Luzia Senki: Catatan Perang Luzia

Luzia Senki: Catatan Perang Luzia
{1-14} PENYERGAPAN


__ADS_3

Kalender Umum Kontinental/benua 1330: Awal Musim Gugur.


Benua Drakea bagian tengah: Kerajaan Draeruz: Wilayah Claudia: Jalan Menuju Kota Carran.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Memang benar jika musim panas sudah lewat dan sekarang berada di awal musim gugur, namun tetap saja jika kau berjalan di teriknya cahaya matahari di siang hari kau tetap akan merasa kepanasan dan kehausan. Di siang hari tersebut terlihat sebuah pasukan dengan jumlah yang cukup banyak dengan total 3.000 pasukan berjalan ke arah Kota Carran.


Kau bisa melihat mereka secara bersamaan berjalan berbaris berbarengan dengan mengeluarkan sebuah suara hentakan dari sepatu tempur yang sebelumnya mereka dapatkan dari beberapa pedagang yang pernah mereka rampok di saat perjalanan.


Mereka adalah pasukan bandit yang sebelumnya bersarang di wilayah Claudia terutama di hutan Agress, sebelumnya cara mereka bertempur adalah tidak pernah secara terang-terangan melawan Ksatria Claudia walaupun mereka mempunyai jumlah yang lebih banyak dari Ksatria Claudia itu sendiri.


Sekarang mereka sudah merasa lelah untuk bertempur seperti itu lagi terutama setelah mereka bersenang-senang semalam membuat kepercayaan diri mereka menjadi terlalu lebih tinggi dan juga berpikir jika para Ksatria sebelumnya menarikan diri dari garis depan karena para Ksatria sudah frustasi.


Jadi Booze berpikir jika mereka kembali bertempur dengan Ksatria Claudia di kota Carran mungkin saja para Ksatria Claudia juga akan mundur seperti sebelumnya dan Booze akan mengambil alih pusat kota Claudia. Tetapi sebenarnya ada yang lebih penting lagi daripada itu, yaitu sumber air yang sudah diambil alih oleh Pasukan Ksatria di kota Carran, jadi mau tidak mau para bandit pun harus kembali mendapatkannya kembali.


Sudah menjadi pengetahuan umum jika dirimu mempunyai pasukan dengan jumlah yang banyak kau harus membagi pasukanmu menjadi beberapa unit, untuk kasus para bandit Booze membaginya menjadi lima unit yang di dalamnya terdapat 600 orang. Tentu saja unit itu dipimipin oleh orang-orang kepercayaanya, termasuk Frende yang memimpin unit yang paling belakang.


Pada awalnya Booze berpikir jika pasukannya akan mencapai Kota Carran pada sore hari, namun karena kurangnya pasokan air membuat pergerakan pasukan menjadi lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya, itu juga belum termasuk teriknya cahaya matahari yang menyengat mereka dan juga debu ketika mereka berjalan karena masih keringnya tanah setelah musim panas.


"Woi cepatlah jangan sampai keluar dari barisan!" teriak salah satu kapten yang memimpin unit bagian depan.


"Bagaimana mungkin aku terus berjalan sedangkan aku sendiri belum minum air dari sejak kita berangkat." jawab salah satu bandit dengan nada mengeluh dan juga terlihat sangat kelelahan.


"Diam! jangan mengelu-" belum sampai menyelesaikan perkataannya, sebuah panah menancap di kepalanya.


"Serangan musuh!" ucap dengan keras salah satu bandit yang melihat kejadian tersebut.


Pada dasarnya pergerakan para bandit sudah lambat sejak awal namun tiba-tiba sebuah hujanan panah menuju ke arah mereka yang akhirnya mengakibatkan para bandit mengambil posisi berlindung dengan menggunakan perisai kayu mereka.


Suara teriakan kesakitan berbunyi di mana-mana, tak peduli dengan bagaimana mereka mencoba berlindung namun tetap saja ada beberapa dari mereka yang terkena hujanan panah yang entah dari mana karena mereka sudah terlanjur panik yang akhirnya membuat penglihatan mereka agak terganggu.


Kekacauan tersebut tak hanya melanda unit pasukan bagian depan namun semua unit bandit yang dalam perjalanan menuju ke Kota Carran juga dihujani oleh panah yang datang dari segala sisi.


"Lihatlah itu adalah pemanah kuda!" di antara kekacauan terdengar suara dari salah satu anggota bandit.


Seperti yang dikatakan oleh pria tersebut, terlihat banyak pemanah berkuda yang mengelilingi pasukan bandit yang sedang bertahan dari hujanan panah mereka, mereka adalah pasukan gabungan suku yang tinggal di wilayah Claudia.


Pada dasarnya Suku yang tinggal di wilayah Claudia dulunya adalah Pemanah Berkuda yang hebat pada zamannya, mereka sejak dari umur 3 tahun sudah diajarkan bagaimana memegang panah dan secara bertahap anak tersebut akan diajarkan bagaimana cara menembak panah.

__ADS_1


Ketika sudah mencapai usia remaja mereka akan mempunyai akurasi memanah yang luar biasa di saat sambil berkuda, namun karena populasi kuda mereka semakin berkurang ketika mereka mulai hidup menetap di wilayah Claudia membuat pria yang bisa memanah sambil berkuda semakin berkurang ditambah dengan perang yang melanda beberapa tahun yang lalu.


Dari banyaknya anggota suku yang tinggal di wilayah Claudia hanya 100 pria yang bisa memanah sambil berkuda, dan orang-orang itulah yang sekarang menyergap pasukan bandit atas perintah langsung dari Luzia. 100 prajurit itu juga dibagi menjadi sepuluh unit yang mempunyai tugasnya masing-masing.


Jika kau melihatnya dari atas terlihat satu unit pemanah berkuda berada di depan barisan pasukan bandit yang tujuannya adalah untuk memancing pasukan bandit untuk terus maju kedepan.


Di sisi lain tiga unit pemanah berkuda dengan total 30 pria sedang berada di belakang pasukan bandit yang tujuannya adalah untuk memotong jalur mundur pasukan bandit yang akhirnya mengakibatkan pasukan bandit yang dipimpin oleh Fendre tidak punya pilihan lain selain terus maju ke depan.


Untuk sisa pasukan yaitu enam unit berada di sisi kanan dan kiri pasukan bandit, mereka awalnya memberi kesan kejutan kepada para garis samping pasukan musuh dengan menghujaninya. Setelah kekacauan telah melanda musuh, enam unit pemanah berkuda tersebut segera menerjang pasukan inti musuh dari segala sisi dan berusaha memisahkan unit pasukan inti musuh tersebut dari unit yang lainya.


"Argghhh!"


"Tolong aku!"


"Mataku!"


"Matilah kau bandit sialan!"


"Demi Nona Luzia!"


Ketika unit pasukan inti bandit cukup terpisah dari pasukan lainya seketika lokasi unit tersebut menjadi sebuah ladang pembantaian. Banyak dari mereka terbunuh dengan cara ditabrak dengan kuda, dipanah dijarak yang dekat dan cara yang mengenaskan lainnya. Suara histeris kesakitan terdengar dari unit tersebut.


Para bandit yang terjebak mencoba berlarian ke sana-sini namun itu percuma saja karena jalan untuk mereka kabur sudah di tutup oleh para pemanah berkuda yang handal, satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah tetap bertarung.


Tentu saja ada korban jiwa pemanah berkuda tersebut namun mereka tidak menghiraukan hal tersebut dan tetap fokus dalam menyerang secara frontal terhadap musuhnya.


Meskipun sempat berada di atas angin dan membunuh banyak anggota unit pasukan inti musuh tetap saja enam unit pemanah berkuda tersebut masih kalah jumlah dari pasukan bandit tersebut, unit pasukan bandit yang lainnya tentu saja tidak tinggal diam di saat melihat itu.


Pemanah berkuda yang kalah jumlah akhirnya kembali mundur dari pertempuran karena pada dasarnya tugas mereka bukanlah untuk menghabisi musuh di sini namun hanya untuk memberikan sebuah pukulan yang keras sebelum mereka mencapai Kota Carran.


Para bandit yang melihat mereka mundur dari pertempuran pun juga hanya diam tak mengejar mereka, karena tentu saja mengejar pasukan berkuda itu adalah hal yang bodoh karena bisa merusak formasi tempurmu.


* * * * *


"Bocah sialan!" ucap Booze yang sekarang sedang terbaring terluka karena dia sebelumnya berada di unit inti.


Beberapa saat setelah pertempuran akhirnya Booze memerintahkan pasukannya untuk berkemah di malam harinya di tempat yang sebelumnya juga menjadi medan pertempuran. Alasan dia melakukan itu karena walaupun musuhnya hanya beberapa orang tetap saja unsur kejutan yang mereka rasakan benar-benar besar, jadi korban jiwa pun cukup lumayan besar juga.


"Semua ini karena kau, bocah sialan!"

__ADS_1


"Argh!"


Di sisi lain Kaba yang tidak terlalu berguna di pertempuran pada saat inilah dia melakukan tugasnya sebagai anggota pembantu, sebagai contohnya sekarang dia memakaikan lengan Booze sebuah kain untuk memperban luka Booze setelah pertempuran sebelumnya. Namun bukanya berterimakasih Booze justru mendorong Kaba sampai jatuh tersungkur dan menyalahkan semua ini ke Kaba.


"Semua ini salahmu dan juga gadis bangsawan busuk itu, jika aku menangkapnya aku akan menyiksanya habis-habisan!" dengan aura emosi Booze mengucapkan itu.


"Tenanglah bos, mungkin sudah saatnya kita berpikir untuk mundur saja" dengan perasaan yang sedikit ketakutan, Fendre mengucapkan itu.


"Mundur!? setelah semua ini!? apa kau bodoh, Fendre?"


"Buka matamu bos, kita ini bandit bukan tentara kerajaan, masa-masa kejayaanmu di masa lalu sudah tenggelam dan sekarang juga bukan saatnya untuk balas dendam ke kerajaan!"


"Berani-beraninya kau membawa-bawa masa laluku dan menentang perintahku!"


Terdengar sebuah perdebatan sengit terjadi antara Booze dan Fendre karena perbedaan pemikiran, suasana di sekitarnya benar-benar kacau. Orang-orang yang berada di sekitarnya hanya bisa diam dan pura-pura sibuk dengan kegiatannya.


"Aku sudah lelah dengan ini, aku bahkan tidak peduli jika kau membunuhku!" akhirnya Frende mengucapkan apa yang dia rasakan selama ini kepada Booze secara terang-terangan.


Situasi menjadi benar-benar panas Kaba yang berada di sekitar berusaha memisahkan mereka namun apa yang bisa dia lakukan dengan tubuh kecilnya tersebut, terlihat mereka sudah mencapai batas kesabarannya masing-masing dan mulai bersiap untuk berkelahi satu sama lain.


"Serangan musuh!" sebuah teriakan peringatan akhirnya terdengar kembali.


"Argghhh!"


"Panas tolong!"


"Aku butuh air tolong padamkan aku!"


Di saat Booze dan Frende sudah bersiap mengambil posisi kuda-kuda untuk berkelahi tiba-tiba musuh kembali menyerang mereka, berbeda dengan sebelumnya sekarang mereka menyerang dengan panah yang terdapat apinya.


"Apa, lagi!?" ucap Booze dengan terkejut.


Banyak orang yang terbakar hidup-hidup karena hujanan panah api tersebut, lagi-lagi situasi kekacauan menghampiri mereka seperti yang terjadi siang tadi. Orang-orang yang panik mulai berlarian ke sana-sini untuk mencari perlindungan dan mencari senjata mereka.


Di saat itulah para pasukan bandit yang berada di perkemahannya, selama satu malam mereka tidak akan mendapatkan tidur yang nyenyak dan akan berada di posisi bertahan dalam satu malam penuh, ketika mereka mencoba menangkap para pemanah berkuda tersebut semua itu hal yang percuma karena mereka sudah kabur terlebih dahulu, lalu setelah itu para pemanah berkuda akan kembali lagi menghujani mereka panah api.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ilustrasi Pertempuran:

__ADS_1



\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2