Ma'Afkan Aku

Ma'Afkan Aku
Nasehat Kakak


__ADS_3

"kami sudah mema'afkan kamu dek,jadi jangan terus larut dalam sedih.."


"kasihan nanti baby kamu,pasti ikutan sedih.."imbuhnya


"iklhaskan.."


"yang terpenting,Dhanu mau bertanggung jawab,begitu juga orang tuanya..."


"di luar sana,ada perempuan yang tidak beruntung seperti kamu,ada yang hamil di luar nikah,tetapi laki-lakinya tidak bertanggung jawab,akhirnya si perempuan stres dan bunuh diri,ada juga yang mencoba untuk aborsi,tetapi pada akhirnya malah koma berbulan-bulan dan juga kasus seperti kakak,yang sangat menginginkan anak,tetapi belum juga di kasih sama Allah.."


"jangan hanya memandang dari satu sisi,lihatlah mereka yang tidak seberuntung kita.."imbuhnya panjang lebar dengan terus mengelus bahu Farhana


"sayang...keponakan tante,jangan buat bunda sedih ya,bantu bunda melewati ini,sampai kamu lahir ke dunia nanti.."ucap Fatma,dia mengelus perut adiknya,berusaha berinteraksi dengan calon keponakannya.Dan perkataannya sukses membuat Farhana mengangkat sudut bibirnya walau hanya sedikit


"nanti kalau kamu sudah lahir dan anak tante juga sudah lahir,kalian bisa main bersama,pasti yangkung senang,memiliki cucu sekaligus dua..."imbuhnya,kali ini perkataannya berhasil meredakan tangis Farhana


"iya tante,aku tidak akan membuat bunda sedih,aku akan selalu membuat bunda bahagia.."ucap Fatma,berucap seolah-olah bayi yang ada di dalam kandungan Farhana


Dan akhirnya Farhana berhasil menyunggingkan senyumnya,dia merasa lega,apa yang di takutkannya tidak terjadi sama sekali,ayah dan kakaknya malah merangkulnya dan memberikan kekuatan,begitu juga dengan kedua orang tua Dhanu,mereka juga tidak menyalahkannya,bahkan mereka menundukkan kepalanya mengucapkan ma'af atas nama anaknya


"terima kasih kak,selalu ada untuk aku.."ucap Farhana melepaskan pelukannya dan memandang wajah Fatma


"sama-sama dek.."


"jadi,jangan sedih lagi ya,di usahakan selalu bahagia,biar baby juga bahagia.."imbuhnya


"iya kak.."

__ADS_1


"ya udah,kakak tinggal ya,kamu istirahat,vitaminnya jangan lupa di minum.."


"iya kak.."ucap Farhana,setelah kepergian kakaknya,Farhana mencuci wajahnya,sekalian berwudhu untuk sholat isya


Dan ketika di pertengahan sholat,ponselnya berbunyi,membuat konsentrasinya sedikit buyar,akhirnya Farhana mempercepat sholatnya karena ponselnya terus berbunyi.Tanpa melepas mukenanya,Farhana segera menyambar ponselnya di atas nakas,walaupun hanya tertera dua belas digit nomor tak di kenal,Farhana tetap menggeser tombol hijau di layar ponselnya,mungkin saja itu panggilan untuk order kue-kue nya


"hallo,assalamu'alaikum.."ucap Farhana dengan ramah


"wa'alaikum salam.."


"A Dhanu.."lirih Farhana,dia menjauhkan ponselnya dari telinganya demi bisa melihat nomor yang menghubunginya


"Han.."panggil Dhanu


"Farhana.."Dhanu kembali memanggil Farhana yang hanya terdiam


"iya.."ucap Farhana dengan gugup


"belum.."


"tidur sudah malem,Vitaminnya jangan lupa di minum.."


"iya nanti.."


"nomorku tolong di buka lagi ya,biar aku gampang ngubungi kamu.."


"e..."Farhana merasa gugup sendiri,karena ketahuan memblokir nomor Dhanu

__ADS_1


"bisa kan.."pinta Dhanu


"iya nanti.."


"besok ada orang WO dateng ke rumah,kamu pilih paket weddingnya ya.."


"ngapain pakai WO,acaranya kan cuma ijab qobul.."


"biar meringankan pekerjaan om Idris.."


"tadi kan kesepakatannya cuma ijab qobul biasa,gak ada resepsi.."


"iya,besok kamu bilang aja sama WO nya,cuma mengurus ijab qobul biasa.."


"gak usah pakai WO,batalkan saja.."


"aku udah bayar DP nya.."


"kenapa Aa gak konfirmasi ke aku dulu,aku mau apa gak.."ucap Farhana dengan nada kesal


"main DP DP aja.."imbuhnya


"gak apa-apa,besok kamu pilih paketnya aja,mereka bisa kok cuma menangani acara ijab qobul.."


"ck.."


"waktunya mepet,kalau di handle sendiri nanti kecapekan.."

__ADS_1


"Aa tuh kebiasaan,kalau ambil keputusan seenaknya sendiri,gak pernah mau berembuk sama aku.."ucap Farhana,masih kesal dengan sikap Dhanu yang seenaknya


Mendengar kekesalan Farhana,Dhanu malah menyunggingkan senyumnya,dia teringat dengan kejadian empat tahun yang lalu,ketika dia bergabung dengan sepupunya Abel dalam membuka usaha cafe


__ADS_2