M Y Y O U T H

M Y Y O U T H
Gitu aja nih.


__ADS_3

"Bentar banget," sambut Nadin yang sudah berada di parkiran, duduk di atas motor sambil memainkan ponselnya.


Setelah momen canggung tadi, Nei mengirim pesan pada Nadin agar bersiap kembali pulang.


Nadin yang lagi di kios jajanpun langsung bergegas menghabiskan jajannya dan berjalan ke parkiran.


"Gimana? Diem-diem bae," lanjut Nadin bersemangat, kan dia udah nunggu ya, Jadi tinggal hasilnya aja.


"Besok aja, abis kelas," ucap Nei dengan ekspresi sedikit murung.


"Besok gimana? Udah penasaran nih aku, ya kali besok," pinta Nadin memelas.


"Udah ah, minggir," Nei menepuk lengan Nadin agar duduk di belakang.


"Ayolah..." Nadin merengek.


"Udah lama nih, kita sama-sama nggak ada kisah romantis nih," lanjutnya.


Walaupun melihat wajah Nei yang enggan cerita namun Nadin tak akan menundanya.


"Nginep di rumahku deh," tawar Nadin lagi.


Dengan cepat Nei menggelengkan kepalanya.


"Aku sediain makanan buanyak," tak mau menyerah.


Nei terlihat berpikir sebentar,"Nggak ah," jawabnya kemudian.


"Besok aku anter jemput ke kampus," bujuk Nadin dengan nada pasrah. Sebenarnya ia malas harus bolak-balik, besok juga ia ada kelas, tapi kan tetap penasaran.


Apalagi si Arsyad yang seangkatan itu, kadang diam-diam menghanyutkan. Kadang-kadang aja.


Dari Senior High School, Nadin selalu menjadi pendengar yang sangat antusias kalau ada yang mendekati sahabatnya itu. Apalagi Arsyad, kelihatannya aja alim, tapi emang alim sih. Tapi agak nyeleneh aja.

__ADS_1


"Oke, setuju," Nei langsung menjabat tangan Nadin dengan semangat. Kapan lagi dia diantar sahabatnya ini.


Karena biasanya dia yang mengantar. Rumah mereka searah dan rumah Nei itu melewati rumah Nadin.


"Ih, maunya ya..." kata Nadin mencibir.


"Ya udahlah, nggak usah aja," Nei memutar matanya malas.


"Nggak, nggak, nggak bisa. Udah sepakat," kata Nadin tegas.


"Minggir, munduran," suruh Nei lagi.


Mereka berbicara dengan Nei berdiri di samping Nadin yang duduk di motor bagian depan.


"Aku aja, lagi galau, bahaya kalau nyetir," canda Nadin pada Nei yang mengernyitkan dahinya.


"Ih apaan, galau?" Nei menyilangkan kedua tangannya di depan.


"Nggak kenal tuh," lanjutnya.


Mereka berdua mengeluarkan motor dari parkiran yang masih super padat dengan bantuan pak parkir yang berjaga di sana. Langsung menuju rumah Nadin.


Sepanjang perjalanan Nei hanya melamun tanpa menghiraukan review Nadin ketika mencoba jajan di kios-kios sembari menunggu Nei.


"Turun weh," suruh Nadin pada Nei yang hanya duduk manis di belakangnya. Padahal mereka sudah sampai di depan gerbang rumah.


"Eh," Nei mengedipkan mata nya pelan dan turun dari motor. Membukakan gerbang rumah Nadin yang terkunci.


"Kok sepi Nad?" ucap Nei setelah masuk dan bediri di ruang tamu.


Biasanya kalau dia datang pasti terdengar suara tv dari ruang keluarga, ada mama Nei yang menonton drama dengan volume yang agak keras.


"Ayah mama lagi bantu-bantu di rumah budhe mau ada acara apa gitu," jawab Nadin sambil berjalan melewati Nei yang hanya diam ditempat.

__ADS_1


Nei berjalan mengikuti Nadin menuju ke kamarnya. Walaupun sudah sering main ke rumah tapi Nei selalu menunggu Nadin ke kamarnya terlebih dahulu.


"Ih, pantesan aku diajak nginep, nggak ada orang ternyata," sahut Nei sambil memasuki kamar Nadin yang terlihat rapi dengan dinding berwarna putih dan beberapa tempelan di bagian dinding tertentu.


Nadin hanya menanggapi ucapan Nei dengan tertawa kecil.


"Kalau nggak mau minta cerita juga, Aku pasti diajak nginep juga," kelu Nei menambahkan.


"Ya gimanakan Nei, namanya juga mbujuk kamu, kan harus effort," jawab Nadin.


Mereka meletakkan barang-barang di tempatnya. Dengan Nadin yang mengambilkan baju tidur untuk keduanya.


"Effort? Effort apa sih?" tanya Nei meledek.


Pertama kali Nei menginap di rumah Nadin ia membawa banyak pakaian tidur untuk baju ganti dan meninggalkan nya di rumah Nadin. Jadi ya kalau nginep itu bajunya itu-itu aja. Kadang juga memakai baju tidur Nadin.


"Nih, ganti sono duluan," Nadin melemparkan piama tepat di perut Nei yang sedang terlentang di atas kasur.


"Gak ah, kamu dulu aja," ucap Nei tanpa mengubah posisi.


Nadin hanya melihat Nei sambil menghembuskan nafas pasrah.


"Nggak cerita lo aku ya..." Nei dengan wajah usilnya menggoda Nadin yang sedang berdiri tepat di hadapannya.


"Neiii..." teriak Nadin kesal melihat Nei dengan wajah sok tak bersalahnya.


"Terserah kamu aja sih," kata Nei melanjutkan. Melipat tangannya di depan sambil menaikkan kedua bahunya.


Nadin menyipitkan matanya melihat tingkah Nei yang aneh.


"Kok ngeselin sih, tadi galau, sekarang ngeselin," sambil menggerutu Nadin berjalan keluar kamar menuju kamar mandi yang terletak tidak jauh dari kamarnya.


Nei hanya tertawa kecil di kamar sendiri

__ADS_1


...


To be continued


__ADS_2