Ma'Afkan Aku

Ma'Afkan Aku
Rumah Maya


__ADS_3

Pagi hari ketika Maya sedang berbincang dengan salah satu wali murid,dia di kejutkan dengan kedatangan seorang ibu yang kemarin sempat bertemu di Supermarket


"bu Maya.."ucap anak laki-laki yang di gandeng si ibu,dia meraih tangan Maya dan menciumnya dengan takzim


"Kenzo.."ucap Maya,dia mengelus kepala Kenzo


"abang Kenzo.."sapa anak perempuan yang bersama dengannya


"hai El,hai tante Lana.."ucap Kenzo,dia juga meraih tangan Lana dan menciumnya


"hai sayang,tumben di antar sama Yangti,mama kemana..?"


"iya tante,dedek lg rewel,maunya di gendong terus.."jawab Kenzo


"dedek sakit..?"


"gak sakit nak Lana,cuma emang beberapa hari ini agak rewel,gak mau turun dari gendongan.."jawab Eyangnya Kenzo


"ooo..."


"nak Anma,kita ketemu lagi.."ucap Eyangnya Kenzo


"iya bu,ibu Yangti nya Kenzo..?"tanya Maya,dia mengulurkan tangannya mengajak eyangnya Kenzo bersalaman


"bu Sandra kenal Maya.."tanya Lana


"kami gak sengaja ketemu di Supermarket kemaren.."jawab ibu Sandra


"ooo.."


"nak Anma,boleh ibu bicara sebentar.."ucap ibu Sandra berbarengan dengan bel masuk sekolah


"ma'af bu,bel masuk sudah berbunyi,saya harus kembali mengajar.."ucap Maya,membuat ibu Sandra kecewa


"ayo anak-anak,kita masuk ke kelas.."ucap Maya kepada Kenzo dan Elena


"mamanya Elena,eyangnya Kenzo,ma'af ya saya tinggal dulu.."ucap Maya kepada kedua wali muridnya

__ADS_1


"iya bu Maya,silahkan.."ucap Lana


Setelah kepergian Maya,ibu Sandra langsung menanyakan kehidupan Maya kepada Lana yang seperti sudah mengenali Maya


"nak Lana,nak Lana kenal Anma sudah lama.."tanya ibu Sandra


"sudah bu,semenjak anak saya sekolah di sini.."


"nak Lana tahu rumahnya di mana..?"tanya ibu Sandra,dia harus secepatnya tahu siapa sebenarnya Maya,kenapa ciri-cirinya sama dengan anaknya yang hilang 25 tahun yang lalu


"di daerah pusat bu.."


"bisa minta tolong antarkan saya ke sana.."pinta ibu Sandra dengan penuh harap,membuat Lana tak bisa menolaknya


"boleh.."


"nak Lana naik apa ke sini.."


"tadi di antar suami bu.."


"nak Lana kenal dengan orang tuanya Anma..?"


"kenal bu,kami beberapa kali pernah bertemu.."


"dia berapa bersaudara..?"


"orang tuanya bilang,dia anak tunggal..."


"ooo.."


Dan tak berapa lama mereka sampai di kediaman rumah Maya,rumah sederhana dengan cat berwarna hijau muda yang telah lapuk di makan usia


Mereka pun mengetuk pintu dan mengucap salam,tetapi tidak ada sahutan dari dalam rumah,hingga tiba-tiba ada seorang anak laki-laki berusia sekitar 10 tahun yang mendekati mereka


"kalian siapa..?,kenapa ada di depan rumah saya.."ucap si anak laki-laki dengan berani,tanpa ada rasa takut atau pun malu


"kamu adiknya Maya ya,kami temannya kakak kamu,ibu ada di rumah.."ucap Lana dengan ramah

__ADS_1


"bunda tidak ada di rumah tante,bunda ada di warung.."


"di warung? di mana warungnya dek,bisa kami ke sana.."ucap ibu Sandra yang lagi-lagi tidak sabar


"bisa,tunggu sebentar saya ganti seragam seolah dulu.."


Setelah sang anak mengganti seragam sekolahnya,dia mengantar kedua tamu ibunya ke warung yang terletak di seberang jalan,sembari berjalan ibu Sandra banyak berbincang dengan anak laki-laki yang mengantar


"namanya siapa dek..?"


"Khaerul bu,panggil saja Erul.."


"jam segini kok baru berangkat sekolah.."


"iya,saya masuk siang.."


"ooo..memang kelas berapa sekolahnya.."


"kelas 4 bu.."


Dan tak berapa lama,mereka telah sampai di warung milik ibu Maya,Kaherul pun mempersilahkan kedua tamunya untuk duduk


"duduk dulu bu,saya panggikkan bunda dulu.."ucap Khaerul dengan sopan


"ya.."ucap ibu Sandra,Khaerul pun meninggalkan kedua tamunya dan segera menghampiri bundanya yang sedang sibuk melayani pembeli


"bun,ada tamu yang nyariin bunda.."ucap Khaerul


"siapa Er.."


"gak tahu bun,katanya temannya kak Maya.."


"temen kak Maya...? kok nyari bunda,kakakmu gak apa-apa kan Er..."ucap ibunya Khaerul merasa khawatir dengan keadaan anak sulungnya


"kak Maya gak apa-apa bun,mereka cuma pengin ketemu bunda.."


"ya udah,bunda temuin mereka dulu ya.."

__ADS_1


__ADS_2