
"aku capek,pengin istirahat.."ucap Farhana,dia mendudukkan dirinya di kursi tunggu
"kita ke dokter kandungan dulu,setelah itu aku antar kamu pulang.."ucap Dhanu
"kita pastikan kebenarannya,biar semuanya jelas..."imbuhnya,tetapi Farhana tetap tak bergeming,dan akhirnya Dhanu ikut mendudukkan dirinya di sebelah Farhana
"kita hadapi ini bersama.."ucap Dhanu,dia meraih tangan Farhana dan menggenggamnya dengan lembut
"bersama..? harusnya yang menanggung ini semua tuh Aa,bukan aku.."ucap Farhana dengan penuh penekanan,dia melepaskan genggaman tangan Dhanu
"kenapa Aa bisa sejahat itu sama aku.."imbuhnya,dia menatap Dhanu dengan nyalang
Melihat kemarahan Farhana,Dhanu hanya dapat terdiam,dia tidak bisa membela dirinya sendiri,karena semua memang kesalahannya,Farhana tidak seharusnya ikut menanggung
"aku capek mau pulang.."ucap Farhana,dia bangkit dan pergi meninggalkan Dhanu
Farhana terus berjalan tanpa memperdulikan Dhanu yang terus mengejarnya,dia teramat lelah dengan hari ini,apalagi setelah menerima kenyataan bahwa dirinya kini sedang hamil
__ADS_1
Ketika dia sedang menunggu taksi,badannya kembali terasa lemas,keringat dingin mulai bercucuran dan nyeri di kepalanya juga semakin bertambah,apalagi dengan cuaca yang cukup terik,dia hampir saja terjatuh kalau Dhanu tidak segera meraihnya
Dhanu pun mendudukkan Farhana di kursi tunggu,dia juga menghapus keringat yang membasahi kening dan pelipis Farhana tanpa mengucapkan sepatah kata pun
"aku gak mau periksa.."ucap Farhana dengan suara lirih
"kita periksa dulu biar tahu keadaannya,dia baik-baik aja apa gak.."ucap Dhanu dengan lembut,tetapi Farhana tetap tak bergeming
"kita periksa sebentar.."imbuhnya
Akhirnya setelah berdebat cukup lama Farhana mau mengikuti kemauan Dhanu,kini mereka berjalan beriringan menuju ruangan dokter kandungan
Melihat Farhana yang duduk dengan tatapan kosong,Dhanu meraih tangannya dan kemudian mengelusnya dengan lembut untuk memberikan kekuatan,Farhana yang merasakan elusan tangan Dhanu mengalihkan pandangannya dari sepasang suami istri yang ada di depannya,dia memandang tangannya,dan kemudian memandang Dhanu yang ternyata sedang tersenyum lembut kepadanya,membuat Farhana ikut mengangkat sudut bibirnya walau hanya sesaat
Kini Farhana kembali memperhatikan sepasang suami istri yang ada di hadapannya,walau dengan tatapan kosong,dia bisa melihat rona kebahagiaan di wajah mereka,samar-samar dia juga mendengar percakapan hangat mereka
"jagoan daddy geraknya kenceng banget,seneng ya mau di lihat daddy sama mommy.."ucap sang suami,dia berbicara kepada perut besar istrinya
__ADS_1
"seneng dong Dad.."ucap sang istri dengan sumringah
Karena terlalu fokus dengan tatapan kosongnya,Farhana tidak mendengar pertanyaan seorang ibu yang duduk di sebelahnya,dia tersadar ketika Dhanu merangkul bahunya dan mengelusnya dengan lembut
"kita baru periksa mbak,belum tahu sudah berapa bulan.."ucap Dhanu dengan ramah
"ooo...memang sudah telat berapa hari.."
"mungkin dua bulanan lebih.."Dhanu kembali menjawab pertanyaan si ibu
"wah,sampai dua bulan,gak kerasa kalau sedang hamil ya dek.."ucap si ibu kepada Farhana,membuat Farhana gugup dan bingung
"iya mbak,istri saya tidak mengalami tanda-tanda kehamilan seperti perempuan lainnya,jadi gak tahu kalau dia sedang hamil.."lagi-lagi Dhanu yang menjawab pertanyaan si ibu
"istri saya dulu juga seperti itu dek,bahkan kami mengetahuinya ketika dedek dalam perut sudah bisa bergerak ya ma.."ucap si bapak ikut menyambung obrolan istrinya
"iya ya pa,sampai kaget tiba-tiba ada gerakan di dalam perut.."
__ADS_1
"hahahaaa...waktu itu kami sempat panik loh dek,kirain istri saya kena penyakit guna-guna.."ucap si bapak dengan suara tawanya yang renyah,membuat pasangan suami istri yang duduk di depan ikut tertawa dan akhirnya ikut larut dalam obrolan
"memang perutnya gak kelihatan besar mbak,sampai gak tahu kalau sedang hamil..."tanya si mbak yang duduk di depan mereka