Luzia Senki: Catatan Perang Luzia

Luzia Senki: Catatan Perang Luzia
{1.8} Perselisihan internal!?


__ADS_3

Banyak dari manusia akan lebih mementingkan egonya sendiri daripada mendahulukan sebuah logika tidak peduli jika itu akan menguntungkan atau merugikan individu dan golongan lain.


Sepuluh tahun lalu Pangeran kedua dengan bantuan dukungan dari para bangsawan dia berhasil memenangkan sebuah pertarungan yang sangat berdarah untuk mendapatkan kursi pemimpin Kerajaan yang bergengsi.


Putra Mahkota yang seharusnya menjadi penerus kerajaan justru sebaliknya malah kekurangan support dari banyak bangsawan akhirnya harus terbunuh di Pertempuran Magtuz, sebuah Pertempuran yang berlangsung di Ibukota Kerajaan yaitu Kota Magtuz.


Dengan kekuatan 20.000 pasukan gabungan yang terdiri dari para bangsawan, Pangeran kedua melakukan kudeta secara terang-terangan terhadap Putra Mahkota dan melakukan pengepungan ke Ibukota Kerajaan.


Hanya dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan akhirnya pasukan Ibukota yang berjumlah hanya 3.000 dengan terpaksa menyerah terhadap pasukan faksi pangeran kedua, Putra Mahkota yang berada di istana berusaha melarikan diri tapi nasib mengerikan menghampirinya.


Royal Guard yang seharusnya mempunyai kewajiban mempertaruhkan nyawa mereka sendiri dalam melindungi Putra Mahkota akhirnya malah menghianatinya dengan tujuan memberikan Putra Mahkota kepada pangeran kedua dengan jaminan keselamatan mereka sendiri, walaupun akhirnya mereka tetap di bunuh keesokan harinya.


Putra Mahkota yang tertangkap akhirnya dijebloskan kedalam penjara bawah tanah yang menyedihkannya penjara bawah tanah tempat yang seharusnya menjadi tempat penjara para penjahat kelas berat.


Pangeran kedua yang tidak ingin terlalu mengambil resiko mencoba mengancam para hakim kerajaan untuk mempercepat eksekusinya, yang hasilnya hanya dalam 3 hari dipenjara dia langsung akan dieksekusi di depan umum.


Bahkan ada rumor yang mengatakan jika saking takutnya setelah mendengar berita eksekusinya rambut Putra Mahkota berubah menjadi putih hanya dalam semalam.


Di hari pengeksekusiannya banyak dari penduduk kota yang menghadirinya, mereka pada dasarnya datang hanya karena penasaran tentang apa yang terjadi di depan mereka dan tidak peduli apa yang menimpa pada golongan Aristokrat karena pada akhirnya tidak peduli siapa yang memimpin mereka hanya memikirkan dirinya sendiri dan tidak terlalu peduli dengan rakyat jelata.


Dan setelah tragedi mengerikan itu terjadi pangeran kedua yang telah mendapatkan Tahta akhirnya dikenal dengan julukan Wilhelm I The Greedy(Yang Rakus) , dan tidak lama juga setelah itu para bangsawan dengan persetujuan dari Raja Wilhelm akhirnya membuatlah sebuah Parlemen bernama Parlemen Kirya yang di mana Parlemen itu di pimpin oleh Aliansi 3 Duke.


Meskipun para bangsawan telah memperkuat posisinya di Kerajaan mereka tetap belum puas terhadap apa yang mereka dapat, mereka mencoba untuk berkonspirasi untuk menyingkirkan sang Raja.


Namun di luar perkiraan para anggota Parlemen sang Raja dengan terburu-buru dan tanpa alasan yang jelas mendeklarasikan perang dan langsung melancarkan invasi ke negara tetangga yaitu Kekaisaran Kharza.


Karena tindakan yang ceroboh dari sang Raja, Parlemen pun memutuskan untuk menunda melengserkan Sang Raja karena itu bukanlah hal yang bijak untuk dilakukan disaat negara sedang berperang dengan negara lain sedangkan pembicaraan damai pun juga mustahil karena kerajaan mereka sendirilah yang memulai perang.


Jadi mau tidak mau Parlemen pun menunggu sekitar 7 tahun yang dimana Kerajaan Drasruz akhirnya kalah dalam perang.


Para anggota parlemen yang sudah menunggu selama 7 tahun akhirnya menggambil kesempatan tersebut dengan cara menyalahkan semuanya kepada sang Raja, karena stress karena tekanan tersebut Sang Raja akhirnya pun meninggal atau menurut Sir Erwin itu adalah hasil konspirasi Parlemen.


Meskipun begitu Parlemen tetap membutuhkan sebuah pemimpin boneka yang harus diletakkan di kursi tahta kerajaan agar negara lain tidak segera mendeklarasikan jika mereka mempunyai orang yang berhak menjadi Raja dari Kerajaan Draeruz yang dengan begitu kerajaan Draeruz akan terancam terkena intervensi asing.

__ADS_1


Namun satu-satunya yang tersisa dari garis keluarga kerajaan yang berhak menjadi Raja adalah anak dari putra Mahkota yang sebelumnya mati dieksekusi.


Anak itu dinyatakan tidak bersalah oleh hakim kerajaan karena memang benar-benar tidak bersalah, menurut hakim mempunyai darah dari seorang kriminal bukanlah sebuah kejahatan. Karena anak tersebut dinyatakan mengidap kusta


Raja Wilhelm dan pihak Parlemen melihatnya bukanlah sebuah ancaman, jadi mereka menghiraukan keputusan tersebut.


Akhirnya dengan berat hati para anggota Parlemen akhirnya mengangkat anak Putra Mahkota tersebut menjadi Raja yang tujuannya hanya untuk dijadikan sebuah Pemimpin Boneka, yang sekarang dijuluki dengan Raja Joash Sang Kusta.


Meskipun begitu kesialan lagi-lagi menghampiri Parlemen karena tanpa diduga Raja Joash yang dulunya dianggap terlihat polos ternyata sebenarnya dia malah cukup cakap sampai-sampai cukup membuat Parlemen kesusahan dalam membuat dirinya menjadi boneka karena manuver-manuver yang hebat dari Raja Joash.


"Negara ini benar-benar di ujung tanduk, huh? "


Karena aku sendiri masih mempunyai banyak waktu luang sebelum bertemu dengan para Ketua Desa, aku berpikir untuk mendengarkan lebih lengkap lagi tentang situasi Kerajaan saat ini Sir Edwin, meskipun begitu aku benar-benar tidak menyangka akan sekacau ini.


Ngomong-ngomong saat ini aku sedang duduk di taman halaman yang berada di dalam balai kota dengan ditemani secangkir teh yang dibuat oleh Clotte dan Sir Erwin yang juga duduk di sebrang meja, karena jika aku mengajak Sir Edwin berbicara di kamar balai kota itu akan membuat sebuah rumor buruk tersebar ke penjuru kota jika perempuan bangsawan membawa seorang laki-laki ke kamarnya.


"Jika sebelumnya para bangsawan secara terang-terangan melakukan kudeta kepada Putra Mahkota, kenapa mereka tidak mengulanginya kembali terhadap Raja Joash."


Sir Erwin yang sedang meminum teh hangat dengan terlihat anggunnya segera meletakkan gelasnya di atas meja setelah aku mengajukan sebuah pertanyaan terhadap dirinya.


"Karena situasinya agak berbeda dengan sebelumnya, yang mulia."


"Berbeda?"


"Di situasi sebelumnya para bangsawan berani bertindak juga karena mereka berlindung di balik Pangeran Kedua, berbeda dengan sekarang yang di mana mereka tidak mempunyai payung untuk berlindung. Terlebih lagi karena Hakim Kerajaan yang seharusnya netral terhadap politik mulai mendukung Raja Joash karena sebelumnya Hakim Kerajaan sempat diancam oleh Raja Wilhelm dengan cara membunuh atau menyakiti keluarga mereka jika Eksekusi Putra Mahkota tidak segera dilaksanakan."


"Cukup masuk akal juga."


Aku sudah membaca tentang Hakim Kerajaan di Perpustakaan ku, mereka sendiri sudah berdiri dari awal Kerajaan ini di bentuk. Sebenarnya mereka sendiri walaupun sudah berdiri lama tapi tidak cukup mempunyai kekuatan dan suara di dalam politik maka dari itu mereka lebih memilih netral dalam politik, tapi meskipun begitu mereka juga lumayan populer dikalangan Rakyat Jelata yang akhirnya juga membuat Parlemen cukup kesusahan.


"Ah, ada beberapa bangsawan yang sebelumnya netral seperti keluarga Yang Mulia akhirnya mulai bergabung dengan Faksi Raja Joash."


"Mereka benar-benar berani ambil resiko ya..... "

__ADS_1


"Aku juga setuju dengan itu, Yang Mulia."


Seperti yang dibahas sebelumnya-sebelumnya, Raja Joash mengidap penyakit Kusta yang dimana umurnya sekarang sudah 19 tahun 3 tahun setelah diangkat menjadi Raja dan untuk pengidap penyakit tersebut cenderung pendek di zaman di mana teknologi medis masih sangat rendah.


Memang benar Faksi Raja Joash untuk saat ini masih diatas daun tapi melihat kondisinya yang saat ini dia bisa meninggal kapan saja karena penyakit kustanya, dan itu semua akan sia-sia saja.


Terlebih lagi walaupun Parlemen untuk sekarang masih diam menunggu bukan berarti mereka tidak merencanakan sesuatu kedepannya, jadi masih cukup berisiko jika aku bergabung dengan faksi kerajaan, bahkan Sir Erwin sepertinya juga setuju dengan ku.


"Meskipun begitu Sir Erwin sepertinya tau banyak hal tentang hal ini."


"Yah, aku mempunyai seorang kenalan mantan perwira militer yang dulunya juga orang yang ikut dalam mempertahankan Kota Magtuz dari pengepungan. Tapi sekarang dia lebih sukses menjadi seorang pedagang dan terkadang dia memberi ku sebuah informasi seperti ini yang dia kumpulkan selama berdagang."


"Hoho, sepertinya kau mempunyai kenalan yang cukup berharga."


Karena di dunia ini masih minimnya teknologi media-media informasi seperti internet yang akhirnya mengakibatkan lambatnya sebuah informasi mengalir, jadi mempunyai informan untuk menjadi koneksi informasi seperti itu hal yang sangat penting di dunia ini.


Mungkin aku akan mencoba meminta Sir Erwin memperkenalkan kenalan itu kepadaku lain kali karena bisa saja dengan informasinya yang didapat aku bahkan mungkin bisa menopoli pasar ekonomi negara ini, yang begitu aku bisa hidup damai dan lebih mewah dengan tabungan melimpahku, fufufu.


Oh tidak-tidak, aku harus menahan ekspresi oportunisku yang berlebihan karena sepertinya Sir Erwin melihatku dengan tatapan penasaran yang mengintimidasi, Clotte tolong aku.


Ah, sepertinya aku juga harus sedikit menunda rencana hidup mewahku karena untuk saat ini waktu luangku sepertinya sudah habis.


Erliz yang terlihat disiplin seperti biasanya segera berjalan memasuki taman halaman dan menuju ke arah ku dan Sir Erwin yang sedang duduk bersebrangan, untuk formalitas Erwind membukuk kepadaku yang berguna sebagai penghormatan, setelah itu dia melaporkan jika para Ketua Desa sudah berkumpul dan siap bertemu denganku.


"Baiklah Sir Erwin, tadi itu pelajaran yang menyenangkan tapi sepertinya pekerjaan sudah memanggilku."


Tanpa basa-basi lagi aku dan Sir Edwin dengan bergegas mulai bangkit dari tempat duduk dan mulai keluar dari taman halaman balai kota.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Note: Mohon maaf jika kalau ada kesalahan penghitungan waktu dari chapter² sebelumnya.


Fix waktu: Perang di mulai 10 tahun yang lalu dan berlangsung 7 tahun, jadi perang selesai 3 tahun yang lalu. Raja Joash diangkat jadi Raja setelah perang selesai di umur 16 tahun.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2