Ma'Afkan Aku

Ma'Afkan Aku
Pertengkaran


__ADS_3

Abel yang mengambil cuti di hari kerja,akhirnya memaksa Farhana mendatangi gerai WO yang di rekomendasikan oleh Dhanu,apalagi dia di pinjami kartu debit milik Dhanu


Dhanu bilang,dia boleh menggunakan kartu itu sesukanya,asalkan bisa membuat Farhana menerima jasa WO dan membuatnya bahagia,tidak tertekan seperti kemarin sewaktu mengetahui kehamilannya


Setelah puas melihat-lihat dekor dan kebaya pernikahan,Abel mengajak Farhana ke restaurant untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan,belum sempat mereka masuk ke mobil,mereka di kejutkan dengan teriakan seorang laki-laki yang memanggil Farhana


"Hana.."


"Dimas.."ucap Farhana setelah tahu siapa yang memanggil namanya


"boleh bicara sebentar.."ucap Dimas setelah sampai di depan Farhana


"ada apa Dim.."tanya Farhana tak mengerti dengan tatapan Dimas,bukannya menjawab Farhana,Dimas malah melirik Abel yang berdiri di sebelah Farhana


"ada apa Dim.."ulang Farhana


"aku ke mobil dulu ya Han.."ucap Abel,dia mengerti maksud lirikan Dimas


Dimas hanya ingin berbicara empat mata dengan Farhana tanpa ada orang lain yang mendengarnya,Abel pun segera meninggalkan mereka


"kita bicara di tempat lain aja,biar lebih nyaman.."


"kenapa di tempat lain,di sini kan bisa,lagian aku bareng Abel,kasihan dia di tinggal sendiri.."ucap Farhana,yang membuat Dimas menghela nafas


"oke,kita duduk di sana sebentar.."ucap Dimas menunjuk kursi tunggu yang terletak di depan gerai WO,mereka pun duduk di kursi tunggu yang kebetulan kosong tanpa ada yang mendudukinya


"ini alasan kamu selalu menolak lamaranku Han.."ucap Dimas to the poin

__ADS_1


Farhana yang mendengar perkataan Dimas secara to the poin tersentak kaget,semula dia tidak mengerti apa maksud perkataannya,tetapi perkataan Dimas selanjutnya membuatnya mengerti dan paham


"kamu kembali lagi sama Dhanu.."imbuhnya


"a-aku.."ucap Farhana dengan tergagap,dia tidak tahu harus menjawab apa


"jawab Han.."ucap Dimas tidak sabar


"ma'af.."lirih Farhana


"jadi benar,kamu kembali lagi sama Dhanu.."ucap Dimas dengan frustasi,dia meraup wajahnya dengan kasar


"ma'af.."lagi-lagi Farhana meminta ma'af


"kamu pantas mendapatkan yang lebih baik dari aku.."imbuhnya


"tapi kamu gak pantas bersama Dhanu,dia pria bre*****..."geram Dimas


"maksud loe apa..?"ucap Dhanu yang tiba-tiba sudah berada di depan mereka


"apa maksud loe gue gak pantas buat Farhana,jadi menurut loe,loe pantas buat Farhana.."imbuhnya dengan berapi-api


"loe memang gak pantas buat Farhana,dia pantas mendapatkan laki-laki baik,bukan laki-laki bre***** kayak loe.."ucap Dimas,dia bangkit dari duduknya,Dhanu yang mendengar makian Dimas,semakin naik pitam dan emosi


"bre*****.."tanpa aba-aba Dhanu melayangkan pukulannya ke Dimas hingga Dimas terjerembab ke lantai


"Dimas.."seru Farhana,dia segera menolong Dimas

__ADS_1


"Aa apa-apaan sih.."ucap Farhana,dia menatap tajam kepada Dhanu


"aku gak akan memulai,kalau dia tidak memulai.."


"yang memulai tuh Aa,bukan dia.."ucap Farhana


"udah Han gak apa-apa.."ucap Dimas berusaha meredam emosi Farhana


"gak apa-apa gimana..? kamu terluka.."


"ini hanya memar sedikit.."


Ketika Farhana hendak melihat luka Dimas,Dhanu segera meraih pergelangan tangannya dan menyeretnya pergi


"ayo pulang.."


"lepas A.."ucap Farhana berusaha melepas cekalan tangan Dhanu,tetapi Dhanu semakin mempererat cekalannya,hingga Farhana meringis merasakan sakit


"aku bilang lepas..!"teriak Farhana,tetapi Dhanu tak menggubrisnya


Sesampainya di mobil,Dhanu mendorong tubuh Farhana masuk ke dalam dan kemudian menutup pintunya dengan keras,membuat Farhana berjingkat kaget


Setelah kepergian Dhanu dan Farhana,Abel mendekati Dimas yang masih berdiri mematung dengan mengelus sudut bibirnya yang sobek,hingga mengeluarkan darah


"kamu gak apa-apa.."tanya Abel


"e...gak apa-apa.."jawab Dimas

__ADS_1


"ma'afkan atas sikap kakak sepupu saya mas.."ucap Abel,meminta ma'af atas kesalahan yang di perbuat sepupunya


"dia sepupu kamu,pantas kelakuannya 11 12 sama kamu.."


__ADS_2