Luzia Senki: Catatan Perang Luzia

Luzia Senki: Catatan Perang Luzia
{1-6} Persiapan.


__ADS_3

"Yang Mulia tolong harap bangun, bukankah hari ini anda mempunyai acara penting?" ucap Clotte dengan suara lembutnya yang membuatku langsung terbangun dari tidurku.


"Eh, apa? "


"Apa yang Yang Mulia ucapkan? anda mempunyai jadwal untuk pergi ke Pusat Kota hari ini, apa sudah lupa?"


"Ah, iya maaf dan terimakasih Clotte."


"Duh, padahal sudah kubilang anda ini seorang Bangsawan jadi tidak seharusnya selalu minta maaf kepada ku."


"Ah, oke.... "


Sepertinya sudah hampir seminggu sejak aku meninggal karena kecelakaan dan terjebak di dunia aneh ini tapi tetap saja aku masih kesulitan untuk beradaptasi pada dunia ini, apalagi harus bersikap seperti bangsawan yang padahal aku sendiri dibesarkan seperti perempuan biasa.


Sial, aku masih ngantuk. Sepertinya aku terlalu bekerja keras tadi malam sampai lupa waktu, tapi itu yang memang harus kulakukan karena waktu kita juga tidak terlalu banyak karena kita tidak bisa selalu hanya mengandalkan taktik bertahan terus menerus.


Jadi, mau gak mau aku harus membuat strategi yang nantinya akan kutunjukkan kepada para Ketua Desa dan Kota ditambah para petinggi Ksatria Pelindung Viscount.


Terlebih lagi karena jika kedua Desa yang menjadi langganan serangan bandit hanya selalu bertahan terus menerus, maka dalam waktu cepat atau lambat korban akan terus bertambah dan juga kita juga tidak boleh lupa dengan moral para Ksatria yang akan semakin hancur seiring berjalannya waktu.


Maka dari itu kemarin aku langsung memerintah seseorang dari Ksatria di sini untuk menyampaikan perintah mundur dari Desa dengan tujuan untuk meminimalisir korban dan memikirkan apa yang harus dilakukan kedepannya.


"Yang Mulia kenapa anda malah bengong di kasur? kita akan terlambat jika terus seperti ini."


"Ya ya Clotte, aku cuma ingin mengumpulkan nyawaku terlebih dahulu" ucap ku yang juga sambil berusaha bangkit dari posisi tidur dan berusaha untuk duduk.


"Baiklah, aku akan memilih pakaian anda sebelum berangkat sembari menunggu nyawa anda terkumpul walaupun aku tidak mengerti maksud anda"

__ADS_1


Setelah dia akhirnya membiarkan ku sejenak tiba-tiba dia langsung membuka lemari ku dengan kencang dan mengambil beberapa pakaian ku dengan sangat gesit, aku benar-benar tidak terlalu tahu kenapa dia selalu sangat semangat jika mendadaniku, apa dia benar-benar sebegitu inginya mendadaniku?


"Umm Clotte, bukankah kita sudah terlambat? jadi mungkin kita tidak usah terlalu memikirkan penampilan"


"Ti-dak bo-leh, karena anda akan bertemu banyak orang maka penampilan anda itu juga penting dan mereka masih bisa menunggu walaupun anda terlambat."


Tiba-tiba Clotte berjalan dari lemari menuju ke arahku, dia dengan tatapan semangat langsung menangkapku dan melepaskan pakaianku. Aku tidak tau apakah dia memang suka mendadaniku atau mencoba membalaskan dendam terhadap Luzia yang asli.


Dan ya, aku pernah lihat di film-film sejarah tentang para bangsawan yang di mana mereka menggunakan kain yang diiikat di perutnya untuk membuat para wanita bangsawan menjadi terlihat lebih langsing, hanya dengan melihatnya saja aku sudah tidak kuat.


"Argh, bisakah kau pelan-pelan!?"


"Maaf Yang Mulia ini demi kecantikan."


"Aku tidak peduli dengan it- argh!"


Setelah perjuangan yang sulit untuk mencapai kecantikan akhirnya selesai juga dan ya jika kuamati lebih lagi dari cermin di kamarku, penampilan ku benar-benar terlihat lebih elegan dari sebelumnya.


Aku memakai sebuah gaun dengan beberapa motif bunga di beberapa bagian yang dipilih oleh Clotte dan sepertinya dia benar-benar tau tentang fashion karena pilihannya emang bagus, walaupun aku masih belum terbiasa dengan bagian punggung ku yang sangat terbuka karena ini benar-benar membuat ku kedinginan.


Clotte mengajak ku untuk duduk di kursi depan kaca dan dia mulai me-make up wajahku seperti bibir dan yang lainnya, untuk gaya rambut dia memperbolehkan ku untuk memilih sendiri dan karena aku di semasa hidupku lebih nyaman dengan gaya rambut side tail jadi aku memilihnya, karena gaya rambut itu masih terlihat ada kesan bangsawannya, jadi Clotte tidak terlalu curiga dengan itu.


"Yang Mulia, aku Erliz ingin melaporkan tugas yang sebelumnya anda perintahkan."ucap seseorang di balik pintu sembari juga mengetuk pintu.


"Ehem, masuklah."


Pucuk dicinta ulampun tiba. Akhirnya di waktu yang sangat tepat ketika aku sudah selesai dandan, seseorang yang sebelumnya kuutus sudah sampai dan bersiap melaporkan hasilnya padaku.

__ADS_1


Terlihat seseorang dengan wajah yang berkharisma dan rambut pirangnya masuk ke kamarku, dia seseorang yang sangat kompeten diorganisasi Ksatria tetapi dibalik itu ada hal yang sangat merepotkan di dalam dirinya, yaitu adalah dia adalah orang yang sangat Overprotective terhadap diriku seolah-olah dia bersikap seperti kakakku.


Aku bertemu denganya ketika kemarin aku sedang berkeliling di area kastil yang di saat itu dia sedang berlatih dengan Ksatria yang lain, nama dia adalah Erliz.


Saking Overprotectivenya dia terkadang selalu mengikutiku kemanapun aku pergi, daripada kau menyebutnya sebagai bukti kesetiaan kau akan melihatnya sebagai seseorang mes*m. Bahkan ketika aku menegurnya dia malah terlihat sangat sedih.


"Jika kau punya sesuatu untuk dilaporkan maka segeralah! "


"Siap, atas permintaan anda tentang memberi perintah untuk warga Desa Moose dan Altunie untuk segera mundur ke Pusat Kota dengan segera, saya sudah menyelesaikannya dan sepertinya para warga desa sudah sampai ke pusat pagi ini setelah perjalanan yang melelahkan semalaman."


"Bagus laporan diterima, apa ada yang lain?"


"Sebenarnya masih ada Yang Mulia, ketika aku datang ke Desa Moose sepertinya mereka baru saja mendapat serangan dari kedua arah dan aku mendapatkan informasi dari penduduk Desa jika mereka di serang dua kali dalam sehari yang padahal sebelumnya mereka mempunyai pola serangan dua kali sehari, membuat mereka tidak menyangkanya"


"Hmmm baiklah, sekarang kau boleh pergi."


"Dimengerti Yang Mulia" ucap Erliz sembari membukukan tubuhnya dan setelah itu dia pergi keluar dari kamar ku.


Syukurlah setidaknya disaat seperti ini dia sadar untuk berkerja lebih serius dan tidak melakukan hal yang konyol lagi.


Para bandit sebelumnya mempunyai pola serangan dua kali sehari tetapi mereka tiba-tiba tidak peduli lagi dengan menyerang dengan berpola atau justru itu memang tujuan mereka agar mendapatkan situasi kejut pada musuh.


Jika memang begitu, secerdik itukah para bandit yang bahkan bisa mengorganisir dua serangan dari dua arah yang padahal notabenenya mereka adalah hanya bandit yang ikatannya tidak kuat satu sama lain, jadi bagaimana mereka bisa sekompak itu?


entah mengapa ini membuatku mempunyai perasaan yang tidak enak.


"Duh, sepertinya anda sangat suka bengong. Karena penampilan anda sudah siap, kita harus berangkat sekarang Yang Mulia." ucap Clotte dengan wajah cemberutnnya

__ADS_1


"Ah maaf, kau benar."


__ADS_2