
"Para bandit menyerang dari Timur dan Selatan! kuulangi, para bandit menyerang dari Timur dan Selatan! " teriak seorang prajurit yang menunggangi kuda di pusat desa.
Ketika suara peringatan dari salah satu prajurit bergema di seluruh Desa membuat Desa Moose tenggelam dalam kepanikan, karena mereka tak menyangka para bandit akan menyerang desa dua kali dalam sehari, tidak seperti sebelum-sebelumnya.
Penuh dalam kepanikan para warga banyak yang keluar dari rumah mereka dan berlari ke tempat evakuasi yang sebelumnya sudah dipersiapkan sebelumnya.
Sedangkan para Ksatria yang mendengar itu langsung mengambil senjatanya dan segera melindungi para warga yang sedang berusaha untuk mengevakuasi diri mereka sendiri.
Terlihat para Ksatria walaupun tidak ada ketua mereka tapi masih bisa bertindak secara kompak tanpa kesalahan yang tidak perlu, semua itu karena Luke berpikir di saat dia tidak ada di sisi para anak buahnya dia tidak ingin para Ksatria menjadi kacau karena putusnya rantai komando di pasukannya, maka dari itu ia memilih Luze Archis yang juga adiknya sebagai wakilnya, jadi ketika Luke tidak ada Luze dapat menggantikannya.
Luze awalnya berpikir untuk segera memecah pasukannya menjadi dua tapi yang dia lihat para bandit terlihat hanya menyerang dari selatan, berbeda seperti apa yang dia dengar sebelumnya jika bandit juga menyerang dari Timur.
Maka dari itu karena dia tidak melihat para bandit yang menyerang dari Timur dia dengan segera memerintahkan pasukannya untuk memprioritaskan melindungi para warga terlebih dahulu dari serangan bandit yang berasal dari selatan, dan setelah itu baru memecah pasukannya.
"Kuatkan formasi kalian, jangan biarkan mereka mencapai Pusat Evakuasi! "
"Yes Sir!" teriak para Ksatria yang merespon perintah Luze.
Para Ksatria yang diberikan perintah pun langsung membuah sebuah formasi berbaris dengan tujuan untuk bertahan dari gempuran serangan para bandit.
Mereka berbaris dengan memposisikan perisai panjang mereka secara berdempetan satu sama lainnya, seolah formasi mereka terlihat seperti sebuah benteng yang solid dan tidak bisa ditembus.
Para bandit yang tanpa memperdulikan formasi Ksatria berusaha menabrakkan diri mereka ke arah perisai para Ksatria, dengan sekuat tenaga para bandit berusaha mencari celah untuk masuk ke dalam barisan para Ksatria dengan tujuan untuk memecah formasi Ksatria dan bahkan beberapa dari mereka juga mencoba memanjat ke atas perisai Ksatria.
Dengan disiplin para Ksatria tetap mempertahankan formasi dari gempuran dan gempuran para bandit, pada dasarnya mereka dalam pertama latihan sudah diberikan doktrin militer untuk kompak dalam bertahan dalam serangan apapun tidak peduli nyawa taruhannya.
Terlihat para Ksatria dengan tanpa ampun dan pilih-pilih mencoba menusuk para bandit dengan pedang panjangnya dari sela-sela perisai mereka.
"Tetaplah solid para Ksatria dan mulailah maju secara berlahan!"
"Hoho ha! hoho ha! hoho ha!"
Setelah mendengar perintah perubahan taktik dari Luze, para Ksatria langsung mencoba untuk maju secara berlahan tanpa memecah formasi mereka sendiri. Mereka juga tidak lupa untuk meneriakkan sesuatu disaat berjalan maju dengan tujuan untuk mempertahankan moral atau mentalitas mereka sendiri.
Para bandit memang menggunakan taktik situasi kejutan untuk mengalahkan para Ksatria, namun tetap saja para Ksatria masih bisa berada di atas angin karena hebat dan solidnya formasi pertahanan mereka.
Dengan sekuat tenaga para Ksatria berbaris menahan para bandit yang terus menerus menerjang mereka dari gerbang Desa selatan, sampai-sampai banyak dari para bandit terlihat putus asa dan segera mundur dari pertarungan.
"Lihat mereka lagi-lagi menyerang kita tapi akhirnya mereka mundur kembali!" teriak salah satu Ksatria yang bertempur.
__ADS_1
Ketika Luze menyadari para bandit mulai mundur dari pertarungan dia segera memberikan perintah pada pasukannya untuk mengejar mereka sebelum para bandit memasuki hutan karena dia sudah muak dengan serangan para bandit tiada hentinya, tapi itu semua itu akhirnya sia-sia karena armor tebal yang mereka pakai memperlambat mobilitas mereka sendiri.
"Tuan Luze di mana kau!?"
"Kakek Wiz!? kenapa kau di sini, seharusnya kau berada di Pusat evakuasi."
"Aku ingin memberi tahumu jika kakak mu sedang menahan para bandit di gerbang timur Desa"
"Apa!? aku kira ada kesalahan informasi jika para bandit juga menyerang dari timur karena mereka tidak segera terlihat, ternyata itu karena ada kakak ku yang menahan mereka. Bodohnya aku."
"Dan.... "
"Dan apa?"
"Mereka para bandit telah membunuh istriku, dan mayatnya masih di sana, jadi tolong setidaknya selamatkanlah mayat istriku" ucap kakek Wiz yang menangis dengan terisak-isak.
"Sialan! aku bersumpah akan menghabisi mereka, tidak perlu khawatir kek aku akan mengambil mayat istrimu secara utuh"
"Terimakasih.... "
"Kalian dengar itu, nak!? ayo kita habisi para bandit yang berada di timur! "
"Hoozah! " teriak para Ksatria untuk meningkatkan moral mereka.
Mereka berlari secepat mungkin walaupun armor tebal mereka benar-benar memperlambatnya, bahkan ada beberapa dari mereka jatuh saat berlari tetapi tidak peduli apa yang terjadi mereka akhirnya bangkit lagi.
Ketika mereka sudah sampai tujuan mereka benar-benar terkejut bahkan Luze juga tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena yang mereka lihat adalah banyaknya mayat musuh yang tergeletak di dekat Gerbang.
Bukan hanya mayat musuh, tapi mereka juga melihat Ketua mereka yaitu Luke sedang berdiri di depan pintu masuk gerbang desa dengan terengah-engah dan darah di sekujur tubuhnya.
Terlihat juga para pasukan bandit yang di luar mulai berhamburan masuk ke hutan karena mereka berpikir, jika mengalahkan satu orang saja kesusahan bagaimana bisa mereka melawan bala bantuan musuh.
Luze benar-benar membeku karena melihat situasi yang belum pernah ia lihat sebelumnya, karena bagaimana mungkin hanya seseorang saja bisa mencegat musuh yang lebih banyak darinya untuk masuk ke dalam Desa dari gerbang.
Meskipun begitu akhirnya Luze sadar dan segera memberanikan dirinya berlari ke arah kakaknya, Luze setelah sampai di belakang kakaknya dia langsung menepuk pundak kakaknya.
"Kenapa kalian lama sekali?" ucap Luke dengan terengah-engah.
Karena entah karena tubuhnya sudah sangat kelelahan atau penuh dengan luka Luke akhirnya kehilangan kesadarannya setelah bertanya kepada Luze, tapi Luze dengan sigap memegang kakaknya agar tidak jatuh ke tanah.
Dua jam setelah penyerangan, semua penghuni Desa dari para Prajurit dan para warga bergotong-royong untuk membersihkan kekacauan di Desa, contohnya banyak dari mereka memindahkan semua mayat untuk di bakar karena jika hanya di biarkan saja yang ada hanyalah menyebabkan penyakit baru muncul dan karena mengubur banyak mayat akan memakan banyak banyak ruang dan waktu akhirnya mereka memutuskan untuk membakarnya.
__ADS_1
Tentu saja berbeda dari mayat bandit, para mayat korban penghuni Desa yang salah satunya adalah mayat nenek Cate dikubur di pinggiran Desa, karena para penghuni Desa benar-benar tidak menyangka serangan akan terjadi akibatnya setidaknya sepuluh warga Desa termasuk nenek Cate menjadi korban tewas.
Bahkan setelah pertempuran selesai Luze tidak punya waktu untuk beristirahat, dia membantu para warga menggali kuburan untuk para korban tewas karena dia sendiri tidak tega melihat kakek Wiz menggali kuburan untuk istrinya, jadinya dia menyuruhnya untuk segera keluar dari lubang kuburan istrinya.
Sedangkan Luke sekarang berada di ruang perawatan karena masih tidak sadarkan diri setelah pertempuran yang luar biasa, bahkan terlihat tubuhnya penuh dengan perban yang menutupi tubuhnya.
Di sisi lainya terlihat seorang prajurit memasuki Desa dari gerbang utama Desa dengan menunggangi kudanya, prajurit itu bentukannya terlihat lebih tegas dan kaku dari prajurit yang berada di Desa. Beberapa warga desa yang melihatnya langsung sadar jika dia bukan prajurit dari desa yang melindunginya, karena wajahnya yang sangat asing.
"Aku adalah pembawa pesan dari Kastil Claudia dan atas perintah Viscountess Luzia von Claudia aku membawakan sebuah perintah darinya untuk kalian, jadi di mana orang yang bertanggung jawab di sini?" dengan lantang prajurit itu berteriak kepada para warga yang sedang berkumpul.
"Aku adalah kepala desa di sini tapi kurasa itu sebuah pesan yang sangat penting jadi sebaiknya aku harus memanggil tuan Luze terlebih dahulu" terlihat dari kerumunan warga seorang dengan perawakan tua berbicara kepada prajurit itu.
"Tidak perlu repot-repot kepala Desa, karena ada salah satu anak buah ku memberitahuku jika salah satu Ksatria Kastil datang kesini, dan di sinilah aku. Jadi, apa yang ingin kau beri tahu tuan pembawa pesan?" lagi-lagi dari kerumunan, Luze menampakkan dirinya walau pakainya penuh dengan tanah karena dia baru saja menggali kuburan untuk para korban tewas.
Prajurit itu setelah mengetahui para orang yang bertanggung menampakkan diri kepadanya, dia langsung mengambil sebuah gulungan kertas dari tas nya dan langsung membuka gulungan kertas itu, tanpa basa-basi prajurit itu langsung membacakan isi gulungan kertas tersebut.
"Aku Viscountess Luzia von Claudia yang juga sekarang menjadi penguasa wilayah ini dikarenakan hilangnya Sang Viscount, memberikan sebuah mandat atau perintah kepada para penghuni Desa Moose dan Desa Altunie untuk segera mundur dan mengevakuasi diri kalian ke Kota Kecil Carran malam ini, tidak peduli kau warga Desa atau Ksatria. Jika ada warga desa atau Ksatria yang tidak memenuhi perintah ini, dia akan dianggap musuh" dengan lantang prajurit itu membacakan perintah dari Luzia ke warga Desa dan Para Ksatria.
Prajurit pembawa pesan itu langsung menutup dan gulungan kertas itu kembali seperti semula dan tak hanya itu, ia juga langsung membakar kertas itu dengan tujuan kertas itu tak jatuh ke tangan musuh. Di sisi lain warga yang mendengar itu langsung benar-benar terkejut karenanya.
"Hey tidak kah kau tau betapa susahnya kita mempertahankan Desa ini dari para bandit itu, lalu sekarang kau ingin kita pergi dari sini secara sukarela, huh!?" ucap Luze prajurit itu dengan tatapan tajam.
"Ini bukan keinginan ku tapi ini perintah dari Viscountess jadi kita harus mengikutinya." ucap prajurit itu tanpa terpengaruh dengan tatapan Luze.
"Tuan pembawa pesan, aku sebagai kepala Desa sebelumnya memang mendapatkan perintah untuk pergi ke pusat kota untuk bermusyawarah, tetapi aku tidak tahu jika semua warga ku juga harus ikut"
"Rencana di ubah dan aku juga tidak tau untuk apa, jadi sekarang sebaiknya kalian mulai mempersiapkan diri karena aku sendiri juga harus kembali ke Kastil Claudia." setelah menjawab pertanyaan kepala desa, prajurit itu langsung bergegas pergi dengan kudanya.
"Hey" teriak Luze yang juga berusaha mengejar prajurit itu namun dia dihentikan oleh kepala desa.
"Tenanglah tuan Luze yang harus kita lakukan hanyalah mengikuti perintah Sang Viscountess"
"Tapi.... "
"Kalian dengar itu!? segera persiapkan diri kalian karena kita akan berangkat segera malam ini, dan jangan lupa beritahu warga yang tidak ada di sini"
"Baiklah kepala Desa." ucap para warga desa yang kompak.
Akhirnya mereka pun dengan terburu-buru mengambil barang-barang yang menurutnya berharga, dan bersiap-siap untuk mengevakuasi diri mereka ke Pusat Kota.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Doktrin Militer: prinsip-prinsip mendasar dari kekuatan militer atau elemen- elemennya yang memandu tindakan dalam mendukung kepentingan nasional. Doktrin militer bersifat otoriter namun berdasarkan penilaian dalam penggunaannya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=