Ma'Afkan Aku

Ma'Afkan Aku
USG


__ADS_3

"hamil gak hamil perutnya sama ga ada bedanya,sama-sama bulet.."ucap si bapak,yang langsung mendapatkan pelototan dan cubitan di pinggangnya


"aaww...sakit ma.."teriaknya


"enak aja,perut mama di bilang bulet.."ucap si mbak tidak terima dengan tuduhan suaminya


"namanya hamil pertama dek,belum berpengalaman.."ucap si mbak,menjawab pertanyaan perempuan di depannya dengan ramah


"aku dulu,telat dua hari aja udah di suruh di test mbak,suami udah gak sabaran.."curhat perempuan yang duduk di depan mereka


"lagian mau nunggu apa lagi,kalau telat ya di test.."


"telat haid bukan berarti hamil Yang,apalagi baru dua hari,kalau telat satu bulan lah,itu baru hamil.."


"bener itu dek,dulu saya juga seperti itu,baru juga telat dua hari di suruh test,ya hasilnya negatif garis satu,eh esok harinya keluar haid.."


"ya kan siapa tahu ma,kita kan perjuangan banget untuk dapet garis dua..."


"kita hampir sepuluh tahun loh dek baru di kasih momongan.."imbuhnya


"sepuluh tahun..? lama banget mbak.."ucap Dhanu ikut menyambung obrolan


"ya Allah,sampai selama itu mbak.."

__ADS_1


"iya dek,makanya begitu telat langsung suruh test.."


"gimana perjuangannya itu mbak,tante saya juga begitu,sampai sekarang belum punya anak,padahal menikahnya waktu saya masih SMA.."


"sedih kalau di ceritain mah dek.."ucap si ibu dengan perasaan sedih


"yang penting sekarang kita bisa melalui ini bersama-sama ma,anak-anak sudah hadir di antara kita.."ucap suaminya,dia mengelus bahu istrinya dengan lembut


"jadikan pengalaman pahit ini untuk cerita ke anak-anak kita nanti.."imbuhnya


Farhana yang mendengar percakapan mereka hanya bisa terdiam,pikirannya kalut dan bingung,apa yang akan di lakukannya nanti dengan adanya kehadiran bayi yang tidak di harapkannya


Bagaimana nanti dengan kehidupannya,dengan ayahnya,dengan kakaknya dan juga masa depannya,apa yang harus dia lakukan?


"giliran kita.."bisik Dhanu di telinga Farhana,tapi lagi-lagi Farhana hanya terdiam.Masuk ke dalam ruang praktek,mereka di sambut hangat oleh sang dokter


"selamat siang mas Dhanu dan mbak Farhana.."ucap sang dokter sembari menyalami Dhanu dan Farhana


"siang dok.."jawab Dhanu tak kalah ramah


"silahkan duduk.."dokter yang bernama Nissa itu mempersilahkan pasiennya duduk di kursi yang telah di sediakan


"ini pemeriksaan untuk pertama kalinya ya.."ucap dokter Nissa mengawali pembicaraan

__ADS_1


"iya dok.."


"oke.."


"mbak Farhana kapan terakhir haid.. ?"


"aku lupa dok.."jawab Farhana dengan lirih


"oke,nanti kita USG biar tahu sudah berapa minggu janin yang ada di kandungan mbak Farhana.."ucap dokter Nissa,kemudian dia mengajak Farhana untuk berbaring di brankar,dengan cekatan suster yang membantunya,mengoleskan gel ke perut Farhana


Melihat dokter Nissa yang sudah siap dengan alat USG nya,Dhanu menghampiri Farhana dan menggenggam tangannya dengan lembut,merasakan tangan Farhana yang berkeringat dan dingin,Dhanu menatapnya dan memberikan senyum kasih sayangnya


Berbeda dengan Farhana dia menatap Dhanu dengan raut wajah tegang dan takut,tanpa di sadari,dia meremas genggaman tangan Dhanu dengan kuat,walaupun kaget dengan reaksi Farhana,Dhanu berusaha terlihat tenang,dia hanya mengelusnya dengan penuh kelembutan


"it's oke,semuanya akan baik-baik aja.."ucap Dhanu dengan lirih,dia berusaha menenangkan Farhana


"gak apa-apa mbak Farhana,gak usah tegang..."


"lihat tuh dedeknya sudah terbentuk,besarnya sudah sebesar rambutan ya.."


"beratnya kira-kira sudah 14 gram,panjangnya sudah 5,30 cm dari kepala sampai kaki,perkembangan otaknya juga sudah meningkat dengan pesat ya mas-mbak.."imbuh dokter Nissa menunjuk layar monitor di sebelah Farhana


Farhana yang melihat bentuk bayinya yang sudah sempurna tanpa sadar meneteskan air matanya,antara takjub dan tidak percaya,begitu pun dengan Dhanu,dia menatap layar monitor dengan mata memerah dan berkaca-kaca,dia tidak menyangka bayi yang ada di dalam rahim Farhana adalah darah dagingnya

__ADS_1


__ADS_2