Ma'Afkan Aku

Ma'Afkan Aku
Kena Tilang


__ADS_3

Selama di dalam perjalanan,Dhanu dan Farhana hanya saling terdiam,Dhanu fokus dengan stirnya,sedangkan Farhana sedang mengotak-atik ponselnya mengirim pesan kepada Dimas atas apa yang telah di lakukan Dhanu


"bilang sama Abel,suruh nyusul ke cafe B & D.."ucap Dhanu,tetapi Farhana hanya terdiam,dia malas berbicara kepada Dhanu


"kamu denger gak aku ngomong.."ucap Dhanu mengeraskan suaranya


"iya,gak usah bentak-bentak,aku gak budek.."


"makanya jawab,jangan diem aja.."


"gak usah marah-marah,buang-buang tenaga.."


"makanya kalau ada orang ngomong dengerin.."


"aku denger.."


"tapi gak jawab.."


"males ngomong sama kamu.."


"ooo..kamu lebih seneng ngomong sama kutu kupret itu.."


"dia punya nama.."


Dan ketika mereka sibuk berdebat,ponsel Farhana berbunyi,dengan cepat Farhana menggeser tombol hijau di layar ponselnya,menerima panggilan Abel


"assalamu'alaikum Bel.."


"wa'alaikum salam,kamu di mana Han.."


"masih di mobil.."


"mau kemana..?"


"cafe B & D,kamu nyusul aja ke sana.."


"oke.."

__ADS_1


"Dimas gimana keadaannya Bel.."tanya Farhana menanyakan keadaan Dimas


"gak apa-apa kok,dia juga langsung pergi setelah kalian pergi.."


"ooo.."


"ya.."


"ya udah,nanti jangan lupa nyusul ke cafe,males aku lama-lama sama kakakmu.."ucap Farhana,membuat Dhanu memalingkan wajahnya pada Farhana


"hahahaaa...jangan begitu sama calon suami.."goda Abel


"belum jadi suami aja udah nyebelin,apalagi jadi suami,cepet tua nanti aku.."gerutu Farhana


"hahahaaa..."


"jangan ketawa,gak ada yang lucu.."ucap Farhana,dia mengerucutkan bibirnya


"biasa aja kali bibirnya.."ucap Dhanu,dia mengusak kepala Farhana


"Aa.."seru Farhana


"lepas iiikkhh..."Farhana terus berontak,berusaha melepaskan tangan Dhanu dari kepalanya yang tak kunjung di lepaskan


"jangan berantem di mobil,bahaya.."ucap Abel yang menyimak perdebatan Farhana dan Dhanu


"Aa lepas..!"teriak Farhana,dia menyubit perut Dhanu dengan kuat


"aakkhh...Hana.."seru Dhanu,dia segera melepaskan tangannya dan mengelus perutnya yang terasa panas


"ya udah,aku langsung ke cafe ya.."ucap Abel


"ya,aku tunggu di sana.."


"oke,assalamu'alaikum.."


"wa'alaikum salam.."ucap Farhana,dia mengakhiri panggilannya

__ADS_1


"kok berhenti.."ucap Farhana,ketika Dhanu meminggirkan mobilnya


"sini tanganmu.."ucap Dhanu,dia meraih tangan Farhana dan kemudian menyentilnya


"tanganmu kebiasaan,apa-apa nyubit.."ucap Dhanu


"Aa.."seru Farhana,dia mengelus tangannya


"sakit kan.."


"sama,aku juga sakit di cubit kamu.."imbuhnya


"cuma di cubit segitu aja di bales,kayak anak kecil.."gerutu Farhana,dia memalingkan wajahnya menghadap jendela


"kamu kalau nyubit sakit,tuh lihat sampai merah..."ucap Dhanu membuka kaosnya dan memperlihatkan hasil cubitan Farhana


"laki-laki cengeng.."


"kamu tuh ya,bener-bener minta di cium itu bibir,biar diem.."


"jangan macem-macem.."Farhana dengan cepat menutup mulutnya dengan kedua tangan


Ketika Dhanu hendak menarik tangan Farhana,tiba-tiba ada ketukan dari luar jendela mobil,Dhanu pun mengurungkan niatnya dan menengok ke jendela mobil,ternyata seorang pria berseragam cokelat lengkap dengan atributnya


"selamat siang pak.."ucap sang pria dengan ramahnya,setelah Dhanu membuka kaca mobilnya


"siang pak.."ucap Dhanu


"bisa tunjukan SIM dan STNK nya pak.."ucap polantas,dengan linglung Dhanu mengambil dompet di saku celananya dan menyerahkan apa yang di minta polantas


"mohon ma'af,SIM bapak kami tahan,karena bapak melanggar peraturan lalu lintas dengan berhenti di tempat larangan parkir.."ucap polantas menunjukan plang huruf S yang di garis miring


"silahkan bapak mengikuti sidangnya minggu depan,untuk mengambil SIM .."imbuhnya dengan menyerahkan surat tilang kepada Dhanu


Dhanu yang tidak menyadari kesalahannya hanya dapat terdiam,dia yang terburu-buru menghentikan mobil tidak memperhatikan rambu-rambu lalu lintas


"silahkan di lanjutkan perjalanannya pak,lain kali di perhatikan rambu-rambu lalu lintas ya pak.."ucap polantas memperingatkan

__ADS_1


__ADS_2