
Setelah dari rumah sakit Virna segera pulang ke rumah, dia belum melaksanakan ibadah sholat dhuhur, tadi dia berangkat dari rumah sebelum adzan mangkanya sebelum habis waktunya Virna harus segera menjalankan...
hati Virna tidak menentu dia masih duduk diatas sajadah dengan mukena masih melekat di tubuhnya, suara handphone terdengar beberapa kali tapi Virna tidak berniat untuk mengangkat panggilan itu yang tak lain dari suaminya...
Virna tidak tahu harus bagaimana menghadapi suaminya, harus alesan apa yang akan dia dengar dari mulut suaminya Virna sudah mulai meragu akan sikap dan juga sifat Arlan, saat Virna merenungi nasib rumah tangganya tiba-tiba bel rumah terdengar Virna segera bangkit tanpa melepaskan atasan mukenanya agar bisa menutupi rambutnya...
Virna keluar dari dalam kamar menuju lantai bawah, setelah sampai di depan pintu Virna membukakan pintu ternyata yang datang adalah perempuan yang tadi di temani suaminya di rumah sakit, yang tak lain adalah kekasih dari suaminya yaitu Fika...
" kamu " ucap Virna saat melihat Fika berada di hadapannya
" selamat siang mba, boleh saya masuk " ucap Fika dengan gayanya yang angkuh
Virna mempersilahkan wanita itu masuk ke dalam rumahnya, ini pertama kalinya wanita itu menginjakkan kakinya di lantai dalam rumahnya, karena setiap dia datang Arlan selalu menyuruhnya menunggu di depan...
" silahkan duduk, saya ambilkan minuman dulu " ucap Virna
" ok " ucap Fika lalu duduk di sofa ruang tamu
setelah mempersilahkan tamu yang tak di undang Virna segera membuatkan minuman di dapur, sedangkan Fika dia melihat-lihat ke sekeliling rumah itu walaupun mereka menikah karena perjodohan tapi foto pernikahan mereka di pajang besar di ruangan itu, Fika memandangi foto itu lalu tersenyum remeh...
" semua itu akan berakhir hari ini " gumam Fika
setelah menunggu akhirnya Virna datang dengan membawakan teh untuk tamu tak di undang...
" silahkan di minum " ucap Virna
" terima kasih " ucap Fika
__ADS_1
" kalau boleh saya tau kamu mau apa kesini " tanya Virna
" kenapa, saya gak boleh gitu datang kesini ini kan rumah pacar saya " ucap Fika
" asal kamu tau yang kamu sebut dengan pacar itu, dia adalah suami sah saya " ucap Virna
" oh ya, yakin setau saya hanya ada kebohongan dalam rumah tangga kamu sama Arlan " ucap Fika
Virna terdiam saat mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Fika, Virna tidak menyangka akar masalah dalam rumah tangganya sekarang berada di hadapannya...
" lalu apa yang kamu mau, sampai-sampai kamu datang kesini " ucap Virna
" saya hanya mau meminta sama mba Virna untuk melepaskan Arlan untuk saya " ucap Fika
" maksud kamu " tanya Virna tidak mengerti
" saya sedang hamil anak Arlan " ucap Fika
" jangan bercanda, kalian tidak mungkin memiliki anak di luar pernikahan apa kalian berzinah selama ini " ucap Virna
" saya hanya melakukan apa yang Arlan mau, saya tau rumah tangga kalian sejak awal tidak baik-baik saja, Arlan berjanji akan menikahi saya saat kalian sudah bercerai, bukannya Arlan sudah melayangkan surat cerai kepada mba dan itu sudah lama bukan " ucap Fika
Virna beristighfar di dalam hatinya, sudah sejauh itu kah suaminya melakukan dosa sampai-sampai dosa besar pun dia lakukan...
" apa yang kamu tau tentang rumah tangga saya " tanya Virna dia mencoba tenang agar dia tidak terlalu emosional...
" semua, saya sudah tau semua kalian menikah karena perjodohan orang tua kalian, ah tepatnya keluarga mba Virna menjual anaknya demi perusahan dan di hari dimana sudah ijab kabul Arlan langsung melayangkan talak satu ke mba dan memberikan surat cerai yang mungkin saja surat cerai itu masih ada di mba " ucap Fika
__ADS_1
Fika melipatkan satu kakinya ke kaki lain agar bisa menopang, lalu tangannya dia lipat di dada sambil menyenderkan tubuhnya di sofa dan menatap ke arah Virna...
" disini bukan saya yang seharusnya mendapatkan lebel pelakor tapi mba Virna, karena kalau saja mba Virna tidak datang di kehidupan Arlan dan saya pernikahan bodoh ini tidak akan pernah terjadi " ucap Fika
" maka dari itu sebelum semuanya terlambat tolong tanda tangani surat cerai itu demi anak saya yang harus dapat pengakuan dari keluarga besar ayahnya, lagi pula kalian tidak pernah melakukan hubungan suami istri kan " ucap Fika lagi
" tau darimana " tanya Virna
" karena Arlan sudah berjanji sama saya kalau dia tidak akan menyentuh mba Virna, kalau pun terjadi itu hanyalah kesalahan " ucap Fika
Virna sangat terkejut mendengar ucapan Fika, apa Setega itu Arlan, hatinya sangat sakit saat mendengar itu mata Virna sudah memerah menahan tangisnya tapi dia harus tetap tegar di hadapan perempuan yang berada di hadapannya...
" mas Arlan tidak mungkin bilang seperti itu " ucap Virna
" kenapa tidak mungkin buktinya yang hamil malah saya, sedangkan mba yang menikah dengan Arlan sudah dua tahun tapi tidak hamil-hamil orang-orang akan mengira mba itu mandul " ucap Fika
" saya datang kesini hanya ingin menegaskan sama mba Virna, lepaskan yang bukan milik mba dari awal sebelum semuanya lebih parah, saya permisi terima kasih atas jamuannya " ucap Fika lagi lalu bangkit dan berjalan keluar rumah...
sedangkan Virna hanya bisa diam dan tak bisa di bendung lagi air matanya, Virna berpikir apa ini jalan terakhir untuknya kenapa semua ini terjadi dalam hidupnya, andai semua ini tidak terjadi apakah kehidupan Virna akan baik-baik saja atau malah lebih parah...
" kalau aku melepaskan mas Arlan untuk wanita lain agar anaknya mendapatkan hak, lalu bagaimana dengan anakku apa haknya tidak akan pernah dia dapat jangankan hak mungkin pengakuan dari ayahnya saja tidak akan pernah ada " gumam Virna sedih
Virna bangkit dan berjalan menuju kamarnya dia harus menenangkan pikiran dan juga hatinya, kemelut rumah tangganya sudah sangat fatal, setelah sampai di kamar Virna duduk di tepi ranjang dia membuka salah satu laci nakas dan mengambil map berwarna hitam di dalamnya ada surat cerai yang Arlan layangkan dua tahun yang lalu...
Virna menatap setiap kata yang berada diatas kertas putih itu, disana terdapat nama Arlan dan juga nama dirinya, Virna sempat merenung apa harus usahanya dia hentikan sampai sini, Virna memperjuangkan orang yang sama sekali tidak ingin dia perjuangkan, soal anak Virna masih bisa mencukupi karena dia sendiri masih memiliki tabungan untuk masa depannya...
Virna mengambil pena di dalam laci, mungkin ini sudah jalannya untuk dirinya dan juga Arlan, setelah mendata tangani surat cerai Virna berdiri dan mengambil koper yang berada di dalam lemarinya dia akan mengemasi barang-barangnya, sore ini Virna memutuskan akan meninggalkan rumah yang selama ini dia tempati bersama Arlan....
__ADS_1
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit ☺️☺️
happy reading guys 😉😉