
Jam sepuluh malam,Dhanu sampai di rumahnya,ketika dia hendak naik ke kamarnya,dia mendapati mama nya di dapur,Dhanu pun berbelok arah menuju dapur menemui mama nya,dia harus membicarakan masalah ini secepatnya kepada kedua orang tuanya
"belum tidur ma.."tanya Dhanu berbasa-basi
"eh..Aa,belum A.."
"papa di mana ma.."
"ada di kamar.."
"sudah tidur.."
"belum.."
"boleh bicara sebentar ma.."ucap Dhanu,dia mendudukkan dirinya di kursi meja makan
"boleh...ada apa A.."ucap mamanya ikut mendudukkan dirinya di kursi
Dengan menghela nafas berat,Dhanu memberanikan diri menyodorkan selembar foto USG yang di ambil dari dompetnya
"ini apa..?"tanya ibunya,setelah mengambil foto yang di sodorkan di atas meja
"ma'afin Aa ma.."lirih Dhanu,dia menundukkan wajahnya,tidak berani menatap wanita yang telah melahirkannya
"ini punya siapa A.."tanya ibunya dengan nada khawatir
"Farhana ma.."
"kenapa ada sama kamu.."ucap ibunya yang menatap Dhanu meminta penjelasan,tetapi Dhanu tak bergeming
__ADS_1
"jawab mama A,kenapa ada sama kamu,Farhana hamil sama siapa..?"cecar ibunya yang tak sabar menunggu jawaban anaknya
"Aa minta ma'af ma.."lirihnya,dia bangkit dan kemudian berlutut di depan ibunya
"astaghfirullahaladziem Aa.."ucap ibunya dengan menutup mulutnya,dia tahu apa maksud permintaan ma'af anaknya
"kenapa bisa A,kalian sudah lama tidak bersama.."imbuhnya,tetapi lagi-lagi Dhanu tetap tak.bergeming,dia malah semakin menyerukan wajahnya ke pangkuan ibunya
"kenapa bisa seperti ini,apa yang udah kamu lakukan.."ucap ibunya,dia memukuli pundak anak laki-lakinya,dengan berurai air mata,dan akhirnya dengan terbata Dhanu menceritakan semuanya kepada sang mama
"jadi tadi dia pingsan karena hamil.."ucap ibu Lidya menghapus air matanya yang membasahi pipi
"iya ma,bayinya sudah dua belas minggu.."ucap Dhanu dengan lirih,kemudian mendongakan wajahnya menatap mata ibunya
"tolong bantu Aa bicara sama papa ma.."imbuhnya dengan memelas kepada ibunya,membuat ibu Lidya tak tega melihat anaknya yang kacau seperti itu
"ya,nanti mama coba bicara sama papa,sekarang kamu mandi,kamu sudah makan.."ucap ibu Lidya,dia menangkup pipi Dhanu dan menghapus air matanya
"nanti mama hangatkan soto dagingnya.."ucap ibu Lidya,ketika mendapat gelengan kepala dari Dhanu,dan akhirnya Dhanu berlalu ke kamarnya,membersihkan diri
Sementara ibu Lidya,setelah memanaskan soto daging dan menyediakannya di meja makan,dia ke kamar menemui suaminya yang sedang duduk berselonjor di ranjang dengan memainkan ipadnya
"kamu habis ngapain ma,lama banget.."
"manasin soto buat Aa pa.."
"Dhanu pulang.."
"iya.."
__ADS_1
"tumben.."ucap pak Wahyu,dia meletakkan ipadnya di atas nakas
"pa.."ucap ibu Lidya,dia mendekati suaminya dan duduk di sampingnya
"kenapa..?"
"Aa pa.."
"Dhanu kenapa..?"tanpa menjawab pertanyaan suaminya,ibu Lidya menyodorkan selembar foto USG ke hadapannya
"ini apa.."ucap pak Wahyu memperhatikan foto USG yang di berikan istrinya
"ini punya siapa ma.."tanya pak Wahyu semakin tidak mengerti dengan maksud istrinya
"punya Farhana.."
"kenapa ada sama mama.."
"itu anaknya Aa,calon cucu kita.."lirih ibu Lidya
"anak Dhanu..? maksud mama apa..?"
"Aa yang udah menodai Farhana hingga hamil.."
"astaghfirullah.."pekik pak Wahyu
"kenapa ini bisa terjadi ma,apa yang ada di dalam pikirannya.."
Akhirnya ibu Lidya menceritakan semuanya kepada sang suami,cerita yang sama seperti yang di ceritakan oleh anaknya
__ADS_1