Ma'Afkan Aku

Ma'Afkan Aku
Baku Hantam


__ADS_3

Keesokan paginya setelah sarapan,pak Wahyu meminta Dhanu untuk ke ruang baca,tetapi baru saja Dhanu masuk dan belum sempat mendudukan dirinya di kursi,pak Wahyu memukul wajahnya dengan keras hingga Dhanu terhuyung ke belakang


"sudah merasa hebat kamu jadi laki-laki hah...! sampai-sampai menghamili anak orang.."ucap pak Wahyu dengan penuh penekanan


"di mana pikiran kamu Dhanu..!"teriak pak Wahyu dengan kencang


"mau di taroh di mana muka papa hah..!"imbuhnya,kemudian pak Wahyu menarik kerah kaos Dhanu dan kembali memukulnya tak kalah keras dari pukulan yang pertama


BUGH..


Mendapat pukulan dari ayahnya,Dhanu hanya terdiam,dia memang pantas mendapatkan pukulan itu,walaupun rahang dan pipinya terasa panas,dan bibir terasa anyir,Dhanu tetap berusaha baik-baik saja,dia hanya menghapus darah yang keluar dari sudut bibirnya


"papa sama mama memberimu kebebasan,bukan untuk di salah gunakan seperti ini,harusnya kamu bisa berpikir Dhanu..!"teriak pak Wahyu


Mendengar teriakan suaminya,ibu Lidya mendatangi ruang baca,dia tahu apa yang sedang di lakukan suaminya,jangan sampai kemarahannya berakibat fatal kepada anak laki-lakinya


Dan benar saja ketika dia masuk,suaminya sedang melayangkan stik golf,siap menghantam tubuh Dhanu yang sudah tersungkur di lantai dengan luka memar di bagian wajahnya


"papa...!"teriak ibu Lidya,dia segera berlari melindungi tubuh anaknya


"istighfar pa.."ucap ibu Lidya yang sudah berurai air mata


"minggir ma,anak kurang ajar ini harus mendapatkan pelajaran yang setimpal.."


"sudah cukup pa..!"teriak ibu Lidya

__ADS_1


"Aa memang bersalah,tapi bukan seperti ini cara menghukumnya pa,kalu begini caranya papa bisa membunuh anak kita.."raung ibu Lidya


Mendengar keributan dari ruang baca,adik Dhanu mempercepat langkahnya,dia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi


"ada apa sih pa.."tanyanya


"kamu anak kecil gak usah ikut campur urusan orang tua,sana pergi kuliah.."ucap pak Wahyu,berlalu pergi meninggalkan mereka


"papa apaan sih.."ucap Dhaniar mencebikkan bibirnya


"ada apa sih ma.."Dhaniar yang merasa penasaran,kembali bertanya kepada ibunya


"tidak ada apa-apa,sudah sana pergi kuliah.."usir ibunya


"iiissshhh..."sungutnya dengan sebal,dia menghentakkan kakinya ketika berjalan


Ibu Lidya pun dengan cepat membawa anaknya ke ruang tengah dan segera mengobati rahang dan pipinya yang memar


"ma'afin papa ya A.."ucap ibu Lidya di sela-sela mengobatinya,dia meminta ma'af atas nama suaminya


"Aa memang pantas mendapatkan ini ma.."


"papa gak salah,Aa yang salah menggunakan kepercayaan papa dan juga mama.."


Mendengar jawaban anaknya,ibu Lidya hanya terdiam,dia tidak tahu harus berbuat apa,nasi sudah menjadi bubur,semuanya sudah terlanjur dan sudah terjadi,penyesalan pun sudah tidak ada gunanya

__ADS_1


"Aa cuma minta bantuan mama dan papa untuk meminang Farhana,dan menikahkan kami secepatnya.."imbuhnya,dia menatap manik mata ibunya dengan lekat


"ya,nanti malam kita ke sana,untuk membicarakan ini.."


"gak usah tunggu nanti malam,ayo sekarang kita berangkat.."ucap pak Wahyu dari arah kamarnya


"om Idris belum tahu masalah ini pa.."


"kalau pak Idris sudah tahu masalah ini,dia pasti sudah mendatangi rumah kita.."


"sebelum dia datang ke rumah,alangkah baiknya kita yang mendatangi mereka, mempertanggung jawabkan perbuatanmu.."imbuhnya dengan sangat tegas


"om Idris ada penyakit jantung pa,takutnya dia syock mendengar ini.."


"nanti biar aku dan Farhana yang bilang ke om Idris dengan hati-hati,baru nanti malam mama sama papa datang je rumahnya.."


"apa yang di katakan Aa benar pa,ini masih terlalu pagi untuk bertamu.."imbuh ibu Lidya


"ya udah terserah,kamu urus semuanya sendiri,papa gak mau ikut campur.."ucap pak Wahyu dengan berlalu pergi meninggalkan anak dan istrinya


"iya pa.."


"ya udah,sana siap-siap,nanti habis dari sana kamu beli cincin ya.."ucap ibu Lidya,mengelus bahu anaknya


"iya ma.."

__ADS_1


"terima kasih selalu ada untuk Aa.."


"kamu anak mama,apapun kesalahan kamu,mama akan selalu mema'afkan.."ucap ibu Lidya,dia meraih pundak Dhanu dan kemudian memeluknya dengan penuh kasih sayang


__ADS_2