapkan di meja makan dan dia duduk sambil menunggu Arlan turun Virna menulis bahan-bahan untuk kebutuhan dapur dan juga ada costumer yang memesan cookies...
Virna tidak menyadari kalau Arlan sudah berdiri di dekat meja makan, Virna sangat terkejut saat mendengar suara deheman di samping tempat duduknya saat Virna melihat ke atas ternyata Arlan yang sudah rapih dengan setelan kerjanya...
" eh mas maaf Virna gak tau kalau mas udah disini, mas mau sarapan Virna udah buatin nasi goreng " ucap Virna
Virna menyampingkan catatan belanjaannya lalu mengambil piring kosong yang berada di depan Arlan lalu mengisi dengan nasi goreng buatannya...
Arlan memakan nasi goreng buatan Virna dengan diam, Virna pun sama dia menemani Arlan makan walaupun dirinya belum lapar...
" apa kamu belum belanja bulanan " tanya Arlan
" belum mas, nanti siang mungkin aku mau belanja " ucap Virna
" nanti saya suruh Dewi buat transfer uang bulanan buat kamu " ucap Arlan
" iya mas " ucap Virna
__ADS_1
" saya sudah selesai makan, terima kasih atas sarapannya saya mau berangkat dulu " ucap Arlan lalu pergi meninggalkan Virna yang masih di meja makan...
Virna merasa sifat Arlan belum berubah walaupun mereka sudah melakukan hubungan suami istri, Virna sedikit kecewa tapi Virna harus menerimanya mungkin takdir bahagia untuknya belum datang...
Virna menghabiskan sarapannya, lalu bergegas membereskan meja makan dan mencuci piring bekas makan dan mengambil baju yang sudah kering di mesin cuci, seperti ini kehidupan Virna sehari-hari tidak ada lagi, mangkanya Virna mencoba jualan online biar ada kegiatan lain selain mengurus rumah...
di tempat lain Arlan merasakan canggung saat berhadapan dengan Virna karena kejadian semalam, Arlan menghubungi sekertarisnya agar mengirimkan uang ke rekening istrinya, Arlan sampai lupa dengan uang bulanan untuk Virna saking sibuknya memikirkan hubungannya bersama Virna dan juga Fika...
setelah menghubungi sekertarisnya Arlan menjalankan mobilnya menuju kantor, Arlan sengaja tidak memakai jasa supir karena dia tidak suka ada orang lain di dalam mobilnya, kecuali Fika kekasihnya itu juga hanya beberapa kali...
Arlan sudah memutuskan untuk tidak menghubungi Fika selama seminggu dia masih menyesuaikan hubungannya dengan Virna, apa dia bisa bertahan atau tidak dalam menjalankan rumah tangga bersama Virna dia akan mencoba menjadi suami yang baik selama seminggu ini...
walaupun terdengar tidak pantas tapi ini satu-satunya jalan untuk meyakinkan perasaannya Arlan masih memikirkan gimana wajah cantik Virna saat tidak memakai hijab, gimana cantiknya rambut hitam panjang milik Virna terurai Arlan masih bisa merasakan gimana sentuhan tangannya di kulit mulus milik Virna...
" sial pagi-pagi sudah memikirkan yang tidak-tidak " gumam Arlan
mobil Arlan sampai di depan kantornya lalu berhenti di depan, Arlan keluar saat seseorang membukakan pintu mobilnya dan menggantinya untuk memarkirkan mobilnya...
Arlan masuk ke dalam kantornya banyak karyawan yang menyapanya tapi Arlan hanya menanggapinya dengan anggukan, wajah dingin dan datar yang Arlan perlihatkan Arlan terkenal dengan CEO berwajah dingin tanpa senyuman sedikit pun...
Virna yang sudah selesai dengan pekerjaan rumahnya, dia bergegas menuju supermarket untuk belanja tadi saat dirinya sedang bersiap-siap handphonenya berbunyi ternyata notifikasi dari bank kalau saldo miliknya sudah bertambah ternyata Arlan sudah mengirimkan uang bulanan untuk dirinya, memang cukup besar Arlan mengirimkan uang untuknya, selain kebutuhan rumah Arlan juga mengirimkan uang untuk kebutuhan Virna sendiri...
Virna berangkat menggunakan taksi online karena dirinya yang tidak bisa mengendarai mobil, di garasi rumah mereka terdapat beberapa mobil mewah milik Arlan semua, Virna tidak berani memakai selain itu juga Virna tidak bisa membawa mobil, jadi lebih aman menggunakan jasa taksi online...
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit ☺️☺️
happy reading guys 😉😉
__ADS_1