
"keluhannya apa mbak..?"tanya dokter jaga dengan ramah
"pusing dok.."jawab Farhana dengan lemah
"terus.."lanjut dokter
"badan lemas.."
"ok.."
"tadi dia muntah-muntah juga dok.."imbuh Dhanu
"mbak kapan terakhir haid..?"tanya dokter sembari kembali meletakan stetoskop pada lehernya
Mendengar dokter menanyakan kapan terakhir haid,Farhana terdiam terpaku,dia baru menyadari bahwa beberapa bulan ini dia tidak mengalami haid
"a..aku..aku lupa dok.."jawab Farhana dengan terbata,dia tahu apa maksud dari sang dokter,tetapi dia mencoba menyangkalnya
"tidak apa-apa,tapi saya sarankan mas dan mbak ke dokter kandungan ya,supaya lebih jelas dan hasilnya lebih akurat.."ucap dokter dengan tersenyum ramah,tetapi senyum ramah sang dokter,bagai petir di siang bolong bagi Farhana,itu adalah berita paling buruk yang pernah dia dengar
Begitu pun dengan Dhanu,dia juga terdiam terpaku setelah mendengar penjelasan dokter untuk mendatangi dokter kandungan,itu artinya Farhana sedang hamil dan dia tidak menyadarinya
"kalau begitu saya permisi mas- mbak.."pamitnya
"i iya dok,terima kasih..."jawab Dhanu dengan terbata
Setelah dokter keluar,Farhana dan Dhanu hanya saling terdiam dengan pikirannya masing-masing,mereka tersadar dari lamunannya,ketika mendengar suara Abel yang baru masuk dan menanyakan keadaan Farhana
"udah di periksa dokter..? apa kata dokter..?"tanya Abel kepada Farhana yang masih berbaring di brankar
__ADS_1
Mendengar suara Abel,Farhana segera menghapus air matanya yang lolos membasahi pipi,dia tidak mau terlihat lemah di hadapan Dhanu ataupun Abel
"sudah.."jawab Farhana,dia bangkit dan kemudian duduk
"apa kata dokter..?"
Tanpa menjawab pertanyaan Abel,Farhana malah beranjak dan pergi meninggalkan Abel dan juga Dhanu,dia sudah tidak bisa membendung air matanya yang sudah di pelupuk mata,dan benar saja,baru beberapa langkah dia pergi air matanya kembali jatuh membasahi pipi
"Hana.."ucap Abel,dia pun mengikuti langkah Farhana
"ada apa..? kamu kenapa..?"
"nggak ada apa-apa,aku cuma kecapekan.."
"tas aku mana..? aku mau pulang.."imbuhnya dengan sekuat tenaga menormalkan suaranya yang bergetar
"Hana.."ucap Abel,dia menarik bahu Farhana dan membalikan badannya hingga mereka kini saling berhadapan,dan betapa terkejutnya Abel ketika melihat mata Farhana yang sudah memerah dan berair
"bisa tolong antar aku pulang Bel,aku capek mau istirahat.."ucap Farhana menghapus air matanya dengan kasar
"oke nanti aku antar,sekarang cerita dulu sama aku,ada apa sebenarnya.."ucap Abel,ikut menghapus air mata Farhana yang terus keluar tanpa henti
"kita cerita di mobil aja.."pinta Farhana
"oke.."
Mereka pun beranjak dari duduknya dan berjalan menuju parkiran,belum sempat mereka sampai di mobil,Dhanu berlari menghampiri mereka
"Bel.."
__ADS_1
"iya A.."
"kamu di suruh kembali ke rumah oma,om dan tante katanya mau pulang.."Dhanu berbicara kepada adik sepupunya tetapi matanya fokus memperhatikan Farhana
"tante tadi telepon kamu,tapi gak ada jawaban,makanya telepon aku.."imbuhnya
"oo oke.."ucap Abel,dia salah tingkah sendiri melihat kelakuan kakak sepupunya yang terus memperhatikan Farhana
"ayo Han,aku antar kamu sekalian.."
"Hana biar aku yang antar pulang.."
"kita harus ke dokter kandungan.."imbuhnya
"dokter kandungan..?"ucap Abel kaget dengan perkataan Dhanu
"tadi dokter menyarankannya ke dokter kandungan.."ucap Dhanu
"ngapain..? bukannya Farhana hanya kecapekan.."
"nanti kita jelaskan,sekarang kamu pulang,om dan tante sudah menunggu di rumah oma.."ucap Dhanu,dia meraih tangan Farhana dan membawanya pergi,dia terus menggenggam tangan Farhana menuju dokter kandungan yang terletak di lantai dua
"lepas A.."ucap Farhana melepaskan genggaman tangan Dhanu,tetapi Dhanu tak melepaskannya,dia malah mempererat genggamannya
"aku bisa jalan sendiri.."ucap Farhana masih berusaha melepaskan tangan Dhanu,akhirnya mau tidak mau Dhanu melepaskan genggamannya
"aku capek,pengin pulang.."ucap Farhana,dia mendudukkan dirinya di kursi tunggu
"kita ke dokter kandungan dulu.."
__ADS_1
"