Luzia Senki: Catatan Perang Luzia

Luzia Senki: Catatan Perang Luzia
{1-13} SABOTASE


__ADS_3

Kalender Umum Kontinental/benua 1330: Awal Musim Gugur.


Benua Drakea bagian tengah: Kerajaan Draeruz: Wilayah Claudia: Desa Moose.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pada pagi harinya Desa Moose yang semalam terlihat sangat meriah karena terdapat sebuah pesta, sekarang hanya terlihat banyak orang-orang yang tergeletak di berbagai tempat Desa Moose.


Situasi di lokasi benar-benar sangat berantakan, karena tak hanya orang yang tergeletak di mana-mana namun juga berbagai barang lainya juga terlihat berserakan di lokasi tersebut.


Itu sendiri bukanlah hal yang sangat mengherankan karena momen seperti inilah yang para bandit tunggu sejak pertama kali mereka menjadi bandit, jadi tentu saja mereka akan meluapkan kesenangannya tanpa ragu-ragu.


Ditambah bahkan pemimpin mereka sendiri juga memberi mereka izin untuk melakukan hal tersebut, karena mungkin Booze sendiri berpikir untuk menaikkan moral mereka dan juga dengan begitu para bandit akan tetap setia padanya atau tidak memberontak.


Tidak peduli seberapa buruk reputasinya dalam memimpin pasukan dia pada akhirnya dulunya adalah seorang jenderal Kerajaan Draeruz pada era perang 7 tahun melawan Kekaisaran Kharza, jadi dia tetap akan mengerti hal-hal sekecil itu.


Diantara kekacauan hal tersebut terlihat dua orang dari mereka telah sadar kembali walaupun masih terasa sakit di kepalanya karena terlalu banyak meminum alkohol di saat sedang berpesta, bahkan di saat mencoba berdiri akhirnya mereka sampai muntah-muntah karena saking mabuknya.


"Ah, kepalaku masih sangat pusing..." ucap anggota bandit yang kurus tersebut sambil memegang kepalanya.


"Yah kau benar, namun semalam adalah hal yang sangat menyenangkan setelah sekian lamanya kita selalu bertempur" balas seorang bandit tersebut dengan penampilan yang sangat acak-acakan.


Kedua orang tersebut atau bahkan hampir semua anggota bandit yang berada di lokasi dari ketika mereka sampai ke Desa Moose sama sekali belum meminum air putih sama sekali dan hanya meminum air alkohol yang mereka dapatkan dari rampasan.


Jadi kedua orang tersebut terbangun untuk menuju ke sumur yang berada di bagian utara Desa Moose, dengan tujuan mereka adalah menyiram kepala mereka agar kepala pusingnya hilang dan juga tidak lupa meminum air sumur.


Dengan keadaan yang terhuyung-huyung kedua orang tersebut berusaha untuk tidak menginjak tubuh anggota bandit lainnya yang sedang terbaring di mana-mana karena sudah kelelahan akibat berpesta semalaman.


"Aduh."


"Ah, maaf." salah kedua orang tersebut meminta maaf kepada orang yang tanganya dia injak namun sepertinya dia malah tidur kembali dan tidak peduli tanganya sudah diinjak.


Setelah beberapa saat kedua orang tersebut sangat kesusahan untuk menghindari rintangan yang ada di depannya, akhirnya mereka sudah berhasil keluar dari lokasi tempat mereka berpesta yang dipenuhi oleh para bandit yang terbaring kelelahan.


"Hey bro, sepertinya itu sumurnya." pria kurus itu berkata kepada temannya dan mengacungkan jari telunjuknya ke sebuah sumur.


"Kau benar, cepatlah tubuhku sudah merasa ingin segera mandi!"


Mereka berdua yang sudah menemukan sumur yang diari-cari segera dengan tergesa-gesa berlari ke arah sumur tersebut tanpa memikirkan apapun lagi, bahkan jika di lokasi itu terdapat bandit lainnya yang sedang terbaring seperti di lokasi sebelumnya mereka mungkin tanpa memperdulikannya akan menginjak-nginjaknya tanpa bersalah.

__ADS_1


Pria yang terlihat sangat acak-acakan menjadi yang pertama mencapai sumur, dia dengan segera mencari sebuah ember di sekitar dan tak lama kemudian dia mendapatkan sebuah ember kayu dengan sebuah tali yang berada di sekitar sumur itu.


Tanpa ragu-ragu lagi dia langsung menjatuhkan ember itu ke dalam sumur dan ketika ember tersebut sudah terisi oleh air dia berusaha menarik ember itu.


Setelah beberapa saat dia berusaha untuk menariknya, akhirnya ember itu telah mencapai atas sekaligus sudah berada di tangannya dan tanpa berpikir lama lagi dia pun dengan segera menyiramkan air tersebut ke tubuhnya.


"Ugh, bau apa in- hey, lihat tubuhmu!" teriak pria kurus yang sebelumya tertinggal di belakang kepada temanya yang tubuhnya terlihat sudah dipenuhi oleh kotoran misterius.


"Apa-apaan ini!?" di sisi lain pria acak-acakan tersebut terlihat sangat terkejut setelah tubuhnya dia siram air dari sumur.


* * * * * * *


Di lokasi kekacauan setelah berpesta terlihat Fendre yang berkeliling untuk membangunkan para bandit yang sedang tergeletak di mana-mana, Fendre sendiri tidak terlalu menentang perayaan kemenangan ini namun tetap saja dia merasa harus tetap waspada kepada keadaan terutama terhadap alasan yang tidak jelas mengapa para ksatria mundur dari garis depan.


Ketika Fendre memberi tahu hal ini kepada Booze dia malah dibilang terlalu serius terhadap hal itu, Fendre sendiri bukanlah orang yang mempunyai pengalaman di bidang militer dulunya seperti Booze, namun hidupnya yang keras di wilayah kumuh membuat sifatnya selalu waspada terhadap apapun.


"Hey, cepatlah bangun!" Fendre berkata tegas kepada salah satu bandit yang terbaring tidur.


"Diamlah, urus urusanmu sendiri!"


Ketika dia berkeliling untuk membangunkan para bandit pada akhirnya tak ada yang mengikuti perintahnya, tak peduli jika Fendre termasuk atasan mereka namun tetap saja mereka hanya mengikuti perintah Booze karena usia Fendre yang lebih muda dari mereka.


"Bos! gawat! gawat!" teriak pria sebelumnya yang dari sumur.


"Hey, bau apa ini!?"


"Ugh, menjijikkan!"


"Hey, pergilah dari sini!"


Terlihat para anggota bandit yang sebelumnya sangat susah dibangunkan oleh Fendre mulai terbangun dan mengeluh karena terlihat seseorang dari anggota mereka tiba-tiba berlari melewati mereka dengan penampilan yang sangat menjijikkan dan sangat berbau tidak enak.


Booze pun yang sebelumnya juga terbaring ikut terbangun karena keributan yang terjadi dan bau tidak sedap di sekitarnya, dengan perasaan emosi Booze pun berjalan ke pria kotor tersebut yang kebetulan juga memanggil dirinya.


"Apa-apaan ini!? kenapa kau sampai se-menjijikan in!?" tanya Booze kepada anak buahnya yang terlihat sangat kotor tersebut.


"Begini bos, tadi di saat aku sedang ingin mandi ternyata semua airnya sudah begini!" dengan perasaan gugup pria tersebut memberi penjelasan ke Booze.


"Tunggu, apa!? bukankah kemarin masih baik-baik saja!?"

__ADS_1


Ya, tentu saja ketika mereka sudah berada di Desa Moose hal pertama mereka lihat setelah merampas barang-barang adalah sumur Desa, karena mereka tahu jika air itu material yang penting untuk merawat pasukannya.


Dengan perasaan yang khawatir dan tergesa-gesa mereka semua berlari ke arah sumur dan memeriksa kebenaran pernyataan salah satu anggota bandit tersebut, dan betapa terkejutnya mereka ketika melihat keadaan sumur itu.


Hal yang membuat mereka lebih terkejut lagi ketika mereka mengecek sumur yang lain yang ternyata tidak satu sumur saja yang seperti itu namun semua sumur yang berada di Desa dalam keadaan seperti itu, Booze yang melihat ini benar-benar kebingungan.


"Hey, apakah kalian melihat kaba? aku belum melihatnya daritadi." tanya Fendre di antara keributan tersebut.


"Apa kau bodoh, Fendre? ini bukan saatnya untuk itu!" jawab Booze dengan penuh emosi.


"Tidak-kah kau ingat jika kau sendiri yang memberinya tanggung jawab untuk patroli malam? mungkin dia tahu apa yang sebenarnya terjadi." dengan santainya Fendre memberikan sebuah solusi baru.


"Ah kau benar, semua mulailah cari bocah pemalas itu!"


Akhirnya semua bandit segera menyisir semua wilayah di sekitar Desa Moose dari segala arah, setelah beberapa saat pada akhirnya mereka menemukan Kaba diikat di sebuah pohon di pinggiran Desa dengan mulut yang disumpal sebuah kain.


Tanpa ragu-ragu lagi Booze yang melihat Kaba tali ikatannya sudah dilepas dan sempalan di mulutnya sudah diambil langsung memukul wajah Kaba dengan sangat keras sampai Kaba pun jatuh tersungkur, Fendre yang melihat itu langsung segera menghentikan Booze agar tidak memukulinya lagi.


"Tunggu! sebaiknya kita tanyakan dulu penjelasan dari Kaba!" dengan posisi tangan direntangkan Fendre menyetop Booze untuk tidak melakukan tindakan yang berlebihan.


"Penjelasan apa lagi!? sudah jelas-jelas bahwa semalam pasti ada yang menyusup ke sini di saat kita berpesta dan bocah ini membiarkannya!" teriak salah satu anggota bandit yang menonton di sekitar.


"De-dengarkan a-aku dulu, sebenarnya semalam aku melihat dua orang penyusup itu, dia adalah gadis dengan mata merah dan juga seorang wanita ksatria." dengan menahan kesakitan, Kaba memberi penjelasan kepada orang yang di sekitarnya.


Ketika mereka setelah mendengar penjelasan dari Kaba tiba-tiba mereka terkejut dengan ciri-ciri mata merah yang dimiliki salah satu penyusup yang dia lihat, karena mata merah sendiri adalah hal langka untuk dimiliki oleh seseorang dan hanya keturunan dari Keluarga Claudia yang mempunyai warna mata tersebut.


Ditambah mereka sendiri juga melihat dengan mata kepala sendiri pemilii warna mata tersebut yaitu Sang Viscount sebelumnya yang mereka tangkap dan siksa sebelumnya.


"Kalau tidak salah di saat aku menyiksa kedua pasangan itu mereka secara tidak sengaja bilang jika mereka mempunyai anak perempuan yang masih anak-anak, jika ini semua disebabkan oleh dia maka dia benar-benar mencari masalah dengan orang yang salah! " ucap Booze dengan penuh emosi.


Pada saat masih berkerja sebagai Jendral di pasukan kerajaan Booze sendiri mempunyai reputasi yang sangat buruk yaitu terlalu mendepankan harga diri daripada hal yang lainya, tak heran dia juga menjadi orang yang menyumbangkan kekalahan di beberapa pertempuran saat era perang 7 tahun.


"Bos kita punya situasi yang gawat lagi, sungai di dekat Desa sepertinya sudah di bendung!" teriak dari salah satu bandit yang baru saja mengecek keadaan sungai.


"Apa!?"


Setelah mendengar itu Booze semakin merasa harga dirinya semakin hancur karena dia tidak pernah berpikir bahwa dia akan dipermainkan oleh gadis kecil.


Sedangkan Fendre yang melihat ekspresi Booze sudah bisa menebak ke arah mana situasi ini berjalan, namun tetap saja lagi-lagi dia tetap menutup mulutnya karena sepertinya para bandit lainya juga mempunyai pikiran yang hampir sama dengan Booze, dan pada akhirnya Fendre tidak ingin mencari masalah.

__ADS_1


__ADS_2