Luka Didalam Pernikahan

Luka Didalam Pernikahan
LDP 6


__ADS_3

Hari ini keluarga Arlan dan kedua orang tuanya pergi menuju pernikahan sepupunya, Arlan dengan Virna memakai baju yang warna senada, begitu pun kedua orang tuanya, sebenarnya mereka tinggal satu kota cuma beda kompleks saja, Arlan sengaja tidak ingin satu rumah dengan orang tuanya karena tidak akan bebas...


mereka semua berangkat menuju gedung hotel yang akan di selenggarakan acara pernikahan, Arlan dan Virna sangat serasi semua orang takjub dengan sepasang suami istri itu, pasti kalau mereka punya anak akan secantik dan setampan kedua orang tuanya...


Arlan dengan raut wajah dinginnya berjalan ke dalam acara, sedangkan kedua orang tuanya sudah menghampiri rekan kerja dan juga keluarga, tempat orang tua dengan anak muda terpisah...


" wahh siapa nih yang sudah datang, makin mesra aja " ucap sepupu Arlan yang bernama Randy


" biasa aja " ucap Arlan menanggapi sepupunya yang terkenal menyebalkan...


" hai kakak ipar apa kabar " ucap Randy


" baik Alhamdulillah " ucap Virna sambil tersenyum


" tidak usah meladeni dia " ucap Arlan


" duh yang posesif beda cerita " ucap Randy bercanda


" biasalah Ran mereka kan lagi anget-angetnya " ucap sepupu Arlan yang bernama Sandy


" anget, lu kira gorengan, btw Lan lu belum cetak gol cuma dari lu nih kita belum punya ponakan " ucap Randy


" belum waktunya " ucap Arlan


Virna pamit ingin mengambil minuman di temani sepupu perempuan Arlan yang bernama Chika...


" dua tahun bro masa belum waktunya, jangan bilang lu mandul lagi " ucap Randy


" enak aja gue sehat " ucap Arlan kesal


tak lama datang seseorang yang tak lain pengantin laki-laki yang menghampiri mereka...


" widih manten nih " ucap Randy


" kenapa lu mau juga " ucap Galang


" gak ah, gue mah orangnya nyantai silahkan yang sudah berumur aja yang nikah duluan " ucap Randy


" Yoi kita mah pasti santai, ini yang nikah udah dua tahun belum juga kasih kita ponakan " ucap Sandy


Galang melirik ke arah Arlan yang sedang santai dengan handphonenya...


" mana mau dia cepat-cepat punya momongan takut nambah " ucap Galang

__ADS_1


ucapan Galang membuat Randy dan Sandy penasaran apa maksudnya, sedangkan Arlan yang mendengar itu hanya acuh saja dia tidak menggubris karena sedang asik bertukar kabar dengan Fika...


" maksud lu apa Lang " tanya Sandy


" ada lah entar juga lu tau " ucap Galang sambil pergi meninggalkan para sepupunya...


" maksud Galang apaan Lan " tanya Randy


" mana gue tau kalian kan yang ngobrol dari tadi " ucap Arlan


Randy dan Sandy hanya menggedigkan bahunya mereka sebenarnya penasaran cuma dia tidak mau masuk lebih jauh ke dalam urusan rumah tangga mereka...


Arlan pun menghampiri Virna yang sedang mengobrol dengan sepupunya Chika...


" Vir " panggil Arlan


" eh mas, mau minum " tanya Virna


" gak, saya mau keluar sebentar kalau ayah sama bunda nanyain bilang aja saya keluar sebentar nanti balik lagi " ucap Arlan


" iya mas " ucap Virna


Chika yang melihat interaksi antara Arlan dan Virna merasa sedikit aneh masa interaksi suami istri seperti itu...


" itu urusan mas Arlan Chik mba gak perlu tau lebih jauh " ucap Virna sambil tersenyum


" aneh loh mba, kan setau Chika kalau suami pergi istri juga harus tau kemana dia pergi, gimana kalau bang Arlan punya perempuan lain mba gak takut " ucap Chika


" selama surganya mba bahagia mba gak apa-apa Chik mba percaya kok sama mas Arlan " ucap Virna


sebenarnya Virna sudah tidak ingin tau lagi suaminya mau kemana toh selama ini juga Arlan kalau pergi tidak pernah bilang sama Virna, soal perselingkuhan antara Arlan dan juga wanitanya Virna mengetahuinya saat Arlan, sengaja membawa wanita itu ke rumah mereka dan saat itu juga surga yang ia jungjung tinggi runtuh...


Chika juga tidak ingin ambil pusing dengan urusan keluarga sepupunya dari semua sepupunya yang Chika tau, hanya Arlan yang sedikit tertutup akan hal apapun...


" mba belum isi " tanya Chika sambil mengelus perut Virna di balik bajunya..


" belum nih mungkin belum rezekinya " ucap Virna sambil tersenyum terpaksa


" sabar ya mba insya Allah di segerakan " ucap Chika sambil tersenyum


" amin ya Allah makasih ya " ucap Virna membalas senyuman Chika..


setiap doa yang baik apapun itu Virna selalu mengaminkan, selain itu Virna juga berharap akan ada keajaiban untuk suaminya, dia tidak mau kalau Arlan sampai larut dalam zina yang begitu besar...

__ADS_1


di sisi lain Arlan sedang berbicara dengan seseorang yang tak lain Fika, Arlan mau menanyakan kenapa pengeluaran dari ATM yang dia berikan kepada kekasihnya sangat banyak nominalnya keluar...


" kamu gak suka aku pakai uang kamu " tanya Fika di seberang sana


" bukan gitu sayang, aku hanya nanya kamu pakai apa uang itu sampai banyak sekali " ucap Arlan membujuk dia tidak ingin Fika marah padanya...


" ini kan kartu unlimited kenapa kamu mempermasalahkan nya " ucap Fika


sama saja walaupun itu kartu unlimited tapi tetap pembayaran setiap bulannya harus Arlan bayar dan itu sangat besar...


" tapi kamu seenggaknya jangan terlalu boros dong sayang, kalau aku bangkrut kamu masih mau sama aku " tanya Arlan


walaupun tidak mungkin Arlan akan jatuh miskin perusahaan Arlan ada dimana-mana, di tambah dia adalah penerus keluarganya satu-satunya...


" aku tuh cinta sama kamu apa adanya, masa kamu miskin aku tinggal " ucap Fika membual mana mungkin dia mau sama Arlan yang miskin...


" ya sudah jangan terlalu banyak beli yang gak perlu kamu inginkan ya sayang ya " ucap Arlan


" kenapa sih kamu sekarang perhitungan banget sama aku, mentang-mentang lagi sama istri kamu " ucap Fika


" aku terpaksa sayang kalau bukan karena orang tua aku, aku juga gak mau dekat-dekat sama dia " ucap Arlan


" tadi aku ke butik ketemu sama istri kamu, aku tuh malu tau semua orang bilang kalau istri kamu tuh cantik " ucap Fika


memang Fika tadi mendengar orang-orang butik membicarakan menantu keluarga Mahendra yang sangat cantik, dan Fika merasa dirinya sangat tidak terima kalau ada orang yang memuji melebihi mereka memuji dirinya...


" biarin saja jangan di dengerin orang seperti itu, yang penting bagi aku kamu paling cantik " ucap Arlan


tapi Arlan juga tidak munafik kalau Virna memang cantik tapi sayang Arlan tidak bisa jatuh cinta sama Virna karena hatinya sudah sepenuhnya milik Fika...


" ya sudah aku tutup ya teleponnya aku mau tidur " ucap Fika


" iya sayang selamat tidur kesayangannya aku " ucap Arlan


setelah panggilan berakhir Arlan langsung pergi dari sana tanpa menyadari kalau obrolannya di dengar oleh seseorang...


" gue harap lu gak akan menyesal Lan karena menyia-nyiakan orang sebaik Virna " ucap seseorang yang tak lain adalah Galang


Galang sebenarnya tau perilaku Arlan seperti apa karena waktu itu Galang tidak sengaja melihat Arlan sedang makan bersama perempuan yang pakainya kontras dengan keluarga mereka...


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit ☺️☺️


happy reading guys 😉😉

__ADS_1


__ADS_2