
Kalender Umum Kontinental/benua 1330: Awal Musim Gugur.
Benua Drakea bagian tengah: Kerajaan Draeruz: Wilayah Claudia: Desa Moose.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tiga hari setelah pertemuan di pusat Kota Carran, terlihat barisan manusia yang sedang berjalan ke suatu tempat, jika diidentifikasi lebih lagi tentu saja mereka adalah para pasukan bandit yang sudah keluar dari lubang perlindungannya. Sebelumnya mereka lebih memilih untuk menunggu di dalam hutan untuk memastikan keadaan sudah aman atau belum.
Penarikan diri para Ksatria dari kedua desa yang dijadikan sebagai Garis depan pertempuran antara Bandit dan Ksatria sungguh mengejutkan beberapa pihak yang diantaranya tidak ketinggalan para Bandit sekalipun.
Di satu sisi mereka memang benar merasa hal tersebut cukup mencurigakan, tetapi tentu saja pada akhirnya mereka tidak ingin melewatkan kesempatan ini karena mereka sendiri pada dasarnya sudah lelah bertarung terus menerus selama berbulan-bulan lamanya, terlebih lagi mereka menjadikan wilayah Claudia menjadi Markas Utama mereka karena mereka mengetahui jika tak ada wilayah lain yang tidak stabil seperti Wilayah Claudia, tidak peduli dengan seberapa kuatnya Ksatria Claudia dalam bertahan.
Pada dasarnya para bandit adalah juga korban dari kemiskinan yang melanda beberapa wilayah di benua ini, hilangnya kepercayaan terhadap para pemerintah negara atau para Aristokrat negara mereka akhirnya bergabung dengan para rekan yang senasib mengangkat pedang terhadap para pedagang untuk dirampok atau juga menjarah Desa lain, sebagai alasa untuk bertahan hidup di dunia yang keras ini.
Bandit di wilayah Claudia memang lah bukan bandit yang populer atau ditakuti seperti beberapa bandit di berbagai pelosok benua yang besar ini, tetapi akhir-akhir ini mereka mendapat dukungan dari Kekaisaran Kharza di wilayah selatan, sebuah negara yang pernah berperang selama 7 tahun depan Kerajaan Draeruz.
Di antara para bandit sekalipun juga terdapat seseorang yang di anggap sebagai pemimpin mereka, dia adalah Booze. Sebagai seorang pemimpin dia sudah pasti sadar jika di balik kebaikan Kekaisaran Kharza pasti terdapat tujuan yang tentu saja bukanlah hal yang bertanda positif.
Meskipun begitu dia tidak terlalu memperdulikan hal tersebut karena dia sendiri sudah tidak peduli dengan nasib negara ini, bahkan dia juga mendapatkan beberapa kuda dan puluhan personal dari Kekaisaran Kharza.
Booze sendiri seorang mantan Jendral dan veteran perang 7 tahun tapi pasca perang dia akhirnya dipecat dari tentara kerajaan karena negara sudah tidak kuat lagi dalam memberi gaji ke banyak tentara setelah kalah perang, yang akhirnya membuat kepercayaan dirinya kepada Negara sudah hilang dan di sinilah dia pada akhirnya.
Yah, walaupun dia sendiri sewaktu masih bertugas menjadi salah satu Jendral di tentara kerajaan, dia sudah mempunyai reputasi yang buruk dalam memimpin pasukan.
"Hahaha, sepertinya mereka sudah putus asa dan kehilangan akal lagi, aku sangat tidak bisa mempercayainya tempat ini terlihat benar-benar kosong" ucap Booze dengan rasa percaya diri yang berlebihan.
Para anggota bandit yang mengikutinya mulai berpencar dan berlarian sana-sini ke dalam rumah para penduduk yang ditinggalkan secara acak, mereka dengan inisiatif sendiri tanpa perintah Booze mulai menjarah harta benda yang ada di dalam rumah.
Sebenarnya banyak dari para bandit dalam hati mereka tidak terlalu berharap akan mendapatkan banyak jarahan di Desa Moose, tetapi berbeda dari apa yang mereka perkiraan, Desa Moose ternyata malah terdapat banyak harta yang entah kenapa sengaja para penduduk Desa tinggalkan, seolah para penduduk desa sudah tidak peduli lagi apa yang terjadi dan segera melarikan diri dari desa dengan tergesa-gesa sampai-sampai banyak dari harta mereka tertinggal.
Tentu saja para bandit yang melihat itu juga tidak peduli alasan para penduduk dengan tergesa-gesa melarikan diri dari Desa karena mereka hanya mengganggap jika para penduduk sudah lelah karena hampir setiap hari mereka di gempur habis-habisan.
__ADS_1
Di saat itulah mereka sudah benar-benar terbutakan oleh harta dan tidak sadar jika mereka sebenarnya sudah terkena salah satu unsur jebakan yang sudah dipersiapkan oleh Luzia.
Barang rampasan yang mereka dapatkan kebanyakan adalah hasil pertanian yang melimpah dari penduduk desa di musim panen sebelumnya. Di antaranya adalah gandum hitam, gandum, kacang polong, dan beberapa sayur-sayuran lainya.
Saking banyaknya hasil panen tersebut kau mungkin bahkan bisa membuatnya menjadi beberapa bibit untuk ditanam dan untuk bekal musim dingin nanti.
Meskipun begitu karena sudah dimabukan oleh kemenangan yang sudah di idam-idamkan sejak lama, para pasukan bandit sepertinya mempunyai rencana yang lain, yaitu menggunakan banyak dari rampasan itu untuk berpesta, bahkan Booze yang sebagai pemimpin dengan polosnya mengiyakan rencana dari salah satu bawahannya tersebut.
Sungguh hal yang tidak pantas diperlihatkan oleh seseorang mantan jendral di Kerajaan, tapi sepertinya dia juga telah terkena mabuk kemenangan.
"Hey, lihat apa yang aku temukan!" seseorang anak laki-laki sekitar berumur 10-13 tahun dengan penampilan acak-acakan, berteriak ke para anggota bandit lainya yang lebih tua darinya.
"Wah wah, Kaba darimana kau mendapatkan domba sebanyak itu!?"
"Ah Bos Booze, di saat aku mengelilingi salah satu belakang rumah dari seseorang penduduk aku menemukan sebuah kandang yang mana di saat aku membukanya sudah terdapat para domba-domba yang ditinggalkan oleh pemiliknya."
Anak laki-laki itu bernama Kaba Boutros, dia sebelumnya adalah seseorang budak dari sebuah negara kaya Persemakmuran yang dipimpin oleh para pedagang berpengaruh yang bernama Aliansi Orte. Negara itu saat ini lebih memilih menjadi negara Non-Block seperti Kerajaan Draeruz dan Kekaisaran Kharza.
Bangsawan yang mempunyai hobi buruk tersebut tidaklah lain adalah salah satu anggota Tiga Aliansi Duke yang memimpin Parlemen Kirya yaitu Duke Sauron von Ramton, sekaligus sebagai Kepala Keluarga Duke Ramton.
Beruntungnya karavan yang mengantarnya ke wilayah Duke Ramton tiba-tiba diserang oleh bandit di bagian perbatasan antara Kerajaan Draeuruz dan Kekaisaran Khirza, di saat itulah dia bertemu dengan Booze.
"Kita sudah mempunyai banyak jenis sayuran dan bahkan hewan ternak yang bisa kita konsumsi dagingnya, dengan begini mungkin kita bisa membagi beberapa untuk kedepannya lagi terutama untuk musim dingin dan sisanya untuk kita berpesta malam ini!" teriak Booze dengan antusiasnya.
"Hoorah!"
"Akhirnya setelah sekian lama di dalam hutan!"
"Pesta!"
Terlihat juga para bandit yang berkumpul di depan rumah kepala desa berteriak dengan antusiasme yang tinggi setelah mendengar pernyataan Booze.
__ADS_1
*****
Di malam itu sekitar 3000 anggota bandit berada ditempat yang sama yaitu Desa Moose sedang melakukan sebuah pesta perayaan kemenangan yang cukup besar. Terlebih lagi untuk bandit yang tidak begitu terkenal tapi mereka cukup mempunyai jumlah anggota yang fantastis, mungkin semua itu karena kemiskinan yang melanda Kerajaan setelah peperangan.
Desa Moose yang sebelumnya kosong seperti sebuah Desa hantu karena ditinggalkan oleh para penduduknya, tiba-tiba suasana di dalam Desa menjadi lebih meriah daripada yang sebelumnya.
Sebuah api unggun yang besar dinyalakan di tengah-tengah sebuah halaman yang cukup luas di pusat Desa, terlihat juga para bandit bernari di sekitar api besar tersebut.
"Pada awalnya kita tidak menyangka bahwa di saat itu pasukan kecil yang bertugas untuk menghancurkan para Ksatria dari belakang bisa dihancurkan oleh satu orang saja. Apakah dia bahkan seorang manusia?" ucap Booze yang setelah itu dia meminum sesuatu di gelas kayu yang dia pegang.
Di sisi lain lokasi pesta terdapat dua orang sedang meminum segelas minuman alkohol yang mereka dapat dari salah satu rumah yang sebelumnya mereka jarah. Kedua pria tersebut tentu saja adalah Booze dan seorang Pria berumur 20 tahun, dia bernama Fendrel.
"Yah, kau benar. Walaupun pada akhirnya sepertinya serangan itu tetap berdampak pada mereka karena buktinya sekarang mereka menarik diri dari pertempuran, terimakasih kepada pria misterius sebelumnya yang kita sendiri tidak tau apa tujuannya tapi semua ini berkat sarannya untuk merubah pola jadwal penyerangan dengan tujuan mengelabui para Ksatria."
Sebelum menjadi Bandit dulunya Fendrel tinggal di sebuah panti asuhan tetapi akhirnya dia diusir dari panti asuhan tersebut karena usianya dianggap sudah cukup untuk mencari pekerjaan sendiri, meskipun begitu akhirnya dia menjadi kriminal kecil pada akhirnya.
Untuk saat ini mungkin jika kau berada di organisasi militer kau bisa mengganggap posisi Fendrel sebagai seorang ajudan karena dia sendiri adalah anggota yang pertama direkrut oleh Booze saat menjadi bandit, dan Booze sendiri juga sangat mempercayainya.
"Ngomong-ngomong bagaimana dengan kedua pasangan bangsawan yang kita tinggal di hutan?" tanya Fendrel kepada Booze.
"Pasangan anjing Kerajaan itu?! tidak usah pedulikan itu biarkan mereka mati di sana, walaupun aku sendiri bagaimana pria misterius itu mendapatkan mereka berdua dan setelah itu dengan sukarela memberikannya kepada kita secara cuma-cuma." ucap Booze yang dengan nada sudah tidak peduli lagi dengan apa yang ditanyakan oleh Fendrel.
"Anggota kita bahkan mempunyai rumor jika pria misterius itu adalah seorang penyihir, walaupun itu sulit dipercaya jika Penyihir yang ada hanya di artefak kuno bisa benar-benar ada di dunia ini."
"Hey hey, sudahlah dengan omong kosong ini sekarang kita ada di dalam situasi kemenangan jadi mari kita rayakan omong kosong ini dan biarkan bangsawan laknat itu mati membusuk di hutan, mwahahahaha!"
"Kau benar, Bos!"
Setelah mereka saling berdiskusi sesuatu tentang pria misterius yang mereka temui yang mengaku sebagai penghubung mereka dengan Kekaisaran Kharza, akhirnya mereka melupakan semua tentang keanehan itu dan mulai menuju ke sekitar api unggun untuk menari.
Di saat mereka sedang bersenang-senang atas kemenangan yang mereka proklamasikan sendiri, di saat itulah bom waktu yang sudah di pasang untuk menghancurkan mereka sudah dimulai.
__ADS_1