
Abel yang melihat kakak sepupunya membopong Farhana,segera berlari menghampirinya,ada apa dengan sahabatnya itu
"Hana kenapa A..?"tanya Abel
"pingsan Bel,cepat bukakan kamar tamu..."jawab Dhanu dengan nafas yang memburu karena panik,tanpa di suruh dua kali,Abel pun dengan cepat membukanya
"bandel sih,tadi di suruh ke dokter dulu gak mau.."gerutu Abel
"dia sakit.."tanya Dhanu,setelah merebahkan Farhana di tempat tidur
"iya A.."
"Hana,bangun Han.."Dhanu tak lagi menghiraukan Abel,dia sibuk melepas kerudung yang melilit di lehernya,dia juga membuka kancing atas tuniknya.Sedangkan Abel,dia segera mencari minyak kayu putih,melihat Abel yang mengubek-ubek kotak P3K,tante Lidya datang menghampirinya
"cari apa Bel..?"
"minyak kayu putih tan.."jawab Abel,dia tetap sibuk mengubek-ngubek kotak P3K
"buat apa..?"
"Farhana pingsan.."
"pingsan..? pingsan kenapa Bel..?"
"sakit tan,tapi tetep di paksain ke sini.."jawab Abel
Setelah menemukan minyak kayu putih,Abel segera kembali ke kamar tamu,yang di ikuti oleh tante Lidya
__ADS_1
"ini A.."ucap Abel menyerahkan minyak kayu putih pada Dhanu,Dhanu pun segera membalurkannya ke kaki,tangan,pelipis dan juga perut,kemudian mendekatkannya ke hidung Farhana
"Hana bangun Han.."kembali Dhanu menepuk-nepuk pipi Farhana untuk membangunkannya,tetapi Farhana tetap terdiam
"Farhana sakit apa Dhan,sampai pucat begitu.."tanya tante Lidya
"gak tahu ma.."jawab Dhanu,dia semakin cemas,ketika Farhana tak kunjung sadar
"bawa ke dokter Dhan.."saran mamanya
"iya ma.."ucap Dhanu,dia sudah meletakan minyak kayu putihnya dan bersiap membopong Farhana
"eeekkhh..."lenguh Farhana,dia memegangi kepalanya yang terasa nyeri
"alhamdulillah Han.."ucap Dhanu,dia sangat bersyukur akhirnya Farhana bangun
"aku bisa jalan sendiri.."ucap Farhana,dia melepaskan tangan Dhanu
"aku gak yakin kamu bisa jalan sendiri.."
"Bel,cepet siapin mobil.."perintah Dhanu kepada Abel
"iya A..."
Akhirnya mau tidak mau,Farhana di bopong Dhanu,karena malu di lihat orang-orang,Farhana menyembunyikan wajahnya di bahu Dhanu
"harusnya gak usah di gendong,aku bisa jalan sendiri.."protes Farhana,dia mengeratkan pelukannya di leher Dhanu
__ADS_1
"udah diem,jangan banyak gerak,nanti malah jatoh.."ucap Dhanu
Dan tak berapa lama mereka sampai di mobil milik Abel,Dhanu pun segera masuk, meletakkan kepala Farhana di pahanya dengan hati-hati,kemudian dia menyuruh Abel cepat melajukan mobilnya
Di tengah perjalanan,tiba-tiba Farhana merasakan perutnya mual dan bergejolak,dia pun bangun dan menutup mulutnya
"menepi dulu Bel,aku mual banget.."ucap Farhana,dia sudah tidak tahan dengan rasa mualnya,tanpa di suruh dua kali,Abel segera menepikam mobilnya,begitu mobil berhenti Farhana segera keluar menuju pinggir pohon dan memuntahkan isi perutnya
Dhanu yang melihat Farhana berlari keluar,segera mengejarnya dan membantu memijat lembut tengkuknya supaya mudah memuntahkan isi perutnya
Hoek hoek
"sudah.."tanya Dhanu,ketika Farhana menghentikan muntahannya
"kita ke mobil dulu ya..."imbuhnya,dia segera memapah Farhana ke mobil
"suruh minum dulu A.."ucap Abel menyodorkan botol air mineral kepada Dhanu,dia terus memperhatikan Farhana dengan prihatin
"minum dulu ya,biar enakan perutnya.."ucap Dhanu menyerahkan botol air mineral yang telah di buka tutupnya,Farhana yang merasa haus akhirnya mengambil botol nya dan kemudian meminumnya sedikit,karena ketika air itu masuk ke dalam perut,perutnya kembali terasa mual
"udah.."ucap Dhanu,mengambil botolnya dari tangan Farhana kemudian meletakannya di belakang jok
"udah baikan,mau pakai minyak kayu putih biar gak mual.."saran Dhanu,yang hanya mendapat gelengan kepala dari Farhana
"jalan lagi Bel.."
Mendengar perintah Dhanu,Abel tersentak kaget,tetapi kemudian dia kembali menjalankan mobilnya,dan tak berapa lama mereka sampai di rumah sakit terdekat,dengan di papah Dhanu,Farhana masuk ke dalam UGD
__ADS_1
Dengan segera Dhanu membaringkan Farhana di brankar,dokter pun segera melakukuan tugasnya,memeriksa denyut nadi,tensi darah,serta iris matanya dan juga detak jantungnya