Ma'Afkan Aku

Ma'Afkan Aku
Pernikahan Impian


__ADS_3

Setelah selesai bersiap-siap Dhanu bergegas ke rumah Farhana dengan mengendarai motornya,karena mobilnya masih di rumah oma Retno,hanya dalam waktu tiga puluh menit,Dhanu telah sampai di rumah Farhana


Dia pun memarkirkan motornya dan kemudian menekan bel rumah yang terletak d tembok dekat pagar,bi Ida pun dengan tergopoh-gopoh berlari membuka pagar rumah majikannya


"Farhananya ada bi..?"


"ada den,silahkan duduk dulu,nanti bibi panggilkan.."ucap bi Ida mempersilahkan Dhanu duduk di bangku yang terletak di teras


"ya,terima kasih bi.."


Belum sempat Dhanu duduk di kursinya,tiba-tiba pak Idris datang dan meninju wajahnya,Dhanu yang mendapat serangan mendadak tak dapat menyeimbangkan badannya,dia pun terlempar ke belakang


Tanpa menghiraukan luka robek di sudut bibir Dhanu,pak Idris meraih badannya dan kembali memukulnya dengan membabibuta,pukulannya berhenti ketika Farhana berteriak dari arah belakang,mencoba menghentikan tindakan ayahnya


"astaghfirullah ayah..!"teriak Farhana,dia berlari melindungi Dhanu yang sudah babak belur


"istighfar yah.."ucap Farhana,dia menatap manik mata ayahnya dengan tajam


"astaghfirullahaladziem..."pak Idris pun menuruti perkataan anaknya,dia mengusap wajahnya dan mendudukkan dirinya di kursi,kemudian menatap nanar Dhanu yang babak belur akibat pukulannya


"bawa dia masuk,obati di dalam.."perintah pak Idris,dia pun berlalu meninggalkan Farhana dan Dhanu


"kenapa Aa diam aja.."ucap Farhana menatap Dhanu dengan mata nanar,tetapi Dhanu malah menatapnya dengan senyuman lembutnya


"aku pantas mendapatkan ini,kenapa harus melawan.."


"tapi bukan berarti harus pasrah.."ucap Farhana,dia membangunkan Dhanu dari duduknya dan kemudian memapahnya ke ruang tengah


Setelah mendudukkan Dhanu di sofa,Farhana mengambil kotak P3K dan air hangat di dapur.Dengan telaten Farhana membersihkan dan mengobati luka lebam di pipi Dhanu,sesekali Farhana ikut meringis ketika Dhanu meringis menahan sakit

__ADS_1


"ini bekas pukulan siapa..?"tanya Farhana,ketika melihat tulang pipinya yang sudah membiru


"papa.."jawab Dhanu yang hanya di balas Farhana dengan helaan nafas berat


"luka ini tidak sebanding dengan luka yang aku torehkan kepada kalian.."gumam Dhanu


"ini kesalahanku,tapi kalian malah ikut menanggungnya.."


Mendengar gumaman Dhanu,Farhana hanya terdiam,dia tidak tahu apa yang harus di lakukan,karena sesungguhnya dia juga teramat terluka dengan keadaan ini.Andai saja dulu dia mendengarkan apa kata Abel,pasti kejadiannya tidak akan seperti ini,dia tidak akan melukai hati ayahnya dan Dhanu tidak harus babak belur


Kini semuanya sudah terlambat dan waktu tidak bisa di putar kembali,sekarang mau tidak mau dia harus menerima kenyataan,menghadapi dan menyelesaikan masalah ini bersama Dhanu


"suruh orang tua mu secepatnya datang ke rumah,saya perlu bicara kepada mereka.."ucap pak Idris secara tiba-tiba,membuat Farhana tersadar dari lamunannya


"iya om.."ucap Dhanu dengan lirih


"selesaikan masalah ini secepatnya.."


Setelah kepergian ayahnya,Farhana segera membereskan kotak P3K dan baskom berisi air hangat ke dapur,kemudian mencuci tangannya


Dhanu yang menunggu Farhana tak kunjung menghampiri,akhirnya menyusul ke dapur,dan mendapati Farhana yang sedang melamun di westafel cuci piring


"Han.."tegur Dhanu


"e.."Farhana yang sedang melamun tersentak kaget


"kamu ngapain.."


"cuci tangan.."jawab Farhana,dia mematikan krannya dan mengelap tangannya pada serbet yang tergantung di dekat westafel

__ADS_1


"kamu ada fotokopian dokumenmu.."


"ada.."


"sini aku bawa sekalian,biar bisa langsung di urus.."


"hhmm.."ucap Farhana,dia berlalu dari dapur yang di ikuti oleh Dhanu


"kamu mau mahar apa..?"


"terserah.."


"pernikahan impianmu masih seperti yang dulu kan.."


"gak ada pernikahan impian.."


"ada..."


"aku akan mewujudkannya untukmu.."imbuhnya


"gak usah, ijab qobul aja.."ucap Farhana dengan datar,kemudian dia naik ke atas ke kamarnya


"ganti baju sekalian,kita cari cincinnya.."


"ukuran jariku masih sama seperti dulu.."


"kita pilih modelnya.."


"terserah Aa.."

__ADS_1


"kamu gak mau pilih.."


"nggak.."


__ADS_2