
Seminggu kehidupan rumah tangga Arlan dan juga Virna seperti pasangan suami istri pada umumnya, perubahan sikap Arlan pun bisa Virna rasakan seperti pagi ini Arlan sedang sarapan masakan Virna...
" hari ini jadi ke rumah sakit " tanya Arlan
Arlan tau Virna sedang kurang sehat karena wajah Virna sangat pucat beberapa hari ini, tapi Virna enggan untuk periksa tapi hari ini Arlan memaksa Virna untuk periksa karena Arlan akan menemaninya...
" iya mas " ucap Virna
" kita kesananya pas jam makan siang, nanti supir akan jemput kamu dan saya akan menyusul " ucap Arlan
" supir yang mana mas, kan kamu gak pakai supir " ucap Virna
" supir kantor " ucap Arlan
Virna hanya menanggapinya dengan anggukan kepala, mereka pun melanjutkan kembali sarapannya lalu Arlan bersiap untuk ke kantor, Virna pun mengantarkan sampai depan...
setelah kepergian Arlan Virna membereskan bekas sarapan mereka sebelum Virna bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit, sebenarnya Virna hanya masuk angin saja karena malam kemarin menemani Arlan bekerja...
setelah berbenah Virna berjalan menuju kamarnya, walaupun kehidupan rumah tangganya sudah baik-baik saja tapi mereka masih tidur terpisah, hanya sikap Arlan saja yang sudah mulai berubah Virna pun bisa melihat kalau Arlan jarang keluar malam, jarang pergi pergian...
Virna membuat cake pesanan pelanggannya terlebih dahulu sebelum dia pergi ke rumah sakit, sebenarnya hari ini Virna banyak pesanan tapi Arlan memaksa dirinya untuk pergi ke rumah sakit terpaksa dia harus menunda pekerjanya terlebih dahulu, hanya sempat membuat cake saja karena harus di ambil hari ini juga...
dua jam kemudian semua pesanan cake untuk pelanggannya sudah siap, Virna segera membereskan semua bekas bikin cake dan lalu menunggu kurir yang akan mengambil pesanan milik pelanggannya, Virna bersyukur hobi memasaknya menjadi ladang usaha untuk dirinya...
tak lama kurir yang mengambil pesanan pelanggannya sampai Virna bergegas membantu menyusun ke dalam mobil, lumayan banyak yang pelanggannya pesan dan Virna bersyukur semua selesai dengan waktu dua jam...
" hati-hati ya pak bawanya takut pada tumpah " ucap Virna ramah
" baik mba saya permisi " ucap kurir
" iya " ucap Virna
setelah kepergian kurir Virna pun bergegas masuk ke dalam untuk siap-siap pergi ke rumah sakit, Arlan sudah membuat janji dengan dokter kenalannya untuk mengecek keadaan Virna, Virna akan pergi duluan bersama supir yang di utus oleh Arlan dan Arlan sendiri akan menyusul setelah menyelesaikan meeting bersama clientnya..
setelah membersihkan diri dan siap-siap Virna mendengar suara mobil masuk ke halaman rumahnya, Virna berpikir mungkin supir yang Arlan suruh sudah datang, Virna tidak ingin membuat supir kantor Arlan menunggu terlalu lama, maka dari itu Virna segera beranjak dari kamarnya menuju keluar rumah, saat di luar memang benar ada orang yang sudah berdiri di sebelah mobil...
" maaf Bu saya di suruh pak Arlan untuk mengantar ibu Virna ke rumah sakit " ucap pak supir
" terima kasih pak, maaf merepotkan " ucap Virna
" tidak apa-apa Bu ini sudah jadi pekerjaan saya " ucap pak supir
supir itu pun membukakan pintu mobil untuk Virna, dan Virna pun masuk ke dalam mobil setelah itu pak supir masuk juga dan menjalankan mobilnya menuju rumah sakit yang sudah Arlan beri tahu...
tidak terlalu jauh jarak rumah sakit dan juga rumah mereka, hanya butuh setengah jam Virna sampai di rumah sakit yang Arlan rekomendasikan..
" kita sudah sampai Bu " ucap pak supir
" oh, terima kasih pak, bapak sendiri langsung kembali saja ke kantor biar nanti saya pulangnya bareng mas Arlan saja " ucap Virna
" baik Bu " ucap pak supir
Virna pun keluar dari dalam mobil setelah pintu mobil di bukakan oleh supir pribadi kantor Arlan, setelah itu Virna masuk ke dalam rumah sakit dan menanyakan tentang dokter yang bernama Arum ke penjaga resepsionis rumah sakit...
" misi mba, mau tanya " ucap Virna ramah
" iya Bu, bisa saya bantu " tanya penjaga resepsionis
" apa dokter Arum ada " tanya Virna
" dokter Arum, lagi istirahat sebentar Bu kalau boleh tau ibu siapa ya namanya dan sudah bikin janji sama dokter Arum " tanya penjaga resepsionis
" nama saya Virna Ayunda, suami saya sudah bikin janji sama dokter Arum " ucap Virna
" suami Bu Virna siapa " tanya penjaga resepsionis
" Arlan Mahendra " ucap Virna
" baik Bu, sebentar kami konfirmasikan dulu ke asisten dokter Arum " ucap penjaga resepsionis
" baik " ucap Virna
Virna pun berinisiatif duduk di kursi yang berhadapan dengan tempat resepsionis, sesekali Virna melirik jam yang berada di tangannya jam sudah menunjukkan pukul dua belas tiga puluh menit, berarti jam makan siang sudah akan berakhir tapi suaminya belum juga datang, suara penjaga resepsionis itu pun terdengar memanggil namanya, Virna segera menghampiri...
" janji temu atas nama bapak Arlan Mahendra sudah kami konfirmasikan dan jadwalnya setelah ini, Bu Virna silahkan langsung saja ke lantai tiga yang dimana tempat kerja dokter Arum " ucap penjaga resepsionis
" baik makasih mba " ucap Virna sopan
" sama-sama Bu Virna " ucap penjaga resepsionis
Virna pun pergi dari sana menuju tempat dokter Arum berada, rumah sakit ini cukup besar yang Virna sukai liftnya transparan Virna bisa melihat lalu lalang orang yang berada di lantai satu maupun lantai dua, karena terlihat jelas...
Virna sudah sampai di lantai tiga dia langsung berjalan menuju ruang dokter Arum, Virna tidak perlu bingung dimana letak ruangan dokter Arum berada karena disana hanya ada dua ruangan yaitu ruangan dokter umum yaitu dimana dokter Arum berada, dan juga dokter obgyn yang tak lain dokter kandungan...
Virna menunggu di luar ruangan karena saat Virna mengetuk pintu tidak ada seorang pun yang menjawab, sambil menunggu Virna mencoba menghubungi suaminya tapi beberapa kali Arlan tidak menjawab, Virna menghela nafas lelah dia sebenarnya tidak suka suasana rumah sakit, selain terkadang sepi dan menyeramkan Virna juga tidak suka bau obat-obatan...
suara pintu lift terbuka terdengar ternyata ada beberapa dokter dan juga asisten yang keluar dari dalam lift tersebut, Virna melihat itu langsung berdiri dan tersenyum salah satu dari mereka menghampiri Virna duluan dan Virna bisa membaca dari name tag jas putih dokter itu, dan ternyata nama Arumi Natalie Margaretha tercetak jelas dan Virna bisa menyimpulkan kalau itu dokter yang dia tunggu...
" siang, Bu Virna yah " tanya dokter Arum ramah
__ADS_1
" benar dok " ucap Virna sambil tersenyum
" maaf menunggu lama, apa ibu datang sendiri soalnya yang membuat janji sama saya adalah pak Arlan sendiri " ucap dokter Arum
" suami saya akan nyusul dok " ucap Virna
" oh baiklah kalau begitu, mari masuk " ucap Virna
" terima kasih dok " ucap Virna
Virna dan dokter Arum pun masuk ke dalam ruangan sedangkan dokter lain sudah berpamitan terlebih dahulu, begitu pun asisten pribadi dokter Arum yang bekerja di luar bersama asisten yang lain karena disana tersedia kubel untuk para asisten...
" silahkan duduk Bu Virna " ucap dokter Arum
" terima kasih dok " ucap Virna
Virna pun duduk berhadapan dengan dokter Arum, disana Virna bisa merasakan bau obat-obatan yang sangat menyengat tapi ruang dokter Arum sangat rapi...
" keluhannya apa Bu " tanya dokter Arum
" saya cuma pusing saja dok " ucap Virna
" baik, apa ada gejala lain seperti muntah atau yang lainnya " tanya dokter Arum
" tidak ada dok saya cuma merasakan pusing saja " ucap Virna
" baik kalau begitu mari berbaring sebentar biar saya periksa " ucap dokter Arum
Virna bangkit dari tempat duduknya lalu berbaring di atas brankar yang tersedia disana, dokter Arum pun segera memeriksa Virna semua tekanan darah, saat di periksa detak jantung semua normal tapi saat dokter Arum memeriksa perut Virna dokter Arum merasakan ada sedikit benjolan, tapi ini bukan seperti benjolan kanker ataupun daging jadi tapi ini seperti orang yang sedang hamil...
" maaf Bu Virna apa masa haid Anda lancar " tanya dokter Arum
" lancar dok cuma bulan ini saja yang telat " ucap Virna
" ok, pemeriksaannya sudah selesai " ucap dokter Arum
Virna bangkit dan duduk kembali di hadapan dokter Arum, Virna sangat penasaran apa sebenarnya sakit yang dia rasakan apa parah, apa penyakitnya berada di area perut...
" sebenarnya saya sakit apa dok " tanya Virna
" sebenarnya ibu tidak sakit apa-apa, tapi kalau saya boleh saranin Bu Virna coba periksa ke dokter kandungan " ucap dokter Arum
" maksud dokter " tanya Virna bingung perasaan dirinya tidak merasakan apa-apa...
" saya mungkin dokter umum Bu disini, tapi kasus seperti ini sering terjadi saat saya memeriksa beberapa pasien, dan ternyata saat di periksa ke dokter kandungan mereka sedang hamil, kalau boleh saya sarankan ibu periksa kesana nanti saya beritahu dokter kandungannya langsung " ucap dokter Arum
" apa dokternya perempuan " tanya Virna
" Bu Virna tenang saja di lantai ini semuanya perempuan termasuk dokternya juga, bu Virna bisa melihat tadi saat kami sampai kesini semua perempuan kan " ucap dokter Arum
" maaf dok bukan bermaksud " ucap Virna tidak enak
" tidak apa-apa Bu saya mengerti sebentar ya saya beritahu dokternya dulu biar nanti Bu Virna langsung di periksa " ucap dokter Arum
" baik dok " ucap Virna
dokter Arum pun menelepon seseorang yang tak lain adalah dokter kandungan, setelah menunggu akhirnya dokter Arum mempersilahkan Virna untuk langsung ke ruangan dokter kandungan yang akan diantarkan oleh asisten pribadi dokter Arum...
" Bu Virna akan di antar kan oleh asisten saya " ucap dokter Arum
" terima kasih dok kalau begitu saya permisi " ucap Virna
" sama-sama Bu Virna semoga mendapatkan kabar baik ya Bu " ucap dokter Arum sambil tersenyum
" Amin makasih dok, kalau begitu saya permisi " ucap Virna
" silahkan " ucap dokter Arum
Virna pun keluar bersama asisten pribadi dokter Arum, mereka berjalan beriringan menuju ruang dokter kandungan tertulis jelas nama dokternya saat mereka sampai di depan pintu tersebut, terpampang nama dokter Jihan Nabila SPOG...
asisten dokter Arumi mengetuk pintu tersebut, dan terdengar suara dari dalam untuk mempersilahkan mereka untuk masuk, asisten dokter Arumi mempersilahkan Virna untuk masuk duluan...
" silahkan masuk duluan Bu Virna " ucap asisten dokter Arumi
" terima kasih " ucap Virna lalu masuk ke dalam...
terlihat dokter Jihan sedang memeriksa laporan mungkin laporan kesehatan pasiennya...
" permisi dok saya mengantarkan ibu Virna untuk check up " ucap asisten dokter Arumi
" oh iya silahkan duduk Bu, tadi dokter Arumi sudah memberi tahu saya " ucap dokter Jihan
" terima kasih dok " ucap Virna lalu duduk berhadapan dengan dokter Jihan
" terima kasih ya Alina " ucap dokter Jihan ke asisten dokter Arumi
" sama-sama dokter, kalau begitu saya permisi dulu " ucap Alina
" silahkan " ucap dokter Jihan
__ADS_1
sepeninggal Alina asisten dokter Arumi, tinggal lah mereka berdua dokter Jihan tersenyum saat menatap Virna lalu berbicara...
" apa keluhan yang ibu rasakan akhir-akhir ini " tanya dokter Jihan
" saya hanya pusing saja dok " ucap Virna
" tidak ada yang lain " tanya dokter Jihan
" tidak ada " ucap Virna
" kalau begitu mari kita periksa dan ibu bisa langsung USG biar jelas " ucap dokter Jihan
" apa harus sampai USG segala dok " tanya Virna
" biar semuanya jelas Bu " ucap dokter Jihan
" tapi, kalau ibu tidak berkenan tidak apa-apa kita bisa lewatkan " ucap dokter Jihan kembali
" baiklah dok sekalian saja " ucap Virna
" mari silahkan " ucap dokter Jihan
Virna sebenarnya ingin sekali di temani Arlan, tapi sampai saat ini Arlan tidak menghubungi Virna kembali, Virna sudah menghubungi Arlan beberapa kali dan mengirimkan pesan tapi semua tidak ada balasan...
" kita mulai ya Bu " ucap dokter Jihan membuyarkan lamunan Virna
" baik dok " ucap Virna
dokter Jihan segera memberikan jelly ke atas perut Virna, dan alat untuk mengecek sudah berputar diatas perut Virna, dari layar dokter Jihan bisa melihat ada gumpalan darah sebesar biji kacang, dan itu adalah calon bayi Virna dan Arlan...
" selamat ya Bu, Bu Virna sedang hamil " ucap dokter Jihan
" A-apa hamil gak salah dok " tanya Virna tidak percaya
" benar Bu, ibu Virna sedang hamil saya perkirakan janinnya masih usia satu bulanan " ucap dokter Jihan
" ibu bisa lihat ini, yang berada di satu titik ini adalah calon bayi Bu Virna, mungkin tidak ada gejala kalau ibu Virna sedang mengandung, itu sudah biasa karena tidak semua ibu hamil memiliki sindrom simpatik atau bisa di bilang morning sickness " ucap dokter Jihan lagi
" Alhamdulillah " ucap Virna terharu
dia sangat bahagia karena di beri kepercayaan oleh sang pencipta untuk dirinya bisa hamil, tapi gimana dengan Arlan apa dia juga akan bahagia saat mendengar berita ini, atau sebaliknya Arlan tidak menginginkan bayi yang Virna kandung...
" sudah selesai, apa mau di cetak hasil USG nya Bu " tanya dokter Jihan
" apa bisa " tanya Virna
" bisa Bu, foto USG pertama bisa ibu tempel di buku khusus ibu hamil nanti saya kasih " ucap dokter Jihan
" saya mau dok buat kenang-kenangan " ucap Virna bahagia
" baik silahkan menunggu sebentar " ucap dokter Jihan
Virna pun bangkit dari brankar dan berjalan menuju tempat duduknya yang semula, Virna sesekali mengelus perutnya yang masih rata di dalamnya ada calon bayinya dan juga Arlan...
" sambil menunggu mari melengkapi buku panduan kehamilannya " ucap dokter Jihan
" nama lengkap ibu siapa " tanya dokter Jihan
" Virna, Virna Ayunda " ucap Virna
" suami ibu " tanya dokter Jihan
" Arlan Mahendra " ucap Virna
" usia ibu berapa " tanya dokter Jihan
" dua tiga " ucap Virna
" suami ibu " tanya dokter Jihan
" dua tujuh " ucap Virna
" baik, ini anak pertama ya Bu apa suami ibu tidak ikut " tanya dokter Jihan
" iya, dok ini anak pertama kami, dan suami saya mungkin lagi sibuk soalnya tadi dia ingin mengantar saya kesini tapi tidak datang " ucap Virna
" oh begitu baiklah tidak apa-apa, ini buku panduannya di dalamnya sudah saya tempelkan USG pertama ibu sekali lagi selamat ya Bu atas kehamilannya, saya sarankan ibu jangan banyak pikiran, jangan angkat-angkat yang berat-berat itu bisa memicu keguguran " ucap dokter Jihan
" baik dok " ucap Virna
" ini saya sudah resepkan obat dan juga vitamin agar kandungan ibu Virna kuat " ucap dokter Jihan
" baik dok terima kasih saya permisi dulu " ucap Virna
" silahkan, bulan depan jangan lupa untuk check up kembali " ucap dokter Jihan
" baik dok " ucap Virna
Virna pun keluar dari dalam ruangan dokter Jihan, menuju lantai bawah untuk menebus obat dan juga sekalian pulang, tapi saat Virna berada dalam lift dia bisa melihat seseorang yang dia tunggu sedang menemani seseorang di rumah sakit yang sama namun beda lantai tapi Virna bisa melihat jelas apa yang mereka lakukan, perasaan Virna sangat kecewa hatinya sangat terluka ternyata seseorang itu yang tak lain adalah suaminya sendiri memilih menemani kekasihnya daripada istrinya sendiri, ternyata selama ini yang Virna perjuangkan tidak pernah memperjuangkan dirinya balik, Virna ingin sekali menangis tapi dia harus tahan tidak mungkin dia menangis di tempat umum...
__ADS_1
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit ☺️☺️
happy reading guys 😉😉