Luka Didalam Pernikahan

Luka Didalam Pernikahan
LDP 18


__ADS_3

Mungkin sebagian orang akan percaya dengan kata-kata penyesalan akan datang belakangan tapi tidak dengan Arlan, Arlan yang hari ini sudah siap untuk berangkat bekerja, dengan stelan kerja yang seperti biasanya...


walaupun Arlan hanya sendirian di rumah tapi rumah tetap bersih karena Arlan akan senantiasa memanggil orang untuk bersih-bersih rumahnya dan juga mencuci pakaiannya, semenjak Virna tidak ada di rumah kehidupan Arlan kembali seperti dulu saat dirinya belum berumah tangga...


saat Arlan akan pergi dari rumahnya menuju kantor tiba-tiba ada mobil dari luar masuk ke dalam perkarangan rumahnya Arlan sudah tahu siapa yang datang, Arlan senantiasa memberikan senyuman manisnya...


" sayang " panggil seseorang yang tak lain adalah Fika kekasihnya...


" hai sayang " ucap Arlan menyapa kembali


mereka saling berpelukan dan juga cipika cipiki tanpa rasa malu, walaupun tidak ada orang yang melihat setidaknya mereka bukan lah suami istri...


" mau ke kantor " tanya Fika sambil merapihkan dasi milik Arlan..


" iya hari ini ada pekerjaan yang gak bisa aku tinggal " ucap Arlan


" di rumah ada siapa " tanya Fika


" tidak ada orang " ucap Arlan


" istrimu " tanya Fika karena Fika belum tahu kalau Arlan dan Virna sedang proses perceraian...


" gak ada " ucap Arlan dengan nada malas karena Arlan tidak ingin membahasnya sekarang...


" kemana, kok tumben pagi-pagi sudah gak ada, ke pasar " tanya Fika


" nanti aku ceritain sekarang aku harus ke kantor, kamu ada apa kesini " tanya Arlan


" kenapa.. apa aku gak boleh kesini " tanya Fika dengan nada merajuk


" bukan gitu sayang ini kan masih pagi, tumben kmu udah rapi, udah cantik " ucap Arlan menenangkan karena dirinya tidak mau kalau Fika marah...


" aku habis dari rumah temen nginep disana mangkanya aku bisa keluar pagi banget, dan kebetulan searah sama rumah kamu ya sudah mampir sekalian " ucap Fika


" kalau kamu ada kerjaan penting lebih baik kamu berangkat sekarang " ucap Fika lagi


" baiklah, aku berangkat dulu kamu pulangnya hati-hati nanti aku transfer buat kamu " ucap Arlan


" makasih sayang " ucap Fika senang

__ADS_1


sebelum berpisah mereka saling berpelukan dan tak ketinggalan Arlan memberikan kecupan manis di dahi Fika, membuat Fika tersenyum senang...


Arlan pergi dengan mengendarai mobil mewahnya menuju kantor, sedangkan Fika masih berdiri di depan rumah Arlan dengan mengamati rumah yang cukup besar...


" harusnya gue yang tinggal disini bukannya perempuan yang gak tau diri itu, kapan mereka cerai gue udah cape pura-pura gini terus " gumam Fika


Fika memakai kacamata hitamnya lalu berjalan menuju mobilnya, hari ini dia sangat lelah kalau saja bukan karena dia butuh uang dia tidak mau pergi ke rumah Arlan...


sedangkan Arlan masih dalam perjalanan menuju kantornya, tapi tiba-tiba Arlan mendapatkan telepon dari pengacaranya, Arlan segera mengangkat panggilan tersebut...


" selamat pagi pak Arlan, maaf saya mengganggu pagi-pagi " ucap pengacara Arlan


" tidak apa-apa, kenapa pak Hendra " tanya Arlan


" surat dari pengadilan sudah datang apa bapak akan menghadiri sidang pertama " tanya pengacara Arlan


" kapan " tanya Arlan


" besok pukul sepuluh pagi " ucap pak Hendra


" besok ya, saya tidak bisa " ucap Arlan


" baiklah tidak apa-apa pak, sebaiknya juga bapak tidak usah datang biar prosesnya cepat " ucap pak Hendra


tidak tahu kenapa Arlan merasa ingin sekali bertemu dengan Virna tidak seperti biasanya, dan juga tadi Arlan sebenarnya mual mencium aroma parfum milik Fika padahal dulu Arlan sangat suka mencium parfum milik Fika apalagi yang berada di bagian leher, Arlan sering mengendus dan juga memberikan tanda di leher Fika...


" tidak pak, dari pihak Bu Virna beliau juga mengutus pengacaranya " ucap pak Hendra


" baiklah " ucap Arlan


panggilan pun berakhir, ada rasa mengganjal di hati Arlan tapi dia tidak tahu rasa apa itu, karena Arlan belum pernah merasakan sebelumnya terhadap Fika, hanya pada Virna Arlan merasakan sesuatu itu...


setelah menempuh waktu beberapa menit Arlan akhirnya sampai disana, saat Arlan masuk ke dalam kantornya banyak karyawan yang memberi hormat padanya, Arlan hanya menanggapinya dengan wajah dingin dan sombong...


Arlan menaiki lift khusus untuk dirinya, ruangan Arlan berada paling atas saat menunggu Arlan melihat ke sisi dingding lift yang memantulkan dirinya, Arlan berkaca dan tiba-tiba ingatannya kembali dimana dia memimpikan anak kecil yang memanggilnya ayah tapi pikiran itu buyar saat pintu lift terbuka, Arlan segera keluar dari dalam lift dan berjalan ke arah ruangannya...


saat sampai di depan ruangan Arlan melihat sekertaris dan juga asisten pribadinya sudah mulai bekerja, selama Arlan di rumah mereka lah yang menghundle segala urusan kantor...


" pagi pak " ucap Mirna dan juga Dewi saat melihat atasannya sudah sampai

__ADS_1


" pagi, bawakan jadwal saya hari ini " ucap Arlan


" baik pak " ucap Mirna


Arlan masuk ke dalam ruangannya, sedangkan Mirna dan Dewi kembali dengan pekerjaannya...


" mba Mirna tau gak kemarin pak Arlan ngigau tau " ucap Dewi


" ngigau apa " tanya Mirna sambil menyiapkan jadwal yang akan Arlan lakukan hari ini...


" masa kemarin pas aku sampai disana pak Arlan nanyain anak kecil " ucap Dewi


" anak kecil gimana, eh bentar nanti kita lanjut lagi aku harus ke dalam dulu " ucap Mirna


" mba Mirna gak asik nih diajak ghibah juga " ucap Dewi


" tahan Wi nanti pak Arlan ngamuk " ucap Mirna


kedua bawahan Arlan yang satu ini memang beda tidak ada takut takutnya terhadap atasan sendiri, mereka selalu menghibahkan boss mereka tanpa rasa takut akan di pecat, Mirna masuk ke dalam ruangan Arlan setelah mengetuk pintu terlebih dahulu...


" misi pak, hari ini pak Arlan ada meeting sama client di restoran mawar pukul sepuluh, sebelumnya pak Arlan ada meeting dengan orang-orang produksi " ucap Mirna


" jam berapa " tanya Arlan


" sebentar lagi pak, setelah kedua meeting tersebut bapak free " ucap Mirna


" baiklah kamu persiapkan apa saja yang akan kita bawa dalam meeting dengan client, kalau rapat disini biar Dewi saja yang menghundle " ucap Arlan


" baik pak " ucap Mirna


Mirna keluar dari dalam ruangan dan berjalan menuju meja kerjanya, Mirna melihat Dewi yang sama sibuknya...


" Wi meeting di kantor kamu yang hundle nanti ikut pak Arlan ke ruangan meeting, sekarang kamu siapkan dokumennya " ucap Mirna


" baik mba " ucap Dewi


mereka berdua sama-sama sibuk dalam pekerjaan mereka, tak lama Arlan keluar dari ruangannya dia akan menghadiri meeting yang akan dia pimpin, orang-orang dari pihak produksi sudah ada di dalam ruang meeting, Dewi yang melihat atasannya sudah keluar segera bersiap...


sedangkan di tempat lain Virna yang di sibukkan dengan rutinitas paginya, menyiapkan sarapan untuk adiknya Virna merasa hidup kembali karena dia merasakan bahagia tidak ada beban di dalam pikirannya...

__ADS_1


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit ☺️☺️


happy reading guys 😉😉


__ADS_2