M Y Y O U T H

M Y Y O U T H
Say "Hai,".


__ADS_3

"Nei, tadi siapa ya? Kok mukanya kayak kenal gitu," tanya Nadin ketika mereka sudah sampai kelas dan duduk di bangku menunggu jam istirahat selesai.


"Mmm nggak tau," Nei menjawab dengan ragu. Jika mengingat kejadian tadi ia malu sendiri, kan kesannya seperti Nei yang sengaja menatapnya lebih dulu.


"Siapa ya, kayak kenal gitu," Nadin yang sebelumnya menghadap samping melihat Nei sekarang mengubah posisinya menghadap depan.


"Eh, ustadzah biologi masuk nggak?" tanya Nadin random pada salah satu teman kelasnya.


"Ya nggak tau lah, kenapa emang?" jawab salah satu dari mereka yang sedang mengobrol dengan yang lain.


"Masuk, tadi aku lihat beliau di ruang guru," ketua kelas mereka yang baru masuk ruangan menjawab.


"Yey! Semangat banget," ucap Nadin terdengar teman sekelasnya.


Setelah itu ia bersandar malas di kursinya.


"Males ah," keluh Nadin.


Nei yang melihat tingkah laku Nadin hanya tertawa kecil kemudian mengeluarkan buku biologi dan menatanya di meja.


Sambil menyandarkan punggungnya di kursi, Nei membuka buku paket dan membacanya dalam diam.


"Bacanya yang keras dong Nei," pinta Nadin dengan memejamkan kedua matanya.


"Hm," Nei hanya berdeham kemudian melanjutkan membaca dengan diam tanpa suara.


Nadin yang menutup mata hanya menghembuskan nafasnya sabar.


"Temen-temen maaf kalau mengganggu kegiatan kalian sebentar," Ketua kelas mereka sedang berdiri di depan papan tulis.


Semua murid yang sedang mengobrol, menulis, menggambar, merangkum, dan yang makanpun langsung menghentikan kegiatan dan memfokuskan diri untuk mendengarkan termasuk Nei dan Nadin.


Kelas mereka memang penurut.


"Nggak ganggu kok kak," ucap Nadin dengan suara manja yang membuat sebagian teman kelasnya tertawa termasuk ketua kelas.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh, " salam ketua kelas mereka, Mila.


Seluruh anggota kelas kompak menjawab salam.


"Aku tadi dari ruang guru dan ada pengumuman dari wali kelas, tiga hari lagi akan ada bazaar club dan ekstrakulikuler untuk kelas sepuluh, trus tadi ada titipan dari kakak kelas OSIS, katanya jangan lupa mampir ke stan mereka," ucap Mila sembari melihat beragam tanggapan ekspresi dari teman-temannya.


"Udah gitu aja, ada pertanyaan?" tutup Mila yang masih berdiri di depan menghadap teman-temannya.


"Berarti hari Sabtu ya Nei," tanya Nadin menghadap Nei.


"Iya Nadin...," ucap Nei menanggapi.


Salah satu dari mereka mengangkat tangan.


"Iya, silahkan," ucap Mila mempersilahkan.

__ADS_1


"Tetep pakai seragam?" tanyanya.


"Iya, pakai seragam, Kan nanti kita akan tetep pelajaran seperti biasa, istirahat, masuk jam pelajaran ke tiga trus di jam pelajaran selanjutnya bazaar di lapangan mungkin ya, trus lanjut istirahat kedua," terang Mila.


"Mungkin? emang nggak di kasih tau?" tanya salah satu dari mereka dengan agak sinis.


" Ya kan Mila manusia bukan Tuhan," sahut yang lainnya


dengan tegas.


"Kok sewot sih," balasnya dengan nada tanya yang agak tinggi.


"Udah, udah kok ribut sih, kita sebagai teman kelas kan satu tim jadi harus saling menghargai dong," ucap Nadin yang berdiri dari kursinya.


Nei yang melihat Nadin berdiripun langsung menarik pelan tangannya untuk mengahadap dia.


"Nad, kamu ngapain?" tanya Nei tanpa suara diikuti gerakan duduk Nadin.


"Eh eh maaf teman-teman, ac-nya suhunya kurang rendah nih, kerasa panas jadinya," ucap Nadin mengalihkan pembicaraan.


"Mohon di lanjut Bu ketua," lanjut Nadin sambil melihat teman-temannya dengan senyum canggung.


Memang kelas mereka agak rusuh jika dalam hal kekompakan karena sering adanya perbedaan pendapat baik dari yang reguler ataupun Ma'had.


Walaupun mereka masih baru masuk sekolah sekitar satu bulan yang lalu.


"Ada pertanyaan lagi?" ucap Mila dengan tersenyum ramah.


"Jadi bazaar nanti selain untuk pengenalan program club dan ekstrakulikuler, kita diwajibkan untuk mendaftar hari itu juga," jelasnya.


"Untuk pengumuman lebih lanjut akan diumumkan oleh wali kelas ketika jam wali kelas hari Jum'at, Terima kasih," melihat sudah waktunya jam istirahat selesai, Mila segera menutup pembicaraan dan kembali ke kursinya.


...


"Nei Nei," panggil Nadin yang berlari kecil di belakang Nei.


Nei berhenti dan menghadap belakang melihat Nadin yabg berdiri di depannya dengan nafas tidak teratur.


"Tadi nyuruh aku jalan duluan, kok kamu kari sih Nad?" tanya Nei.


Setelah jam pelajaran terakhir tadi, Nadin yang ingin mampir ke kamar mandi lebih dulu menyuruh Nei untuk pulang ke Ma'had lebih dulu.


"Bentar-bentar," kata Nadin yang masih ngos-ngosan.


Setelah beberapa menit, mereka berdua mulai jalan menuju Ma'had.


"Tadi waktu di kamar mandi, aku denger ada yang ngomongin orang yang daftar OBA tadi sama kamu," ucap Nadin.


Ketika ia di kamar mandi tadi ia tak sengaja mendengar percakapan dua orang yang masih berias di depan cermin wastafel.


Setelah kamar mandi, Nadin ikut bergabung dalam percakapan sebentar untuk mendapat informasi dan langsung berlari mengejar Nei.

__ADS_1


"Sempat-sempatnya ya kamu Nad," Nei menanggapi dengan mata menyipit.


Nadin hanya tersenyum dan mengangkat kedua alisnya sambil melanjutkan perkataannya.


"Aku belum dapet namanya sih, cuma tau aja ternyata kakak kelas dia tuh, kelas sebelas, anak Ma'had juga sama, apalagi ya tadi," Nadin menunjuk dagunya sambil terlihat berpikir.


"Trus kenapa Nad?" tanya Nei yang belum mengerti arah pembicaraan mereka.


"Kamu suka?" lanjut Nei bertanya.


"Lah kamu gimana sih Nei, kan tadi kamu yang tatap-tatapan, kok aku yang suka sih, aku nyari informasi tuh buat kamu Nei..." ucap Nadin gemas.


"Buat aku?" tanya Nei menghentikan langkahnya diikuti Nadin yang juga berhenti.


"Kok aku sih Nad... Astaghfirullah," ucap Nei lebih gemas pada Nadin.


"Tadi kamu kelihatan kayak gugup dengan hati bergetar gitu loh Nei," tambah Nadin menjelaskan.


"Enggak, nggak, tadi aku tuh cuma malu aja karena ketahuan ngeliatin dia," jawab Nei dengan tegas. Merekapun lanjut berjalan menuju Ma'had.


"Tuh kan kamu aja ngaku ngeliatin dia," sambil menjentikkan jari Nadin berkata.


Nei menghembuskan nafasnya kesal.


"Tapi beneran deh, aku nggak suka, cuma kaget aja," tepis Nei dengan yakin.


"Iya iya aku tutup mulut kok, kan aku nggak mau temenku nanti sidang BK cuma karena kakak kelas ganteng," ucap Nadin dengan usil.


Melihat ubun-ubun Nei yang berasap, Nadin langsung berlari di antara teman-teman nya yang berjalan. Nei yang melihatnya membelalakkan matanya dan segera menyusul Nadin.


"Nadin berhenti nggak," ancam Nei sambil berlari ringan, ia tak kuat.


Ketika mereka masih Junior High School ada beberapa temannya yang reguler ketahuan berjalan berdua ketika tidak di sekolah, kemudian ketika masuk sekolah langsung di sidang BK dan nendapat hukuman. Entah itu menulis ayat Al Qur'an, Membaca tilawah di speaker sekolah, Bersih-bersih sekolah, dan masih banyak lagi.


Intinya kalau ketahuan berhubungan dengan lawan jenis akan di panggil BK untuk sidang.


Nadin yang sudah berlari jauh darinya pun terlihat berhenti, Nei segera berjalan cepat dengan melewati teman-teman yang lain.


"Maaf kak, saya nggak sengaja," ucap Nadin merasa bersalah karena tak sengaja menyenggol bahu kakak kelasnya itu.


"Ngapain sih kamu lari-lari, kurang kerjaan aja," bentak kakak kelas yang ada di depan Nadin bersama dua temannya.


"Maafin temen saya ya kak, dia nggak sengaja dan udah minta maaf, permisi dulu," ucap Nei dengan pada kakak kelasnya dan langsung merangkul bahu Nadin berjalan beriringan.


"Jangan noleh kebelakang," Nei memperingatkan ketika ia meresa Nadin akan menoleh ke belakang.


Nadin hanya cemberut dan menunduk sambil berjalan menyamakan langkahnya dengan Nei.


"Siapa sih itu, adek kelas belagu banget," ucap sinis kakak kelas tadi sambil menyorot ke Nei yang berjalan jauh di depannya.


...

__ADS_1


To be continued


__ADS_2