
Kalender Umum Kontinental/benua 1330: Pertengahan Musim Gugur.
Benua Drakea bagian tengah: Kerajaan Draeruz: Ibukota Kerajaan, Magtus.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Terletak di bagian tengah-tengah wilayah Kerajaan, Kota Magtus adalah pusat administrasi di Kerajaan Draeruz itu sendiri. Kota Magtus sendiri dijadikan sebagai ibukota juga bukan karena sebuah kebetulan, sebelumnya dalam perang kemerdekaan dengan Kekaisaran Praguss, Kota inilah yang menjadi basis utama para pejuang kemerdekaan.
Karena menjadi Pusat Administrasi maka tidak heran jika kota ini adalah sebagai kota terbesar di Kerajaan Draeruz, namun karena kurangnya benteng alami yang melindungi kota ini karena berada di hamparan rumput yang luas dan terbuka, ditambah dengan semakin majunya senjata-senjata pengepungan kota semakin berkembang maka kota ini menjadi sangat rentan terhadap pengepungan. Tampak juga sungai kecil yang mengalir di tengah-tengah kota yang bertembok.
Populasi yang dimiliki kota Magtus sekitar 50.000 penduduk, tentu saja mayoritas diisi oleh kaum rakyat jelata biasa. Sedangkan bagian tengah dalam kota terdapat tembok lagi yang di dalamnya adalah distrik tempat tinggal para puluhan bangsawan istana tanpa tanah atau wilayahnya sendiri
Karena perang ekonomi di kota ibukota juga terkena dampak yang cukup besar, itu memang sedikit bisa diperbaiki oleh Raja Joash dengan cara menjual barang-barang mewah di istana dan juga aset para Jendral yang dipecat lalu di masukan ke ke bendahara negara, namun tentu saja itu masih belum cukup untuk memperbaiki semuanya.
Di distrik para rakyat jelata juga terlihat tempat-tempat kumuh yang menghiasi, sebuah tempat yang orang-orannya sudah tak terlalu peduli dengan hukum lagi selama bisa bertahan hidup.
Namun terlepas dari semua itu tampak daya tarik yang sangat tinggi pada sebuah bangunan tinggi dan besar di tengah-tengah kota, bangunan itu adalah Istana Kerajaan. Istana Kerajaan sendiri di sekelilinginya lagi-lagi terdapat tembok yang melindunginya.
Sepuluh menara bundar besar membentuk penghalang persegi yang hampir sempurna di sekitar istana yang luar biasa ini dan dihubungkan oleh tembok tinggi dan besar yang terbuat dari batu hitam.
Tak peduli berapa banyak barang-barang istana yang mewah dijual oleh Raja Joash, tetap saja di dalamnya masih terlihat sangat anggun dan juga tampak seolah penuh oleh sejarah di masa lampau mengelilingi aura di dalam istana tersebut.
Permadani merah rubi mengalir turun dari singgasana dan terbelah untuk mengelilingi seluruh aula sementara spanduk panji dengan mahkota berhias menjuntai dengan lembut dari dinding. Di antara setiap spanduk tergantung sebuah lentera, beberapa di antaranya telah dinyalakan dan pada gilirannya menerangi penggambaran artistik para pemimpin dunia lainnya di bawah mereka.
Jendela kaca berwarna yang lebar disembunyikan oleh tirai berwarna merah ruby yang sama dengan spanduk. Tirai telah dihiasi dengan permata dan sulaman yang mengesankan. Tidak sempurnanya kursi singgasana indah tersebut hanya karena satu hal, yaitu tak ada seorang raja yang mendudukinya. Ruang singgahsana dipenuhi oleh para Ksatria Jubah Emas, sebuah pasukan Ksatria yang tugasnya menjaga keselamatan sang Raja itu sendiri.
Di dalam kesunyian ruang singgahsana tersebut terlihat seorang pemuda berumur sekitar 27 tahun dengan pakaian hitam yang tampak sangat berwibawa berada pada dirinya.
Lengannya yang cukup panjang, baju yang sepertinya terbuat dari kulit hewan menutupi tubuhnya hingga di atas pinggangnya dan dikancingkan sepenuhnya di sisi kiri atas. Pada bagian kerahnya juga sepertinya terbuat dari bulu hewan entah apa itu. Lengan jaketnya cukup lebar dan mencapai jauh di bawah pergelangan tangannya, dihiasi dengan pita dekoratif hampir di tepinya. Dia adalah Yaffi von Ustert, sekaligus juga seorang perdana menteri Kerajaan Draeruz.
Keluarga Ustert sendiri adalah bangsawan dari wilayah miskin di bagian barat Kerajaan, namun karena miskinnya wilayah tersebut membuat dirinya menjadi suka belajar untuk memperbaiki keadaan di wilayahnya tersebut yang akhirnya dalam setahun tersebut dia bisa merubah wilayah yang sebelumnya sangat miskin menjadi sedikit lebih berkembang dari sebelumnya karena beberapa Reformasinya.
Sebagai contohnya wilayah yang dia miliki dulunya sangat bergantung pada pertanian mulai mengindustrialisasi menjadi pembuat pakaian dengan modal kain sutra yang mereka dapatkan dari Kepangeranan Lazeria di bagian Barat Daya Kerajaan Draeruz, sebuah wilayah kepangeranan yang makmur karena menjadi basis perdagangan dari beberapa negara di sekitarnya.
Karena Raja Joash sendiri mempunyai hobi untuk mengkoleksi orang-orang berbakat pada akhirnya ketika dia melihat Yaffi langsung membuat sebuah kesepakatan dan menjadikannya sebagai Perdana Menteri.
Wilayah barat mayoritas para bangsawannya adalah seorang yang netral termasuk Yaffi, tapi meskipun begitu Yaffi sendiri sadar jika mereka terus bertindak cuek maka stabilitas negara pun juga akan terguncang karena Negara ini sekarang pada tahap membutuhkan seorang pemimpin yang benar-benar berkerja untuk negara bukan berkerja untuk dompetnya sendiri, maka dari itu dia akhirnya setuju untuk membantu Raja Joash karena itu lebih baik daripada para hewan penghisap seperti orang-orang di parlemen Kirya.
Dengan tubuh yang sedikit kurusnya Yaffi berjalan ke arah salah satu Ksatria Jubah Emas, "Di mana Yang Mulia?" tanya Yaffi.
Melihat sang Perdana Menteri Ksatria itu pun langsung memberinya hormat terlebih dahulu, "Yang Mulia telah kembali ke Kamarnya, Tuan Perdana Menteri." Jawab Ksatria tersebut.
"Terimakasih," ujar Yaffi kepada Ksatria tersebut.
Mendengar itu Yaffi langsung berjalan menjauhi para Ksatria Jubah Emas dan menuju pintu keluar ruang singgahsana, kedua Ksatria yang di dekat pintu pun langsung membuka kan Yaffi pintu secara bersamaan.
__ADS_1
Keluar dari Singgahsana terdapat sebuah lorong dengan beberapa ruangan di dalamnya, dengan Jubah hitam yang dia pakai Yaffi berjalan di lorong tersebut. Di perjalanan dia juga melewati banyak pelayan istana dengan kesibukannya masing-masing, namun ketika mereka melihat Yaffi tentu saja mereka langsung hormat kepadanya melihat cukup berpengaruhnya posisi Yaffi dalam Negara.
Setelah beberapa menit berjalan melewati lorong yang cukup panjang akhirnya dia sudah sampai pada akhir dari lorong tersebut, tampak kedua pintu besi dengan banyak ukiran simbol kerajaan di kedua pintu tersebut. Di sisi pintu terlihat juga dua Ksatria Jubah Emas yang lainnya sedang berdiri berjaga di luar Ruangan Raja.
Yaffi yang dari awal memang mempunyai tujuan untuk bertemu dengan Raja Joash langsung mengetuk pintu. "Yang Mulia, apa anda di dalam?" ucap Yaffi dengan nada sopan sembari mengetuk pintu.
"Apa kau Yaffi? masuklah," terdengar suara dari dalam ruangan.
Mendengar hal tersebut Kedua Ksatria yang berjaga langsung membuka-kan Yaffi pintu secara bersamaan seperti yang terjadi di ruangan singgahsana, "Silakan Tuan Perdana Menteri." Ujar salah satu Ksatria tersebut.
Ketika Yaffi sudah berada di dalam ruangan dia melihat seseorang yang harusnya memimpin negara terbaring lemas di kasur dengan topeng yang menutupi wajahnya dan juga sekujur tubuhnya terlihat ditutupi oleh kain sutra putih yang lembut, hal itu ditujukan untuk melindungi kulitnya yang sangat sensitif.
Tentu saja orang itu adalah Raja Joash dengan penyakit kusta yang dia idapnya, semakin hari penyakit itu semakin parah menggerogoti tubuhnya tersebut yang membuat menjadi lemah hari demi hari.
Mengetahui Yaffi sudah masuk ke dalam kamarnya Raja Joash langsung mengarahkan pandangannya terhadap Yaffi, "Maafkan aku Yaffi, tubuhku benar-benar mengajak-ku ke atas kasur, hahaha." Ucap Raja Joash dengan sedikit nada gurauan.
"Itu tidak apa-apa Yang Mulia, karena itu bukan salah anda," Yaffi hanya bisa merespon dengan wajah sedihnya.
"Bukankah sudah kubilang untuk tidak melihatku dengan wajah seperti itu?" tegas Raja Joash.
"Maafkan aku Yang Mulia, tapi akan wajar jika melihat bagaimana kondisi anda yang sekarang."
"Benarkah? seharusnya kita harus berterimakasih dengan penyakit inj karena itu pula yang membuat para anggota Parlemen untuk duduk dengan tenang, hahahaha."
"Yah, mau gimana lagi karena hanya humor gelap yang aku punya saat ini."
Yaffin pun di hatinya langsung merasa bersalah setelah Raja Joash mengatakan itu, "Maafkan aku, Yang Mulia."
"Lupakan itu, jadi apa alasanmu bertemu denganku?"
Yaffi yang setelah berbasa-basi langsung mulai mengambil sebuah kursi di ruangan dan mendudukinya di sisi Raja Joash, "Apa anda sudah mendengar rumor yang ramai akhir-akhir ini?"
Diberi pertanyaan oleh Yaffi Raja Joash diam sejenak lalu langsung meresponnya, "Vampir dari Wilayah Selatan?" tanya Raja Joash dengan sedikit memiringkan kepalanya.
"Benar, tapi aku rasa yang tersebar itu sebenarnya hanya dilebih-lebihkan saja namun tentu saja jika sebuah rumor dilebih-lebihkan maka rumor itu benar-benar hal yang luar biasa."
" Hohoho, baiklah aku akan mendengarkan." Ujar Raja Joash yang penasaran dengan posisi tanggal kanannya di dagunya.
Melihat tingkah laku sang Raja Yaffin lagi-lagi hanya bisa menepukan jidatnya, "Sebenarnya vampir yang dirumorkan tersebut adalah seseorang gadis dari Wilayah Claudia."
"Wilayah Claudia!? apa yang dilakukan oleh gadis kecil dari wilayah antah berantah sampai-sampai dijuluki seorang Vampir." Mendengar hal tersebut Raja Joash benar-benar terkejut.
"Aku tau anda akan bereaksi seperti itu, tapi pertama-tama aku akan memberi kabar bahwa Viscount Claudia dan Istrinya dikabarkan telah meninggal, mereka sebelumnya diketahui menghilang secara misterius di kamar mereka dan aku tidak tau bagaimana mereka bisa menghilang karena anak mereka yang katanya bernama Luzia entah bagaimana bisa menyimpan informasi itu secara ketat."
__ADS_1
Raja Joash yang mendengar kabar tersebut langsung menghela nafas dan memposisikan tanganya untuk berdoa kepada Viscount Claudia.
"Begitu ya, aku sendiri belum pernah melihat Viscount Claudia tapi aku selalu mendengar bahwa dia adalah orang yang sangat lemah lembut, selembut kain sutra dari benua di timur."
"Aku setuju dengan itu dan orang yang bertanggung jawab atas kematian mereka adalah Booze, seorang jenderal arogan yang anda pecat dengan paksa sebelumnya."
"Si bodoh arogan itu? jika tau akhirnya seperti aku seharusnya mengeksekusinya saja waktu itu, lalu bagaimana dengan orang itu sekarang? karena membunuh seorang Bangsawan adalah kejahatan yang berat kita harus menangkapnya dan mengeksekusinya." Raja Joash menginginkan itu karena di hatinya dia sedikit merasa bersalah.
"Anda tidak usah repot-repot melakukan itu karena mereka semua sudah dikalahkan oleh Pasukan yang dipimpin oleh Nona Luzia, bahkan katanya para Suku yang sebelumnya memutuskan tinggal di wilayah tersebut mulai benar-benar bersatu diatas panji kepimpinan Luzia." Ujar Yaffi yang walaupun terlihat di wajahnya juga sedikit tidak percaya.
Keduanya sendiri sudah tau tentang perselisihan para suku di wilayah Claudia karena dalam peperangan sebelumnya para suku yang direkrut kualitas tempur mereka sangat luar biasa di lapangan terutama keahlian memanahnya, namun karena yang di rekrut dari beberapa suku yang berbeda maka sesekali mereka sering bentrok di perkemahan perang pada waktu itu. Jadi ketika mereka dengar tentang bahwa para suku akhirnya bersatu apalagi di bawah kepimpinan seorang gadis kecil, mereka sangat susah mempercayainya.
"Jika tidak salah bahwa di informasi sebelumnya Booze berhasil mempunyai 2400 pengikut dan pada akhirnya mereka dikalahkan hanya oleh gadis kecil, itu sangat susah dipercaya." Ujar Raja Joash sambil memegang kepalanya karena kebingungan.
"Menurut informasi yang terakhir mereka berjumlah 3000 personil, Yang Mulia." Yaffin pun mengoreksi kesalahan pada Raja Joash.
"Itu bahkan lebih banyak."
Raja Joash sendiri juga sudah tau tentang keberadaan para bandit yang dipimpin oleh Booze tetapi karena mereka membangun basis di wilayah dekat Perbatasan Kekaisaran Kharza sedangkan Kerajaan Draeruz mempunyai perjanjian kepada Kekaisaran Kharza jika Raja Joash membawa pasukan ke dekat perbatasan maka itu sama saja akan dianggap Deklarasi Perang, maka dari itu Raja Joash hanya bisa diam saja.
"Tapi yang lebih mengejutkan lagi adalah bagaimana Nona Luzia dari keluarga Claudia memperlakukan para tawanan perangnya.... "
"Apa yang dia lakukan, Yaffi?"
"Banyak dari mereka dieksekusi dengan cara disula lalu dipajang di seluruh wilayah sampai-sampai katanya jika anda berkunjung pada waktu itu, yang hanya lihat adalah para mayat yang berjejeran di pajang dan beberapa sisanya dijual menjadi budak." Tampak Yaffi yang mengucapkan itu sedikit merinding.
"Ini menarik, jadi karena itu dia sampai-sampai dijuluki seorang vampir penghisap darah yang kejam!" sebaliknya Raja Joash yang mendengar itu malah sangat antusias.
Ayah Luzia sendiri dikenal dengan reputasinya yang sangat lemah lembut dan baik, bahkan ada rumor jika bahkan dia tak tega membunuh seekor serangga yang berada di depannya. Tak jarang orang lain yang melihatnya sebagai orang yang lemah karena terlalu pasifisnya dia, ketika mendengar tentang bagaimana cara anaknya mengeksekusi para tawanan itu benar-benar sangat sulit dipercaya.
"Lalu bagaimana kita menanggapinya, Yang Mulia?" tanya Yaffi dengan sopan kepada Sang Raja.
"Akan benar-benar sia-sia jika tidak mengajaknya ke faksi kita tetapi akan tidak sopan juga jika kita langsung mengajaknya secara tiba-tiba sedangkan sebelumnya kita bahkan tidak memperdulikan mereka."
"Aku setuju dengan itu Yang Mulia, jadi sepertinya kita harus sedikit bersabar dulu sambil mencari sebuah alasan yang bagus untuk mengundangnya."
"Yah, aku justru lebih penasaran bagaimana reaksi para Parlemen ketika mendengar tentang ini. Aku harap mereka lebih sabar lagi setidaknya sampai aku mati, hahahaha."
Lagi-lagi Yaffi yang melihat kelakuan sang Raja dia hanya bisa menepukan jidatnya, " Tolong, jangan lagi."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sepotong Info dan Fakta
Pasifis adalah pasifisme adalah aliran yang menentang adanya perang, intinya mereka adalah orang yang paling anti sama konflik pertumpahan Darah.
__ADS_1
Penyulaan/ Disula adalah cari di google sendiri soalnya takut ada apa-apa karena bakal sadis banget kalau dideskripsikan disini.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=