
Sudah dua hari yang lalu Farhana merasakan badannya kurang sehat,tetapi dia memaksakan dirinya untuk ikut mempersiapkan pesanan oma Retno,dan hari ini dia bangun pagi-pagi sekali,untuk membuat kue tart tingkat tiga,dan juga aneka kue tradisional
Dengan di bantu karyawannya,Farhana mulai menyiapkan adonan dan memilah daun pisang untuk membungkus,karena badannya kurang sehat,sesekali Farhana menyeka keringat dingin yang keluar dari pelipisnya
"Wen,tolong di selesaikan semuanya ya,kepalaku pusing banget.."ucap Farhana, dia tidak bisa menahan nyeri di kepalanya
"iya gak apa-apa mbak,mbak istirahat aja.."ucap Weni
"iya mbak,muka mbak pucat banget.."imbuh Asti
"mbak udah ke dokter.."
"belum,rencananya nanti habis dari sana.."
"ya udah mbak istirahat aja,ini biar kami yang handle.."
"ya..terima kasih ya Wen.."ucap Farhana,dia pun bangkit dan pergi menuju ruangannya
Jam sembilan pagi,semua pesanan sudah siap,Farhana juga sudah siap dengan setelan tunik floral berwarna cream,serta celana jins dan flat shoes nya,tidak ketinggalan tas selempang untuk meletakan ponsel,lipstick,bedak padat dan tisu,juga kunci toko dan kontak motornya
Abel yang menjemput pun sudah siap di balik kemudinya,begitu Farhana masuk ke dalam mobil,Abel mengerutkan dahi,membuat Farhana tak mengerti
__ADS_1
"kenapa..?"tanyanya
"kamu sakit.."bukannya menjawab pertanyaan Farhana,Abel malah balik bertanya
"masih kelihatan pucat ya,padahal udah pake blush on tebal.."jawab Farhana,dia meraba-raba pipinya
"gak sih,tadi anak-anak bilang,katanya kamu udah beberapa hari sakit.."ucap Abel,dia mulai menjalankan mobilnya
"kamu gak ke dokter.."imbuhnya
"nanti habis dari ulang tahun oma.."ucap Fatma dengan tangan sibuk memakai seatbelt
"ya udah,nanti aku antar ya.."
Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit,akhirnya mereka sampai di rumah oma Retno yang sudah ramai dengan anak dan menantu,serta cucu-cucunya,saat Farhana mengambil kue tart pesanan oma Retno,Dhanu datang dengan adik sepupunya untuk membantu membawakannya
"biar aku yang bawa.."ucap Dhanu,mengambil alih kue tart dari tangan Farhana
"Kevin,kamu bawa kue itu ya.."perintah Dhanu kepada adik sepupunya
"iya A.."
__ADS_1
Karena kue tart dan kue tradisionalnya sudah di bawa Dhanu dan adik sepupunya,akhirnya Farhana membawa kadonya sendiri yang akan di berikan kepada oma Retno.Dengan jalan beriringan Farhana dan Abel masuk ke dalam rumah menghampiri oma Retno yang sedang duduk di kursi roda
"assalamu'alaikum oma,selamat ulang tahun,semoga panjang umur,sehat selalu,cepet sehat ya oma..."ucap Farhana,dia bersimpuh dan kemudian memeluknya dengan lembut
"terima kasih sayang.."ucap oma Retno membalas pelukan Farhana
"badanmu panas,kamu sakit.."ucap oma Retno,setelah melepaskan pelukannya
"gak oma,kena matahari tadi di luar.."ucap Farhana beralasan
"o...terima kasih ya sudah mau ke sini.."ucap oma Retno mengelus pipi Farhana
"sama-sama oma,oma cepat sembuh ya.."
Tepat jam sepuluh pagi,acara ulang tahun di mulai,dengan mengucap basmalah seorang ustadz memulai acaranya,kemudian di lanjut dengan bacaan al-qur'an dari salah satu anak panti yang hadir
Acara terus berjalan dengan meriah,semuanya tersenyum bahagia,tak terkecuali anak-anak panti,semua berbaur tanpa memandang status dan kedudukan,mereka saling mengobrol dan bercanda,bahkan acara ulang tahun ini menjadi ajang kumpul keluarga anak,menantu dan cucu-cucu oma Retno,karena anak dan menantu oma Retno tidak semua tinggal di ibu kota
Farhana yang merasa badannya semakin drop,memilih duduk di pojok ruangan,kepalanya terasa semakin pusing dan badannya semakin lemas,Dhanu yang melihat Farhana duduk menyendiri,akhirnya menghampiri,semenjak kedatangan Farhana,dia tidak pernah lepas memperhatikannya
Dhanu tahu,Farhana sedang tidak baik-baik saja,beberapa kali dia memergoki Farhana yang memijat kepalanya,dan terkadang Farhana memeluk dirinya sendiri seperti sedang menahan rasa dingin di tubuhnya
__ADS_1
Belum sempat dia mencapai Farhana,dia melihat Farhana lunglai di kursinya,dengan cepat Dhanu meraih tubuhnya,supaya tidak jatuh ke lantai